Nasional

Di Hari Raya Nyepi Gunung Semeru Enam Kali Erupsi dengan Lontaran Kolom Abu Tertinggi 800 Meter

Published

on

Gunung Semeru di Jawa Timur ketika erupsi Kamis (19/3/2026) dengan tinggi kolom abu teramati ± 800 m di atas puncak (± 4476 m di atas permukaan laut).

Gunung Semeru di Jawa Timur ketika erupsi Kamis (19/3/2026) dengan tinggi kolom abu teramati ± 800 m di atas puncak (± 4476 m di atas permukaan laut). (Magma Indonesia)

FAKTUAL INDONESIA: Pada Kamis (19/3/2026) yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, Gunung Semeru di Jawa Timur (Jatim) terdeksi enam kali erupsi. Dalam enam kali erupsi itu Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang itu melontarkan kolom abu tertinggi 800 m.

Berdasarkan laporan yang dilansir pada laman Magma Indonesia, Gunung Semeru sepanjang Kamis erupsi pada pukul 05.21, 06.40, 07.15, 19.00, 19.16, dan 19.38 WIB.

Dari rangkaian erupsi itu ada dua letusan yang tidak teramati. Dalam empat erupsi lainnya, Gunung Semeru melontarkan kolom abu tertinggi 800 m saat erupsi pukul 07.15 WIB.

“Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Kamis, 19 Maret 2026, pukul 07:15 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 800 m di atas puncak (± 4476 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 138 detik,” tulis pertugas PVMBG Mukdas Sofian, A.Md.

Pada erupsi lainnya, Gunung Semeru melontarkan kolom abu setinggi 500 m, 700 m, dan 400 m.

Advertisement

Untuk Gunung Semeru PVMBG memberikan rekomendasi:

  1. Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
  2. Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
  3. Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. ***

Exit mobile version