Connect with us

Nasional

Ciliwung Meluap, Banjir Jakarta Meluas, Air Setinggi 175 Cm Rendam Pemukiman Kebon Pala

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Sejumlah warga tengah melintasi banjir di Kebon Pala, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (27/2/2023), dan sejumlah personel Polsek Kebayoran Baru bersama tiga pilar membantu proses evakuasi warga terdampak banjir di RW 02 Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta. (Ant)

Sejumlah warga tengah melintasi banjir di Kebon Pala, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (27/2/2023), dan sejumlah personel Polsek Kebayoran Baru bersama tiga pilar membantu proses evakuasi warga terdampak banjir di RW 02 Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta. (Ant)

FAKTUAL-INDONESIA: Kali Ciliwung meluap ditambah dengan intensitas hujan tinggi di wilayah DKI Jakarta membuat banjir meluas di Ibukota, Senin (27/2/2023).

Bahkan air setinggi 175 cm merendam pemukiman di di kawasan Kebon Pala, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur,  akibat hujan intensitas tinggi dan luapan Kali Ciliwung.

Intensitas hujan yang tinggi juga membuat warga di RW 02 Kelurahan Petogogan, Jakarta Selatan, terdampak banjir sejak Minggu dengan ketinggian air mencapai 1 m.

“Luapan Kali Ciliwung ini imbas debit air kiriman dari Bogor dan Depok, serta tingginya intensitas curah hujan Jakarta dalam beberapa hari belakangan ini. Yang paling parah warga yang tinggal di bagian belakang dekat dengan Kali Ciliwung mencapai 1,75 meter,” kata Sanusi, Ketua RT 13/RW 04 Kebon Pala, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Sanusi, seperti dipantau dari media antaranews.com, menyebutkan banjir mulai merendam permukiman warga wilayah RT 13/RW 04 sejak Minggu (26/2) sore dan dengan ketinggian hingga mencapai 1,75 meter pada Senin pagi.

Advertisement

Menurut dia, ada sekitar 155 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir dan mayoritas warga masih bertahan di lantai dua rumahnya masing-masing dengan alasan sudah terbiasa menjadi korban banjir luapan Kali Ciliwung selama puluhan tahun.

“Namun, ada 11 orang jiwa yang mengungsi yang terdiri dari lansia dan balita ke kantor Kelurahan Kampung Melayu,” kata Sanusi.

Guna mengantisipasi debit air kembali naik, warga Kebon Pala sudah memasang tali tambang di tiang listrik untuk membantu proses dievakuasi.

Dia menyebutkan banjir kali ini merupakan banjir tertinggi selama tahun 2023 karena sebelumnya hanya satu meter.

Sanusi mengaku warga tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi banjir tersebut dan hanya bisa pasrah banjir dapat segera surut.

Advertisement

Hingga pukul 11.10 WIB tinggi muka air di pintu air Manggarai tercatat masih bersiaga 3, sehingga diperkirakan banjir di permukiman warga Kebon Pala belum dapat surut dalam waktu cepat.

Evakuasi Warga Petogogan

Sejumlah personel kepolisian Polsek Kebayoran Baru dan tiga pilar membantu evakuasi warga terdampak banjir di RW 02 Kelurahan Petogogan, Jakarta Selatan.

“Kami mengerahkan sepuluh  personel untuk membantu evakuasi hari ini,” kata Kapolsek Kebayoran Baru Kompol Tribuana Roseno dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Senin.

Kapolsek Kebayoran Baru itu menuturkan awalnya mendapat informasi dari anggota yang menyebutkan ada sejumlah daerah di wilayahnya yang terendam banjir.

Advertisement

Menurut Seno, banjir yang terjadi di Petogogan sudah berlangsung sejak Minggu (26/2) malam menggenangi sejumlah lokasi.

Maka, tak butuh waktu lama pihak kepolisian segera menggerakkan anggota untuk membantu proses evakuasi warga di sejumlah lokasi ke tempat yang lebih aman.

“Warga yang terdampak yakni dua RW yakni RW02 dan RW03 Kelurahan Petogogan,” terangnya.

Hingga kini, banjir yang awalnya setinggi sekitar satu meter sudah berangsur surut sehingga warga bisa leluasa membersihkan sisa banjir maupun menyelamatkan barang berharga di rumahnya.

“Alhamdulillah tidak ada yang mengungsi, namun kami sudah mendirikan posko siaga bencana di kantor Kelurahan Petogogan,” tutupnya.

Advertisement

Sebelumnya, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat melanda sebagian besar wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Minggu (26/02) hingga Senin pagi, menyebabkan kenaikan status siaga Pintu Air Manggarai menjadi siaga tiga atau Waspada.

Kemudian, pintu air lain juga siaga tiga atau waspada yakni Bendung Katulampa, Pintu Air Karet, dan Pintu Air Pasar Ikan.

Sedangkan Pos Angke Hulu dan Pos Sunter Hulu menjadi Siaga Dua atau siaga.

Selain di Kecamatan Kebayoran Baru, Banjir juga menggenangi dua RT di Cilandak Timur di Jakarta Selatan dengan ketinggian air hingga 70 cm akibat luapan Kali Krukut.

Banjir Meluas

Advertisement

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI mengerahkan 267 Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama tim gabungan dari sejumlah instansi untuk menangani banjir yang meluas di 48 Rukun Tetangga (RT) di Ibu Kota dengan ketinggian air hingga 1,3 meter.

“Sebanyak 267 personel TRC dikerahkan di seluruh kelurahan di Jakarta,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI, M Insyaf di Jakarta, Senin.

Sebelumnya, pada Senin pukul 06.00 WIB, banjir menggenangi 24 RT di Jakarta, hingga pukul 09.00 WIB banjir meluas di 48 RT di Ibu Kota.

Ketinggian air di atas satu meter terjadi di Jakarta Timur yakni di Kelurahan Cawang sebanyak 13 RT dengan ketinggian air hingga 1,3 meter akibat curah hujan tinggi dan Kali Ciliwung meluap.

Kemudian sebanyak lima RT di Kelurahan Bidara Cina dengan ketinggian air hingga 1,2 meter akibat curah hujan tinggi dan Kali Ciliwung meluap.

Advertisement

Luapan Kali Ciliwung juga menyebabkan enam RT teredam banjir hingga ketinggian hingga 1,25 meter.

Selain itu, banjir juga terjadi di Cililitan ada satu RT dengan ketinggian air 50-60 centimeter (cm) dan di Kelurahan Cipinang Muara ada tiga RT dengan ketinggian air hingga 50 cm akibat curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung.

Selain di Jakarta Timur, banjir juga terjadi di Jakarta Barat terdapat 18 RT di Kelurahan Kembangan Utara ada satu RT dengan ketinggian air 60 cm, Kelurahan Tegal Alur ada empat RT dengan ketinggian air hingga 40 cm.

Selanjutnya, banjir masih terjadi di Kelurahan Rawa Buaya ada sembilan RT dengan ketinggian air hingga 60 cm akibat luapan Kali Krukut dan di Kelurahan Kedaung Kaliangke sebanyak empat RT dengan ketinggian air hingga 40 cm akibat luapan Kali Angke.

Banjir juga masih menggenangi dua RT di Cilandak Timur di Jakarta Selatan dengan ketinggian air hingga 70 cm akibat luapan Kali Krukut.

Advertisement

“Untuk siaga bencana, tidak hanya banjir, semua instansi terkait kedaruratan kami libatkan,” ucap Insyaf.

BPBD DKI menggandeng Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) dan instansi terkait lain untuk melakukan penyedotan genangan dan banjir.

Selain personel, pihaknya juga mengerahkan ratusan pompa stasioner dan pompa keliling untuk menyedot banjir bekerja sama dengan Dinas SDA DKI. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement