Nasional

Logo Provinsi di Indonesia, Ini Lambang DKI Jakarta dengan Moto Jaya dan Besar (1)

Published

on

Ini lambang Provinsi DKI Jakarta yang terlihat kokoh dan dipakai pada aktivitas warga Jakarta termasuk Klub Sepakbola Persija

Ini lambang Provinsi DKI Jakarta yang terlihat kokoh dan dipakai pada aktivitas warga Jakarta termasuk Klub Sepakbola Persija

FAKTUAL-INDONESIA: Langkah Kementrian Agama (Kemenag) di bawah pimpinan Menteri Agama (Menag) Yaqut mengubah Logo Label Halal Indonesia mengundang berbagai komentar dari masyarakat. Terutama di ranah dunia maya alias media sosial.

Ternyata banyak masyarakat yang peduli tentang makna dan arti sesuatu lambang atau logo.

Tentu semua sudah tahu bahwa Indonesia juga mempunyai lambang negara Garuda Pancasila.

Kemudian setiap provinsi, kabupaten/kota dan bahkan mungkin sampai ke tingkat RT juga mempunyai lambang masing-masing.

Lambang atau logo itu untuk menunjukkan identitas dan semangat dalam menjalani kehidup di lingkungan masing-masing kemudian meningkat ke daerah dan tentunya bermuara kepada gelora kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

Advertisement

Nah, ayo kita melihat logo masing-masing provinsi di Indonesia untuk membangkitkan daya ingat.

Kita mulai dari lambang atau logo Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta ya ……

Lambang Jakarta

Berbentuk sebuah perisai bersegi lima, didalamnya terdapat pintu gerbang atau gapura, Monas, padi dan kapas, dan gelombang.

Motto  Jaya raya

Advertisement

Lambang Daerah Khusus Ibukota Jakarta berbentuk sebuah perisai bersegi lima. Dalam perisai ini terlukis sebuah pintu gerbang atau gapura. Di tengahnya ada gambar Monumen Nasional Indonesia (Tugu Nasional) yang di sisi kiri dan kanan dilingkari dengan padi dan kapas. Lalu di bawahnya ada gambar gelombang yang dilukiskan secara stilistis. Motto daerah, Jaya raya, ditulis dengan huruf berwarna merah.

Selain digunakan sebagai lambang resmi pemerintahan, lambang ini juga digunakan sebagai bagian dari logo klub sepak bola Persija Jakarta.

Arti lambang

Monumen Nasional Indonesia adalah sebuah markah tanah Jakarta sehingga dilukiskan di lambang ini. Tugu Nasional ini juga sebagai lambang kemegahan, daya juang dan cipta.

Pintu gerbang melambangkan kota, dan kekhususan Jakarta sebagai pintu keluar-masuk kegiatan-kegiatan nasional dan hubungan internasional.

Advertisement

Kemudian kapas dan padi melambangkan kemakmuran atau usaha Jakarta yang bertekad mencukupi kebutuhan sandang dan pangan warganya.

Tali emas melambangkan pemersatuan dan kesatuan.

Gambar gelombang melukiskan lokasi Jakarta di pesisir dan juga Jakarta sebagai kota pelabuhan. Perisai segi lima melambangkan Pancasila.

Serta motto daerah Jaya Raya yang merupakan slogan perjuangan Jakarta . Dalam bahasa Sanskerta, Jaya Raya berarti “Jaya dan besar (agung)”.

Adapun simbolisme warna-warnanya adalah sebagai berikut:

Advertisement

Warna emas di pinggir perisai, adalah lambang kemuliaan .

Warna merah di seloka, adalah lambang kepahlawanan.

Warna putih di pintu gerbang, adalah lambang kesucian.Pancasila

Warna putih di Tugu Nasional, adalah lambang kemegahan kreasi mulia.

Warna kuning di padi, serta hijau dan putih pada kapas, adalah lambang kemakmuran dan keadilan.

Advertisement

Warna biru, adalah lambang angkasa bebas dan luas.

Warna putih di ombak, adalah lambang alam laut yang kasih.

Sedangkan PariwisataIndonesia.ID memaparkan,  Lambang Pemerintahan Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan memahami artinya, berikut penjelasannya:

Seloka “Jaya Raya” adalah slogan perjuangan Jakarta yang ditafsirkan sebagai semangat kota Jakarta supaya tetap berjaya dan besar. Bahkan, “Jaya Raya” menjadi bagian yang tak terpisahkan dari logo klub sepak bola Persija Jakarta. Slogan “Jaya Raya” menjadi lambang resmi Pemprov DKI;

Pintu gerbang melambangkan kota, dan kekhususan Jakarta sebagai pintu keluar-masuk kegiatan-kegiatan nasional dan hubungan internasional;

Advertisement

Kapas dan padi melambangkan kemakmuran atau usaha Jakarta yang bertekad mencukupi kebutuhan sandang dan pangan warganya. Lalu, ikatan pita yang mengerat berwana emas ditafsirkan sebagai lambang pemersatuan dan kesatuan;

Monumen Nasional Indonesia adalah sebuah markah tanah Jakarta sehingga dilukiskan di lambang ini. Tugu Nasional ini juga sebagai lambang kemegahan, daya juang dan cipta;

Gambar gelombang (ombak laut) melukiskan lokasi Jakarta di pesisir dan juga Jakarta sebagai kota pelabuhan;

Perisai segi lima melambangkan Pancasila.

Dalam laman resmi Pemprov DKI Jakarta, juga menyoroti soal warna yang memiliki pesan. Ini penjelasannya:

Advertisement

Warna merah yang sangat khas, terlihat dalam tulisan “Jaya Raya” slogan ini dimaknai sebagai lambang kepahlawanan;

Warna putih di pintu gerbang, diartikan sebagai lambang kesucian Pancasila;

Warna kuning di padi, serta hijau dan putih pada kapas, diartikan sebagai lambang kemakmuran dan keadilan;

Warna putih di Tugu Nasional, melambangkan mahakarya dan kemegahan sebagai ungkapan kreasi mulia;

Warna putih di ombak, adalah lambang alam laut yang kasih;

Advertisement

Warna emas di pinggir perisai, diartikan sebagai lambang kemuliaan;

Dominasi warna biru, diartikan sebagai lambang angkasa bebas dan luas.

Ini informasi,  nama “Jakarta” pernah mengalami banyak pergantian, sebelum provinsi ini ditetapkan secara resmi menjadi Ibu kota Republik Indonesia.

Tahun 1966, ditetapkan namanya secara resmi menjadi Ibu kota Republik Indonesia;

Abad ke-14 bernama Sunda Kelapa sebagai pelabuhan Kerajaan Pajajaran;

Advertisement

Tanggal: 22 Juni 1527 oleh Fatahilah, diganti nama menjadi Jayakarta (tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari jadi kota Jakarta keputusan DPR kota sementara No. 6/D/K/1956);

Tanggal: 4 Maret 1621 oleh Belanda untuk pertama kali bentuk pemerintah kota bernama Stad Batavia atau Kota Batavia. Kala itu, Jan Pieterszoon Coen menggelorakan semboyan “Dispereert niet, ontziet uw vijanden niet, want God is met ons” slogan itu menjadi motto kota Batavia, “Dispereert niet” yang berarti “Jangan putus asa”

Tanggal: 1 April 1905 berubah nama menjadi “Gemeente Batavia”

Tanggal: 8 Januari 1935 berubah nama menjadi Stad Gemeente Batavia

Tanggal: 8 Agustus 1942 oleh Jepang diubah namanya menjadi Jakarta Toko Betsu Shi

Advertisement

September 1945 pemerintah kota Jakarta diberi nama Pemerintah Nasional Kota Jakarta

Tanggal: 20 Februari 1950 dalam masa Pemerintahan. Pre Federal berubah nama menjadi Stad Gemeente Batavia

Tanggal: 24 Maret 1950 diganti menjadi Kota Praj’a Jakarta

Tanggal: 18 Januari 1958 kedudukan Jakarta sebagai Daerah Swatantra dinamakan Kota Praja Djakarta Raya

Tahun 1961 dengan PP No. 2 tahun 1961 jo UU No. 2 PNPS 1961 dibentuk Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya

Advertisement

Tanggal: 31 Agustus 1964 dengan UU No. 10 Tahun 1964 dinyatakan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya tetap sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia dengan nama Jakarta

Tahun1999, melalui UU No 34 Tahun 1999 tentang Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu kota Negara Republik Indonesia Jakarta, sebutan pemerintah daerah berubah menjadi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dengan otonominya tetap berada ditingkat Provinsi dan bukan pada wilayah kota, selain itu wilayah DKI Jakarta dibagi menjadi 6 (5 wilayah kotamadya dan satu kabupaten administrative kepulauan seribu)

Undang-undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700)

Nah nanti kalau Ibu Kota Negara jadi pindah ke Kalimantan apakah nama, lambang, logo dan moto Jakarta juga akan berubah? Kita nantikan kelanjutannya. (Bersambung) ***

Advertisement
Exit mobile version