Connect with us

Nasional

Gunung Semeru yang Tidak Baik-baik Saja Kembali Muntahkan Abu Setinggi 900 Meter, 28 Kali Gempa Erupsi

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Dalam erupsi pukul 06.19 WIB, Gunung Semeru muntahkan abu vulkanik setinggi lebih kurang 900 meter di atas puncak

Dalam erupsi pukul 06.19 WIB, Gunung Semeru muntahkan abu vulkanik setinggi lebih kurang 900 meter di atas puncak

FAKTUAL INDONESIA: Gunung Semeru yang kondisinya sedang tidak baik-baik saja kembali erupsi dan mengalami gempa erupsi, gempa guguran, gempa hembusan, dan gempa harmonik sepanjang Rabu (28/2/2024) pagi.

Dalam erupsi pukul 06.19 WIB, Gunung Semeru muntahkan abu vulkanik setinggi lebih kurang 900 meter di atas puncak.

Sedangkan mulai pukul 00.00 – 06.00, Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur mengalami 28 kali gempa erupsi, 1 kali gempa guguran, 6 kali gempa hembusan, dan tiga kali gempa harmonik.

“Erupsi terjadi pukul 06.19 WIB. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian dalam laporan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengungkapkan, kondisi Gunung Semeru saat ini sedang tidak baik-baik saja lantaran menyimpan potensi bahaya mulai dari lontaran material erupsi, guguran lava pijar, awan panas, hingga banjir lahar.

Advertisement

PVMBG terus memantau secara visual dan instrumental Gunung Semeru dari dua pos pengamatan gunung api yang berada di Desa Sumber Wuluh Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang, serta di Desa Argosuko, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.

Sigit menjelaskan, letusan itu tercatat oleh alat seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 125 detik.

Sehari sebelumnya, Gunung Semeru yang berstatus siaga atau level III, mengalami erupsi dengan letusan setinggi 1 kilometer pada Selasa pukul 16.08 WIB.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada 27 Februari 2024, pukul 16.08 WIB dengan tinggi letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Sigit.

Menurutnya kolom abu vulkanik teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat, kemudian erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 107 detik.

Advertisement

Delapan jam sebelumnya gunung yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl itu juga erupsi, tepatnya pukul 08.04 WIB dengan tinggi kolom abu vulkanik teramati sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 4.276 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 121 detik.

Sigit  mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pada sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi.

Kemudian, di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak diperbolehkan melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Sigit juga mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu.

Advertisement

Awan panas, guguran lava, dan lahar perlu diwaspadai di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement