Nasional

Lepas 124 Ton Bantuan Kemanusiaan Indonesia untuk Gempa Myanmar, Menlu: Belum Ada Laporan Korban WNI

Published

on

Lepas 124 Ton Bantuan Kemanusiaan Indonesia untuk Gempa Myanmar, Menlu: Belum Ada Laporan Korban WNI

Menteri Luar Negeri RI Sugiono saat melepas bantuan kemanusiaan Indonesia untuk korban gempa Myanmar di Bandara Halim Perdanakusuma pada 3 April 2025

FAKTUAL INDONESIA: Menteri Luar Negeri RI Sugiono berharap seluruh WNI yang ada di Myanmar dalam kondisi yang baik sehubungan dengan terjadinya gempa dahsyat yang mengguncang negara itu.

Demikian dikemukakan Menlu Sugiono saat mewakili Pemerintah Indonesia melepas bantuan kemanusiaan Indonesia untuk korban gempa Myanmar di Bandara Halim Perdanakusuma pada 3 April 2025.

Sugiono menyampaikan bahwa sejauh ini belum ada korban teridentifikasi WNI. “Berdasarkan pemantauan dan laporan yang disampaikan oleh KBRI di Myanmar, sejauh ini belum ada laporan korban WNI. Kita harap seluruh WNI yang ada di sana dalam kondisi yang baik,” tegasnya.

Baca Juga : Gempa Dahsyat Myanmar, BNPB Pastikan Tak Ada WNI yang Jadi Korban

Indonesia mengirimkan bantuan berbentuk barang seberat total 124 ton dengan nilai kurang lebih USD1,2 juta. Sebagian besar barang berupa kebutuhan darurat seperti shelter, obat-obatan, dan alat kesehatan. Selain bantuan barang, Indonesia juga mengerahkan personel INASAR (Search and Rescue) dan EMT (Emergency Medical Team) sejumlah 157 orang, 69 orang di antaranya akan diberangkatkan hari ini.

Bantuan dikirimkan atas instruksi Presiden RI sebagai bentuk respon terhadap permintaan Pemerintah Myanmar untuk ikut membantu mengurangi beban kerugian yang sangat besar akibat dampak bencana gempa pada 28 Maret 2025. Berdasarkan catatan Pemerintah Indonesia per 3 April 2025, terdapat 2.886 korban jiwa, 4.639 luka-luka, dan kurang lebih 300 orang dinyatakan hilang.

Advertisement

Pada acara pelepasan, Menlu Sugiono mengungkapkan upaya Pemerintah pasca terjadinya gempa di Myanmar, “Setelah tanggal 28 Maret kemarin, kami berkoordinasi dengan Kemenko PMK dan BNPB untuk menyiapkan bantuan kemanusiaan kepada Myanmar. Di saat yang bersamaan juga ada rapat darurat seluruh Menteri Luar Negeri di ASEAN untuk mengoordinasikan langkah-langkah pemberian bantuan kemanusiaan untuk Myanmar yang sifatnya tanggap darurat.”

Baca Juga :  Gempa Dahsyat Myanmar: Jumlah Meninggal Meningkat Capai 1.600 Orang Lebih, Warga Mencari Korban dengan Tangan Kosong

Secara khusus Menlu Sugiono menyampaikan bahwa bantuan kemanusiaan Indonesia merupakan kontribusi dari berbagi unsur baik Pemerintah maupun swasta antara lain Kemenko PMK, BNPB, Kemenkes, Kementan, Kemhan, TNI, Basarnas, Kementerian Pertanian, Garuda Indonesia, Baznas, Dompet Dhuafa, dan lain sebagainya.

Bantuan solidaritas Indonesia kepada Myanmar ini merupakan yang kedua kalinya dalam 2 tahun terakhir setelah pada tahun 2023 Indonesia juga menyampaikan bantuan untuk korban siklon mocha di Myanmar.

Turut hadir dalam acara pelepasan Menko PMK, Menkes, Kepala BNPB, Kepala Basarnas, Panglima TNI, Kadivhubinter Polri, Ketua PMI, dan Ketua Baznas. ***

Advertisement
Exit mobile version