Nasional
Gunung Dukono Malut dan Semeru Jatim Erupsi, Tinggi Letusan Sampai 1 Km

Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara (Malut) dan Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur (Jatim) menyemburkan abu vulkanik setelah sama-sama eerupsi pada Selasa (12/8/2025) pagi.
FAKTUAL INDONESIA: Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara (Malut) dan Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur (Jatim) erupsi pada Selasa (12/8/2025) pagi.
Bahkan Gunung Semeru tercatat lima kali erupsi dengan menyeburkan letusan hingga 1 kilometer di atas puncak.
Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Malut, melaporkan Gunung Dukono kembali erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik setinggi 800 meter di atas puncak gunung.
“Erupsi tadi pagi sekitar pukul 06.11 WIT dengan ketinggian kolom abu 800 meter,” kata petugas PGA Dukono, Bambang Sugiono dalam keterangan yang diterima di Ternate, Selasa.
Erupsi Gunung Dukono terlihat kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut.
Baca Juga : Gunung Dukono Kembali Erupsi pada 21 Juli 2025, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.200 Meter
Dia menjelaskan erupsi Gunung Dukono terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 14 mm dan durasi 69.02 detik dari Pos PGA Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela.
“Saat ini kondisi gunung api setinggi 1.087 meter dari permukaan laut itu masih berada pada status Level II atau Waspada,”ujarnya.
Oleh karena itu, lanjut dia, masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung maupun wisatawan diimbau tidak beraktivitas mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 kilometer.
“Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap,” tegas Bambang.
Dia meminta kepada masyarakat di sekitar Gunung Dukono agar selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
Baca Juga : Kembali Erupsi, Gunung Dukono Halmahera Utara Malut Semburkan Abu Setinggi 1 Km Lebih
Gunung Semeru
Sementara itu Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, dalam laporan tertulis diterima di Lumajang menyebutkan erupsi pertama terjadi pada pukul 05.17 WIB dengan visual letusan tidak teramati dan erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi 148 detik.
Erupsi kedua terjadi pada pukul 06.31 WIB dan visual letusan tidak teramati.
“Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung,” kata dia.
Ia mengatakan Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 07.30 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Baca Juga : Gunung Dukono di Halmahera Utara Kembali Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.1 Kilometer
“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung,” katanya.
Selang waktu 14 menit, erupsi Gunung Semeru kembali terjadi yakni pukul 07.44 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya.
“Erupsi kelima terjadi pukul 10.03 WIB dengan visual letusan tidak teramati dan saat laporan dibuat, erupsi masih berlangsung,” katanya.
Liswanto menjelaskan Gunung Semeru masih berstatus Waspada atau Level II, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi yakni masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak (pusat erupsi). ***