Nasional
Gunung Semeru Hingga Minggu Siang Dua Kali Erupsi, Tinggi Kolom Abu Menurun 700 ke 500 Meter

Gunung Semeru di Kabpuaten Lumajang dan Kabupaten Malang tercatat erupsi dua kali hingga Minggu (21/6/2026) siang dengan tinggi kolom abu 700 dan 500 meter. (Magma Indonesia)
FAKTUAL INDONESIA: Gunung Semeru di Jawa Timur hingga Minggu (21/6/2026) siang tercatat dua kali erupsi. Dalam dua kali erupsi yang terjadi pagi hari, tinggi kolom abu vulkanik yang dilontarkan Gunung Semeru tercatat menurun dari 700 ke 500 meter.
Seperti dilaporkan petugas PVMBG, Mukdas Sofian, AMd dalam laman Magma Indonesia, erupsi pertama Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang itu terjadi pukul 06.32 dengan tinggi kolom abu teramati ± 700 m di atas puncak.
“Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Minggu, 21 Juni 2026, pukul 06:32 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 700 m di atas puncak (± 4376 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 119 detik,” tulis Mukdas Sofian dalam laporannya.
Kemudian erupsi kedua terjadi pukul 08.33 WIB dengan tinggi kolom abu menurun setinggi 500 m di atas puncak.
“Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Minggu, 21 Juni 2026, pukul 08:33 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak (± 4176 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 110 detik,” papar Mukdas Sofian lagi.
Dengan aktivitas Gunung Semeru maka PVMBG mengeluarkan rekomendasi:
- Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
- Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
- Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. ***