Connect with us

Nasional

Ihtiar Pengentasan Kemiskinan, Menag Targetkan Ada 1.000 Kampung Zakat di Tahun 2023

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Pencanangan Program Kampung Zakat Desa Sukamaju Kecamatan Batulicin   ditandai dengan pembukaan tirai dan menebarkan benih ikan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di embung yang menjadi milik Kampung Zakat

Pencanangan Program Kampung Zakat Desa Sukamaju Kecamatan Batulicin ditandai dengan pembukaan tirai dan menebarkan benih ikan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di embung yang menjadi milik Kampung Zakat

FAKTUAL-INDONESIA: Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengemukakan, Kampung zakat bisa menjadi ikhtiar dalam pengentasan kemiskinan.

Bahkan Menag Yaqut menegaskan, ikhtiar-ikhtiar dari masyarakat yang mendirikan Kampung Zakat menjadi bagian dari upaya dalam mempercepat pelepasan kemiskinan.

Pada tahun 2023, Menag Yaqut menargetkan agar ada 1.000 Kampung Zakat yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Demikian dikemukakan Menag Yaqut saat meresmikan Kampung Zakat di Desa Suka Maju, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (17/1/2023).

Pencanangan Program Kampung Zakat Desa Sukamaju Kecamatan Batulicin ini ditandai dengan pembukaan tirai dan menebarkan benih ikan oleh Menag di embung yang menjadi milik Kampung Zakat.

Advertisement

“Kita berharap Kampung Zakat ini bisa menginspirasi bagi kita semua untuk tidak lupa menunaikan zakat. Kampung zakat juga bisa menjadi ikhtiar dalam pengentasan kemiskinan,” sambungnya.

Ia menambahkan, saat ini tingkat kemiskinan di Indonesia berkisar di angka 9,57 persen. Dari 260 juta rakyat Indonesia, sebanyak 22 juta masuk dalam kategori miskin.

“Ini sebuah angka yang cukup besar. Jadi ikhtiar-ikhtiar dari masyarakat yang mendirikan Kampung Zakat menjadi bagian dari upaya dalam mempercepat pelepasan kemiskinan,” tandasnya.

Kampung Zakat merupakan salah satu program sinergi antara Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama dengan Basnaz (Badan Amil Zakat Nasional) dan lembaga pengelola zakat lainnya. Kampung Zakat digulirkan sebagai upaya mengentaskan kemiskinan dan mengungkit ekonomi umat di berbagai daerah di Indonesia, termasuk daerah 3T.

Menurut Gus Men, panggilan akrabnya, Kementerian Agama mendorong kampung-kampung zakat bisa berkembang dan bertumbuh di seluruh daerah di Indonesia.

Advertisement

“Kami sudah diskusikan dengan berbagai lembaga pengelola zakat, bila saat ini baru ada 514 kampung zakat. Kita akan masifkan lagi pada tahun ini menjadi 1.000 kampung zakat. Kalau ini bisa berjalan dengan baik, saya yakin upaya pemerintah dalam melepaskan kemiskinan itu akan didorong oleh keberadaan kampung zakat yang diinisiasi dan didirikan oleh masyarakat,” ujar Menag.

Gus Men mengatakan, zakat adalah ibadah yang bersifat kebendaan sekaligus bersifat sosial. Di dalam Al-Qur’an, lanjut Menag, zakat adalah ibadah yang penting dan tidak boleh ditinggalkan oleh umat Islam.

“Inisiasi kampung zakat dari Ditjen Bimas Islam Kemenag ini sekaligus menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa bagi yang berkecukupan memiliki kewajiban menyisihkan harta untuk berzakat yang notabene hak orang lain yang dititipkan ke kita,” pesannya.

Ikut mendampingi Menag Ketua Yayasan LAZ Assalam Fil Alamin, Komisaris Jenderal Polisi (Purn.) Syafruddin Kambo, Wakil Bupati Tanah Bumbu, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Tarmizi Tohor serta Kakanwil Kemenag Kalsel M Tambrin.

Rangkaian peresmian Kampung Zakat diakhiri dengan penyerahan bantuan dari Yayasan LAZ Assalam Fil Alamin kepada penerima zakat mulai dari paket stunting, paket pendidikan madrasah, pesantren, bantuan untuk penyuluh agama, imam/marbot masjid dan bantuan lainnya. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement