Connect with us

Nasional

Gempa Guncang Jember Jatim M 5,7, Talaud Sulut M 5,4

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Lokasi gempa bumi M 5,7 yang berada di 302 km BaratDaya Jember dan pusat gempa di laut pada jarak 14 km arah Barat Daya Nanusa, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara

Lokasi gempa bumi M 5,7 yang berada di 302 km BaratDaya Jember dan pusat gempa di laut pada jarak 14 km arah Barat Daya Nanusa, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara

FAKTUAL-INDONESIA: Gempa mengguncang wilayah Pulau Jawa dan Sulawesi dengan kekuatan di atas magnitude 5, Kamis (16/3/2023).

Di Pulau Jawa, Kabupaten Jember, Jawa Timur diguncang gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5,7 pada Kamis pukul 12.22 WIB dengan pusat gempa pada koordinat 10.90 Lintang Selatan hingga 113.30 Bujur Timur atau 302 kilometer Barat Daya Jember dengan kedalaman 10 kilometer.

Sedangkan di Sulawesi, gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang  wilayah Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa gempa bumi yang berpusat di Kabupaten Jember, Jawa Timur, tersebut tidak berpotensi tsunami

BMKG melaporkan gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Samudera Hindia selatan Pulau Jawa akibat adanya aktivitas di zona “outer rise”.

Advertisement

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono di Jakarta, Kamis menyampaikan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 10,70 lintang selatan dan 113,26 bujur timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 281 km arah barat daya Jember, Jawa Timur pada kedalaman 10 km.

“Dengan memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas di zona outer rise,” katanya.

Ia menambahkan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal-fault).

Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), lanjut dia, gempa bumi yang terjadi pada pukul 12.22 WIB itu menimbulkan guncangan di daerah Jember, Jawa Timur dengan skala intensitas II-III Modified Mercally Intensity), artinya getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan akan truk berlalu.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” katanya.

Advertisement

Hingga pukul 12.40 WIB, Daryono menyampaikan, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Ia menambahkan, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,4.

Ia menyampaikan, BMKG mengimbau kepada masyarakat agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” katanya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, demikian Daryono.

Advertisement

Sulawesi Utara

BMKG melaporkan gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 di wilayah Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Laut Maluku.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust),” papar Daryono.

Ia menambahkan, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4,67 lintang utara dan 126,95 bujur timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 14 km arah Barat Daya Nanusa, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara pada kedalaman 78 km.

Daryono menyampaikan, gempa yang terjadi pada Kamis, 16 Maret 2023 pukul 04.25.39 WIB itu menimbulkan guncangan di daerah Nanusa, Kepulauan Talaud dengan skala intensitas IV-V (Modified Mercally Intensity), artinya getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun.

Advertisement

Gempa itu juga terasa di daerah Gemeh, Tampan’Amma Kepulauan Talaud dan Kota Melonguane dengan skala intensitas IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).

Dan skala intensitas II-III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan akan truk berlalu) di daerah Kota Tahuna, Ondong, Daruba, Tobelo.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Dan hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” katanya.

Hingga pukul 04.55 WIB, ia menambahkan, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo 4,1.

Ia menyampaikan, BMKG mengimbau kepada masyarakat agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Advertisement

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, masyarakat juga diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement