Nasional
Longsor Desa Pasirlangu: Kemensos Kirim Bantuan Tambahan, Mensos Gus Ipul: Pendataan Korban Terus Dilakukan

Kementerian Sosial (Kemensos) mengirim bantuan logistik tambahan serta mendata korban luka dan meninggal akibat bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. (Kemensos)
FAKTUAL INDONESIA: Keselamatan warga serta pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi menjadi prioritas utama Kementerian Sosial (Kemensos) dalam penanganan bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar).
Selain itu agar penyaluran santunan dapat dilaksanakan sesuai ketentuan, Kemensos terus melakukan secara bertahap pendataan korban dan ahli waris.
Demikian dikemukakan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Minggu (25/1/2026), ketika Kemensos mengirim bantuan logistik tambahan serta mendata korban luka dan meninggal akibat bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu.
Baca Juga : Jeje Govinda Terus Pantau Proses Evakuasi Korban Longsor di Cisarua, Bandung Barat
Mensos Gus Ipul mengemukakan, ahli waris korban meninggal dunia akan mendapatkan santunan Rp15 juta dan luka berat Rp5 juta.
“Pendataan korban dan ahli waris terus dilakukan secara bertahap agar penyaluran santunan dapat dilaksanakan sesuai ketentuan,” kata Gus Ipul, seperti dikutip dari laman kemensos.
Gus Ipul menegaskan bahwa keselamatan warga serta pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana.
“Kemensos berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta unsur terkait agar penanganan darurat bagi warga terdampak dapat berjalan optimal,” ujarnya.
Baca Juga : Longsor dan Banjir Bandang Terjang Cisarua Bandung Barat, Tujuh Orang Tewas
Untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, Dinas Sosial dan Tagana Kabupaten Bandung Barat mendirikan dapur umum lapangan di SDN 1 Pasirlangu, yang berlokasi di samping Kantor Desa Pasirlangu. Warga yang berada di zona rawan juga diarahkan mengungsi ke posko pengungsian maupun ke rumah kerabat terdekat.
Seiring berjalannya penanganan darurat, Kemensos terus melanjutkan penyaluran bantuan logistik melalui Gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat.
Sebagai bentuk dukungan tanggap darurat, Kemensos telah menyalurkan bantuan logistik yang dikirim melalui Gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat pada Sabtu (24/1). Bantuan tersebut meliputi kebutuhan hunian sementara, pangan, sandang, serta perlengkapan dasar keluarga dan anak. Bantuan yang telah disalurkan meliputi:
- Tenda serbaguna: 1 unit
- Tenda keluarga: 5 unit
- Tenda gulung: 50 lembar
- Kasur: 200 lembar
- Selimut: 200 lembar
- Makanan siap saji: 500 paket
- Lauk pauk siap saji: 400 paket
- Makanan anak: 100 paket
- Sandang dewasa: 50 paket
- Sandang anak: 50 paket
- Family kit: 200 paket
- Kids ware: 200 paket
Baca Juga : Dua Personel Polisi Gugur dalam Tugas saat Menuju Lokasi Longsor Cisarua
“Kementerian Sosial hadir untuk memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi serta mendukung penanganan darurat yang dilakukan bersama pemerintah daerah dan unsur terkait,” ujar Gus Ipul.
Hingga kini, tim gabungan masih melakukan pencarian korban hilang. Di saat bersamaan, petugas dinas sosial dan Tagana juga melakukan asesmen serta pendataan lanjutan.
Bencana yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari tersebut mengakibatkan 8 korban meninggal dunia. Lima di antaranya lima telah berhasil diidentifikasi, yaitu Nurhayati (50), Sunarya alias Nandang (50), Nining, Jajang Taryana (35), dan Dadang Apung.
Selain korban meninggal, tercatat 33 orang mengalami luka berat, 35 orang luka ringan, serta 82 orang masih hilang.
Baca Juga : Longsor Desa Pasirlangu: Badan Geologi Terjunkan Tim Tanggap Darurat, Ingatkan Ancaman Longsor Susulan
Berdasarkan laporan sementara hingga Sabtu pukul 22.00 WIB, bencana berdampak terhadap 34 kepala keluarga atau 113 jiwa. Mereka kini mengungsi di aula Kantor Desa Pasirlangu.
Tanah longsor dipicu hujan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Cisarua sejak sehari sebelumnya. Kondisi tanah yang jenuh air pada kawasan dengan kontur lereng curam menyebabkan pergeseran tanah yang menimpa permukiman warga di Kampung Pasirkuning RT 05 RW 11 serta RT 01 RW 10, Desa Pasirlangu.
Proses pencarian dan pertolongan masih dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas Basarnas, BPBD Kabupaten Bandung Barat, TNI-Polri, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat, Tagana, serta unsur terkait lainnya. Korban luka maupun korban meninggal dunia telah dievakuasi ke Rumah Sakit Cisarua. ***