Connect with us

Nasional

Luar Biasa, Gempa M 6,6 Tuban Bergetar Hingga Jabar, Yogyakarta, Bali dan Bahkan Lombok

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Gempa bumi dengan meganitude 6,6 yang berpusat di Tuban, Jawa Timur getarannya dirasakan sampai jauh hingga Jawa Barat, Yogyakarta, Bali dan Lombok

Gempa bumi dengan meganitude 6,6 yang berpusat di Tuban, Jawa Timur getarannya dirasakan sampai jauh hingga Jawa Barat, Yogyakarta, Bali dan Lombok

FAKTUAL-INDONESIA: Luar biasa guncangan yang ditimbulkan gempa dengan magnitude (M) 6,6 yang berpusat di pesisir utara Tuban, Jawa Timur  kedalaman 632 km.

Bayangkan saja, getaran gempa M 6,6 Tuban itu dirasakan sampai Jawa Barat (Jabar), Yogyakarta, Bali dan bahkan Lombok dan Sumba.

Warganet di twitter bahkan sampai heran dengan mengajukan berbagai pertanyaan kenapa gempa di Tuban bisa dirasakan begitu jauh.

“Gempa yang dirasakan oleh sebagian besar masyarakat mulai dari Jawa Timur hingga Jawa Barat,” ujar Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari di Jakarta, Jumat.

Dalam pantauan media, antaranews.com melaporkan, Abdul menjelaskan gempa berpusat di pesisir utara Tuban dengan kekuatan M6,6 kedalaman 632 km.

Advertisement

Ayunan gempa ini terasa hingga jarak yang jauh, akan tetapi diharapkan tidak menimbulkan dampak kerusakan yang signifikan. Sebab bukan gempa dangkal, kata Abdul.

“BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD provinsi/kabupaten/kota untuk memantau dan melakukan kaji cepat situasi/dampak untuk menentukan tindak tanggap darurat sekiranya diperlukan,” ujar Abdul.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa memiliki parameter update dengan magnitudo M 6,9.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 6,31° LS ; 111,96° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 65 Km arah BaratLaut Kota Tuban, Jawa Timur pada kedalaman 643 km.

Dari hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dalam akibat adanya aktivitas deformasi slab pull pada lempeng Indo-Australia yang tersubduksi hingga di bawah Laut Jawa.

Advertisement

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan turun ( normal fault).

Hingga Yogya dan Bali

Jumat, 14 April 2023 17:55 WIB

Getaran gempa bumi yang terjadi di barat laut Tuban, Jawa Timur (Jatim), dengan kekuatan magnitudo 6,6 pada Jumat sore dirasakan warga di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Seorang pegawai salah satu perusahaan di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, R. Novan Dwi Setiyanto mengaku merasakan getaran gempa cukup kencang dan lebih lama dibandingkan gempa yang pernah ia rasakan sebelumnya.

Advertisement

“Terasa seperti digoyang. Saat saya di ruang belakang vas bunga yang ada di meja ikut bergoyang. Lumayan agak lama,” kata dia.

Meski demikian, kata dia, getaran tersebut tidak sampai menyebabkan barang-barang di kantor tempatnya bekerja berjatuhan.

Getaran gempa juga dirasakan Baharuddin Kamba, warga Sriharjo, Ngaglik, Sleman, DIY.

Kamba yang tengah membeli hidangan untuk berbuka puasa tiba-tiba merasa digoyang.

Menurutnya, warga di sekitarnya juga turut merasakan hal serupa namun tidak sampai panik.

Advertisement

“Terasa gempa, ada kalau sekitar 15 detik,” kata dia.

Guncangan gempa juga dirasakan hingga sejumlah wilayah Kabupaten Cilacap dan Banyumas, Jawa Tengah.

Salah seorang warga Adipala, Kabupaten Cilacap, Nardi mengatakan guncangan gempa tersebut terasa cukup kencang.

“Saat saya sedang nonton televisi, tiba-tiba ada guncangan gempa. Saya kira gempa dari laut selatan Cilacap, namun dari informasi ternyata di Laut Jawa dekat Tuban,” katanya.

Sementara dalam perbincangan di grup WhatsApp “Siaga Bencana Cilacap” yang dikelola Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, sejumlah anggota grup menyebutkan jika guncangan gempa Tuban dirasakan hingga beberapa wilayah barat Cilacap seperti Cimanggu dan Sidareja.

Advertisement

“Sidareja juga cukup lama,” tulis Ismuhail.

Selain Cilacap, guncangan gempa Tuban juga dirasakan sejumlah warga Purwokerto, Kabupaten Banyumas.

Salah seorang warga Purwokerto, Ali Ibrahim mengatakan guncangan gempanya terasa kencang.

“Badan terasa bergoyang,” katanya.

Sejumlah wilayah di Provinsi Bali juga merasakan getaran gempa tersebut. Bahkan sejumlah warga di Denpasar keluar dari kediaman dan kawasan perkantoran.

Advertisement

“Tadi getarannya lumayan terasa keras,” kata warga Denpasar, Ni Komang Desiantari.

Desiantari yang sedang menjalani program magang di salah satu perusahaan di Denpasar itu merasakan gempa lebih dari 10 detik.

Berdasarkan data BMKG, getaran gempa bumi tersebut terasa dalam skala Mercalli (MMI) V di Kuta, Bali.

Adapun skala MMI V yakni getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

Kemudian di Gianyar, Bali getaran gempa terasa pada skala MMI IV yakni dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

Advertisement

Wilayah lain di Bali yakni di Tabanan dengan skala Mercalli III yakni getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

BMKG mencatat gempa terasa di 33 titik lokasi di sejumlah wilayah di Jawa Timur, Bali dan NTB dengan skala MMI II hingga V. ***

Lanjutkan Membaca