Nasional

Di Penghujung Selasa, Gunung Semeru Erupsi dengan Tinggi Kolom Abu 1 Km

Published

on

Di Penghujung Selasa, Gunung Semeru Erupsi dengan Tinggi Kolom Abu 1 Km

Di penghujung Selasa (17/2/2026) yang bertepatan dengan Tahun Baru Imlek, Gunung Semeru di Jawa Timur erupsi pukul 23.44 dengan tinggi kolom abu 1 km. (PVMBG)

FAKTUAL INDONESIA: Gunung Semeru di Jawa Timur (Jatim) erupsi dengan tinggi kolom abu 1000 m atau 1 km di penghujung Selasa (17/2/2026). Erupsi yang terjadi pada pukul 23.44 WIB itu menutup sembilan kali rangkaian letusan Gunung Semeru sepanjang Selasa yang bertepatan dengan Tahun Baru Imlek 2026.

“Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Selasa, 17 Februari 2026, pukul 23:44 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 1000 m di atas puncak (± 4676 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara dan selatan. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 148 detik,” tulis Petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),  Sigit Rian Alfian yang dipatau dari laman Magma Indonesia.

Baca Juga : Gunung Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Meluncur 6 Kilometer ke Arah Tenggara

Sigit Rian Alfian juga melaporkan, sebelumnya Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang erupsi 21.50,  20.25, dan 19.45 WIB.

Petugas PVMBG Yadi Yuliandi, A.Md juga maloprkan Gunung Semeru erupsi pukul 16.33 WIB.

Sigit Rian Alfian sebelumnya melaporkan, erupsi Gunung Semeru pukul 09.48 WIB.

Advertisement

Sedangkan petugas PVMBG Liswanto, AP menulis Gunung Semeru erupsi pukul 05.44,

05.31,  00:17 WIB.

Baca Juga : Jumat Legi, Gunung Semeru 7 Kali Erupsi dengan 3 Kali Lontarkan Kolom Abu Setinggi 1 Km

Melihat aktivitas Gunung Smeru, PVMBG memberikan rekomendasi:

  1. Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
  2. Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
  3. Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. ***

Exit mobile version