Connect with us

Nasional

Erupsi Gunung Semeru Meningkat Sehari setelah Pemungutan Suara Pemilu 2024

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur meletus empat kali dalam sehari Kamis (15/2/2024) diantaranya ditandai dengan lontaran abu setinggi 1.000 meter

Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur meletus empat kali dalam sehari Kamis (15/2/2024) diantaranya ditandai dengan lontaran abu setinggi 1.000 meter

FAKTUAL INDONESIA: Kamis (15/2/2024), sehari setelah pemungutan suara pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024,  Gunung Semeru erupsi empat kali salah satunya ditandai dengan lontaran abu setinggi 1.000 meter.

Erupsi itu meningkat dibandingkan pada Rabu (14/2/2024), saat pelaksanaan pencoblosan Pemilu 2024, Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu meletus sebanyak 3 kali.

Gunung Semeru yang berada  di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tercatat terus melakukan erupsi akhir-akhir ini termasuk juga saat pelaksanaan kampanye.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, Sigit Rian Alfian dalam keterangan tertulis di Lumajang, Kamis malam, merinci, erupsi pertama terjadi pada pukul 01.13 WIB, erupsi kedua pukul 04.59 WIB, ketiga terjadi pada pukul 06.28 WIB dan terakhir terjadi pada pukul 10.54 WIB.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada 15 Februari 2024, pukul 01.13 WIB dengan tinggi kolom abu vulkanik teramati kurang lebih 700 meter di atas puncak (sekitar 4.376 m di atas permukaan laut),” katanya.

Advertisement

Kolom abu vulkanik teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 143 detik.

Kemudian, pada pukul 04.59 WIB kembali terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau sekitar 4.476 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut dan erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 132 detik.

Erupsi Gunung Semeru terjadi lagi pada pukul 06.28 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak (sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut dan erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 101 detik.

Advertisement

Erupsi keempat kalinya terjadi pada pukul 10.54 WIB dengan visual letusan tidak teramati dan erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 159 detik.

Tak Pengaruhi Pencoblosan

Sehari sebelumnya, erupsi Gunung Semeru tidak mempengaruhi aktivitas warga untuk menyalurkan hak pilihnya atau mencoblos di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang berada di daerah lereng gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut pada Rabu.

“Tidak ada dampak signifikan akibat erupsi Gunung Semeru dan aktivitas warga berjalan normal,” kata Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang Wawan Hadi S. saat dikonfirmasi di kabupaten setempat.

Gunung Semeru mengalami erupsi pada 14 Februari 2024 sebanyak tiga kali yakni pukul 07.00 WIB, pukul 14.56 WIB, dan pukul 15.40 WIB.

Advertisement

Pengamatan dari Pos Pemantauan Gunung Semeru pada pukul 07.00 WIB dilaporkan terjadi erupsi dengan ketinggian abu vulkanik mencapai 13.363 feet (4.176 meter) dan kode warna penerbangan oranye.

Abu vulkanik mengarah ke utara berwarna putih hingga kelabu. Intensitas abu vulkanik teramati tebal dengan amplitudo maksimal 22 mm dan durasi 105 detik.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, Sigit Rian Alfian dalam laporan tertulisnya menyebutkan bahwa erupsi kedua terjadi pada pukul 14:56 WIB dengan tinggi letusan tidak teramati karena tertutup kabur.

Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 130 detik.

Baca juga: Gunung Semeru erupsi lagi dengan ketinggian letusan tak teramati

Advertisement

“Erupsi ketiga terjadi pada pukul 15:40 WIB. Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 127 detik,” katanya.

Sebelumnya Ketua KPU Lumajang Yuyun Baharita mengatakan bahwa pihaknya meminta bantuan BPBD Lumajang untuk sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang berada di daerah rawan bencana erupsi Gunung Semeru.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD Lumajang untuk meminta bantuan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana erupsi Semeru saat pemungutan suara pada 14 Februari 2024,” tuturnya.

Daerah yang masuk dalam zona merah erupsi Gunung Semeru adalah Desa Supiturang di Kecamatan Pronojiwo dan Desa Sumberwuluh di Kecamatan Candipuro.

Demikian laporan erupsi Gunung Semeru yang dipantau dari media online antaranews.com pada Rabu dan Kamis. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement