Nasional
Menuju World Class University, UHN IGB Sugriwa Berkolaborasi dengan Dev Sanskriti Vishwavidyalaya India Kembangkan Yoga

Jumat (7/6/2024) telah ditandatangani Nota Kesepahaman (MoU) antara UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan Dev Sanskriti Vishwavidyalaya di Gayatrikunj – Shantikunj, Haridwar, Uttarakhand, India.
FAKTUAL INDONESIA: Universitasd Hindu Negeri I Gusti Bagus (UHN-IGB) Sugriwa Denpasar menjalin kerja sama dengan Dev Sanskriti Vishwavidyalaya, India, berkaitan dengan kemitraan dan kolaborasi pengembangan pendidikan yoga, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Jalinan kerja sama UHN-IGB Sugriwa dengan Dev Sanskriti Vishwavidyalaya tertuang Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani kedua Rektor, pekan lalu.
Rektor Universitasd Hindu Negeri I Gusti Bagus (UHN-IGB) Sugriwa Denpasar, I Gusti Ngurah Sudiana bersama Direktur Pascasarja, Relin DE dan jajaran berkunjung ke India pada minggu lalu, selain untuk menyambung silaturahim pada tingkat internasional, juga membawa misi kampus Hindu Negeri pertama di Indonesia ini untuk mewujudkan program menuju World Class University.
“Kita bertandang ke India beberapa waktu lalu membawa misi kampus menuju world class University. Astungkara, sambutan baik dari Dev Sanskriti Vishwavidyalaya di Gayatrikunj – Shantikunj, Haridwar, Uttarakhand, India,” kata I Gusti Ngurah Sudiana, di Bali, Kamis (13/6/2024).
Sudiana optimis langkah dan semangat semua civitas akademika, world class University segera diraih.
Terkait dengan kolaborasi UHN-IGB Sugriwa Denpasar dengan Dev Sanskriti Vishwavidyalaya, India itu, Sudiana meyakini dapat menciptakan sinergi positif dalam membangun komunitas pendidikan Hindu yang lebih sehat dan tangguh.
“Semoga upaya-upaya pengembangan UHN-IGB Sugriwa dapat berjalan baik dan lancar,” tegasnya.
Sudiana menyampaikan bahwa jalinan kerja sama UHN-IGB Sugriwa dengan Dev Sanskriti Vishwavidyalaya tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani kedua rektor terkait kemitraan dan kolaborasi pengembangan pendidikan yoga, penelitian, dan pengabdian kepada Masyarakat.
“Poin-poin utama dari kesepakatan ini meliputi tiga hal,” kata Sudiana.
Poin pertama, lanjut Sudiana, adalah peningkatan pendidikan yoga. Kedua Universitas ini akan meningkatkan kualitas pendidikan yoga melalui program pertukaran dosen dan mahasiswa, kursus bersama, dan lokakarya kolaboratif. Dengan mengembangkan kurikulum inovatif, metodologi pengajaran, dan program sertifikasi yang mempertahankan standar tinggi dalam praktik yoga tradisional dan kontemporer.
Poin kedua adalah mendorong penelitian di bidang ilmu yoga dengan menggabungkan sumber daya dan keahlian masing-masing. Kesepakatannya, kedua universitas akan memfasilitasi proyek penelitian interdisipliner. Proyek-proyek penelitian misalnya akan mengeksplorasi aspek ilmiah yoga, dampaknya pada kesehatan fisik dan mental, serta aplikasinya dalam pengobatan terapi. Dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan di bidang ilmu yoga dan mempromosikan praktik berbasis bukti.
Lalu, poin ketiga, adalah kedua universitas harus terlibat dalam pengabdian kepada masyarakat sebagai pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan pemahaman yang sama dari kedua universitas, melihat kekuatan transformasional yoga, nantinya dapat mempromosikan kesehatan holistik dan kesejahteraan.
Bahkan, dengan komitmen pada inisiatif pelayanan masyarakat diharapkan yoga dapat diakses oleh semua golongan.
“Program ini nantinya mencakup penyuluhan di sekolah-sekolah, fasilitas kesehatan, komunitas yang kurang terlayani, dan pengembangan pusat Yoga ditengah-tengah Masyarakat,” jelas Gusti Ngurah Sudiana seperti dilansir laman kemenag.go.id. ***











