Nasional
Ingat, Gerhana Bulan Total 7-8 September 2025, di Bali Puncaknya Senin Dini Hari

Gerhana bulan total yang diperkirakan terjadi 7 – 8 September 2025 jangan sampai dilewatkan karena baru akan terjadi lagi tahun 2043 mendatang.
FAKTUAL INDONESIA: Ingat, akan terjadi gerhana bulan total pada Minggu – Senin, 7 – 8 September 2025.
Jangan lewatkan karena Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan gerhana bulan yang berasosiasi dengan gerhana bulan total itu terjadi lagi pada 19 September 2043.
Berdasarkan catatan BMKG, gerhana bulan total itu merupakan yang kedua pada 2025 setelah sebelumnya terjadi pada 14 Maret dengan fase akhir dapat diamati dari sedikit wilayah di Indonesia bagian timur.
Baca Juga : Ini Daerah dan Jadwal untuk Lihat Gerhana Bulan Total
Menurut BMKG, gerhana bulan total terjadi saat posisi matahari-bumi-bulan sejajar dalam satu garis lurus yang membuat bulan masuk ke bayangan inti (umbra) Bumi.
Saat puncak gerhana terjadi, bulan akan terlihat berwarna merah jika langit cerah. Warna merah pada bulan disebabkan oleh hamburan gelombang Rayleigh di atmosfer bumi.
Dengan demikian, cahaya matahari yang melewati atmosfer bumi akan terhambur, sehingga cahaya dengan panjang gelombang pendek seperti biru akan tersebar lebih banyak.
Sedangkan cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang seperti merah akan lolos dan mencapai permukaan bulan, sehingga bulan tampak merah.
BMKG melalui Stasiun Geofisika Denpasar memperkirakan puncak gerhana bulan total di Bali terjadi pada Senin (8/9/2025) pukul 02.11 WITA.
“Gerhana diperkirakan terjadi mulai Minggu 7 September pukul 23.26 WITA,” kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Denpasar Rully Oktavia Hermawan di Denpasar, Bali, Sabtu.
Ia menjelaskan fenomena alam itu diperkirakan berlangsung hingga berakhir pada Senin, 8 September 2025 pukul 04.56 WITA dengan durasi diperkirakan sejak gerhana mulai hingga berakhir mencapai lima jam 29 menit dan 48 detik.
Baca Juga : BRIN: Purnama Super, Gerhana Bulan Total, Hujan Meteor Terjadi Tahun 2022
Gerhana bulan akan dimulai dengan fase sebagian pada Minggu malam pukul 23.27 WIB, 00.27 WITA, dan 01.27 WIT. Fase awal total diperkirakan terjadi pada pukul 00.31 WIB, 01.31 WITA, dan 02.31 WIT. Puncak gerhana diperkirakan berlangsung pada pukul 01.11 WIB, 02.11 WITA, dan 03.11 WIT.
Gerhana kemudian berlanjut ke fase akhir total pada pukul 01.52 WIB, 02.52 WITA, dan 03.52 WIT. Seluruh rangkaian gerhana diperkirakan selesai pada pukul 02.56 WIB, 03.56 WITA, dan 04.56 WIT.
Salat Gerhana Bulan
Menyambut gerhana bulan total diperkirakan akan terjadi pada 7–8 September 2025, bertepatan dengan 14 Rabiul Awal 1447 Hijriah itu Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau umat Islam di seluruh Indonesia untuk melakukan salat gerhana bulan (Salat Khusuf).
Baca Juga : Gerhana Bulan Total Teramati Di Dermaga Cinta Ancol
Imbauan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam), Abu Rokhmad. Menurutnya, berdasarkan data astronomi, fenomena langit ini dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.
Abu Rakhmad berharap umat Islam dapat menjadikan peristiwa ini sebagai refleksi spiritual. Umat Islam dapat memulai salat gerhana sejak fase sebagian.
“Umat Islam dapat mengambil hikmah sekaligus memperkuat ukhuwah dengan melaksanakan ibadah berjemaah, khususnya Salat Khusuf di masjid atau musala terdekat,” ujar Abu Rokhmad dikutip dari laman resmi Kemenag.
“Gerhana bulan ini menjadi momentum memperbanyak zikir, istigfar, dan doa bersama untuk keamanan dan keselamatan bangsa,” katanya. ***