Nasional
Gunung Semeru Erupsi dengan Tinggi Kolom Abu 500 Meter di atas Puncak

Visual erupsi Gunung Semeru yang teramati Minggu (28/6/2026) pukul 06.32 dengan tinggi kolom abu ± 500 m di atas puncak. (Magma Indonesia)
FAKTUAL INDONESIA: Kolom abu setinggi 500 meter dilontarkan Gunung Semeru ketika erupsi Minggu (28/6/2026) pukul 06.32 WIB.
Ini merupakan erupsi kedua Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur itu.
“Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Minggu, 28 Juni 2026, pukul 06:32 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak (± 4176 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 129 detik,” tulis petugas PVMBG, Mukdas Sofian, AMd seperti dilansir laman Magma Indonesia.
Baca Juga : Gunung Semeru Erupsi Sabtu Pagi dengan Tinggi Kolom Abu 700 m di atas Puncak
Gunung Semeru mengawali hari ini dengan erupsi pertama pada pukul 05.35 yang visual letusannya tidak teramati.
Petugas PVMBG Sigit Rian Alfian melaporkan: “Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Minggu, 28 Juni 2026, pukul 05:35 WIB. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 18 mm dan durasi 108 detik.”
Dengan masih aktifnya Gunung Semeru, PVMBG mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Baca Juga : Gunung Semeru Erupsi Senin Pagi, Tinggi Kolom Abu Meningkat dari 700 ke 1.000 Meter
Kemudian tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. ***