Nasional

Menag Nasaruddin Tekankan Pentingnya Merubah Pola Pikir Terhadap Alam, ASN Kemenag Penjaga Moral Bangsa

Published

on

Menag Nasaruddin Tekankan Pentingnya Merubah Pola Pikir Terhadap Alam, ASN Kemenag Penjaga Moral Bangsa

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam acara International Conference on Islamic Ecotheology for The Earth (ICIEFE) 2025 yang diselenggarakan di Jakarta, Senin(14/7/2025). (Kemenag)

FAKTUAL INDONESIA: Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam acara International Conference on Islamic Ecotheology for The Earth (ICIEFE) 2025 di Jakarta, Senin (14/7/2025) malam, menekankan pentingnya merubah pola pikir kita terhadap alam.

Sementara itu saat membuka Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS) dan Orientasi PPPK Tahun 2024, pada hari yang sama, Menag Nasaruddin menegaskan bahwa menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya di Kementerian Agama, adalah tugas yang sangat mulia karena terikat dengan posisi sebagai penjaga moral bangsa.

Menurut Nasaruddin, memandang alam tidak hanya sebagai objek semata, tetapi memandang alam sebagai partner sesama makhluk hidup yang saling melengkapi dalam kehidupan.

Baca Juga : Menag Nasaruddin Hadiri Puncak Sannipata Umat Buddha Indonesia 2025, Merawat Keberagaman dan Membangun Harmoni Bangsa

“Dengan menempatkan bahwa segala sesuatu yang ada di alam adalah perwujudan dari adanya Tuhan,” kata Nasaruddin dalam acara “International Conference on Islamic Ecotheology for The Earth (ICIEFE) 2025 & Kick off for The Refinement of MoRA’s Quranic Tafsir”.

Dalam acara  yang merupakan giat terakhir dalam rangkaian acara Peacefull Muharam 1447 H Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam itu Nasaruddin menyatakan, jangan hanya menganggap alam sebagai objek, tetapi anggaplah sebagai partner.

Advertisement

“Kita perlu merubah mindset kita terhadap alam, jangan hanya menganggap alam sebagai objek, tetapi anggaplah sebagai partner, dengan begitu kemanusiaan kita akan terus terjaga”, ujarnya.

Sementara itu di tengah bangsa yang beragam budaya dan kepercayaan seperti Indonesia, perlu untuk memberikan penafsiran agama melalui sudut pandang yang lebih lembut alih-alih sudut pandang ekstrem.

“Terkadang kita salah memahami agama dikarenakan kesalahan berpikir kita yang hanya meng- copy-paste penafsiran dari orang lain, yang berbeda latar belakang budayanya dari kita,” tuturnya.

Baca Juga : Menag Nasaruddin Ingatkan pada Lulusan PTKIN, Jangan Sampai Secara Sadar atau Tidak Menyebarkan Kebencian

“Al-Qur’an itu bukan hanya untuk bangsa Arab, tetapi untuk seluruh umat Muslim diseluruh dunia”, tambahnya.

Ia menjelaskan pentingnya penafsiran yang baik sebelum beragama. Menurutnya, bahasa Indonesia termasuk bahasa yang hanya memiliki sedikit kata dibandingkan bahasa lainnya, hal ini cenderung menciptakan pemahaman yang bercabang dari suatu tafsir.

Advertisement

“Bahasa Indonesia itu bahasa yang sedikit kata, sehingga tidak mudah dalam penafsiran bahasa lain khususnya penafsiran kitab-kitab keagamaan”, ujarnya.

Konferensi ini mengambil tajuk “Islamic Ecotheology and the Climate Crisis: Building Ethical and Sustainable Pathways”.

Acara ini dibarengi dengan “Kick off for The Refinement of MoRA’s Quranic Tafsir”, sebagai dimulainya langkah strategis Kemenag dalam penyempurnaan tafsir Al-Qur’an versi Kementerian Agama.

Giat ini turut mengundang tokoh agama KH. Ahmad Baharuddin Nursalim atau yang kerap disapa Gus Baha.

Penjaga Moral Bangsa

Advertisement

Menteri Agama (Menag) pada cara latsar CPNS dan orientasi PPPK di Aula HM Rasjidi, Senin, (14/7/2025). (Kemenag)

Baca Juga : Menag Nasaruddin: Setelah Timur Tengah, Indonesia Tempat Lahirnya Peradaban Islam Baru

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya di Kementerian Agama, adalah tugas yang sangat mulia. Hal itu disampaikannya saat membuka Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS) dan Orientasi PPPK Tahun 2024, di Auditorium HM Rasjidi, Kemenag.

“Menjadi ASN di Kementerian Agama adalah tugas yang sangat mulia, karena tidak hanya terikat aturan-aturan formal seperti Undang-Undang Dasar, tetapi juga terikat dengan posisi kita sebagai penjaga moral bangsa,” ujar Nasaruddin Umar, di Jakarta Senin (14/7/2025).

Dalam arahannya pada acara yang  diikuti sekitar 48 ribu peserta yang tersebar di seluruh Indonesia itu Nasaruddin menekankan bahwa ASN Kemenag harus mampu menjadi teladan dalam sikap dan tindakan di tengah masyarakat.

“Ekspektasi masyarakat terhadap ASN Kementerian Agama dibayangkan seperti malaikat yang tidak boleh berbuat salah. Dan itu merupakan pekerjaan rumah (PR) yang paling berat,” ujarnya.

Baca Juga : Gas Pencatatan Nikah, Menag Nasaruddin Ingatkan Jangan Sampai Terjadi Westernisasi Kebudayaan dalam Perkawinan

Lebih lanjut, Nasaruddin mengingatkan pentingnya menjadikan nilai-nilai dasar ASN berAKHLAK sebagai pedoman dalam menjalankan tugas. Nilai tersebut meliputi: Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Selain itu, ia juga memperkenalkan akronim ISTIQOMAH sebagai nilai khas yang perlu diinternalisasi ASN Kemenag. “I untuk Ikhlas, S untuk Sabar, T untuk Tawadhu (rendah hati), I untuk Istiqamah (teguh dalam prinsip), QO untuk Qona’ah (merasa cukup), M untuk Mutawasith (moderat), A untuk Adab, dan H untuk Hilmun (ceria),” jelasnya.

Advertisement

Dikatakan Nasaruddin, amanah adalah nilai utama yang harus dipegang ASN. Amanah menjadi benteng moral untuk menjauhi penyimpangan seperti korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

“Orang mukmin adalah orang yang merasa aman karena amanah. Seharusnya orang yang beriman itu amanah. Tidak mungkin orang mencuri dan korupsi kalau dia beriman,” tegasnya.

Menurutnya, sinergi antarpegawai sangat penting sebagai kunci utama dalam meningkatkan kualitas layanan publik. Kolaborasi yang kuat akan menciptakan energi positif dalam organisasi.

Baca Juga : Dampingi Presiden Prabowo Bahas Kampung Haji, Menag Nasaruddin Sebutkan Pangeran MBS Mendukung Penuh Terealisasi Sesegera Mungkin

“Tanpa ada sinergi, maka tidak ada energi. Kita ingin menjadikan poros energi Kementerian Agama dengan cara bersinergi,” ucapnya.

Pada tahun anggaran 2024, Kementerian Agama tercatat sebagai instansi dengan jumlah penerimaan ASN terbanyak secara nasional. Formasi CPNS mencapai 17.221, sedangkan formasi PPPK berjumlah 71.336.

Advertisement

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, yang turut hadir dalam pembukaan kegiatan ini, menyampaikan harapannya agar ASN Kemenag dapat terus menjaga martabat bangsa dan memperkuat kerukunan nasional.

“Semoga Kementerian Agama selalu bisa menjaga marwah Indonesia, menjaga kerukunan Indonesia, dan menjaga kita semua,” kata Zudan. ***

Exit mobile version