Connect with us

Nasional

Banjir Landa Aceh Berdampak 20.797 Warga Mengungsi, Jalan Banda Aceh-Medan Ambles

Gungdewan

Diterbitkan

pada

 

Banjir disebabkan tingginya intensitas hujan di Aceh memaksa warga mengungsi dan jalan lintas Banda Aceh-Medan tepatnya Kilometer (KM) 81, Gampong Simpang Beutong, Kecamatan Muara Tiga, Pidie, ambles akibat hujan  Minggu (22/1/2023).

Banjir disebabkan tingginya intensitas hujan di Aceh memaksa warga mengungsi dan jalan lintas Banda Aceh-Medan tepatnya Kilometer (KM) 81, Gampong Simpang Beutong, Kecamatan Muara Tiga, Pidie, ambles akibat hujan Minggu (22/1/2023).

FAKTUAL-INDONESIA: Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan banjir melanda beberapa kabupaten/kota di Aceh sehingga sebanyak 20.797 warga provinsi paling barat Indonesia itu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh mencatat kabupaten di Aceh yang dilanda banjir, yakni Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Timur, Aceh Tamiang dan Aceh Utara.

Selain itu BPBD juga mengemukakan  tanah longsor di ruas jalan kawasan di Aceh Tengah bahkan jalan lintas Banda Aceh-Medan tepatnya di kilometer (KM) 81 Gampong Simpang Beutong, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie ambles akibat curah hujan tinggi yang melanda kawasan tersebut..

“Dari data ini umumnya korban banjir masih mengungsi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Ilyas melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD di Banda Aceh, Senin malam.

Advertisement

BPBD Aceh mencatat kabupaten di Aceh yang dilanda banjir, yakni Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Timur, Aceh Tamiang dan Aceh Utara, serta tanah longsor di ruas jalan kawasan di Aceh Tengah.

Ia menjelaskan, banjir melanda 21 kecamatan di Pidie dengan ketinggian air antara 30-70 centimeter. Jumlah korban terdampak sebanyak 3.696 jiwa dalam 1.205 kepala keluarga (KK), dan semua korban terdampak tersebut harus mengungsi.

Di Kabupaten Pidie Jaya banjir merendam delapan kecamatan, dengan korban terdampak 24.370 jiwa dalam 7.854 KK. Namu,  tidak ada warga yang mengungsi, menyusul ketinggian air sudah mulai stabil.

Selanjutnya di Bireuen, banjir merendam 13 kecamatan, dengan total korban terdampak 22.185 jiwa dalam 6.199 KK. Bahkan, sebanyak 7.106 jiwa dalam 2.136 KK harus mengungsi mengingat ketinggian banjir di daerah itu mulai 20-80 centimeter.

Selain itu, banjir juga merendam lima kecamatan di Aceh Timur dengan total korban terdampak 2.824 jiwa dalam 706 KK, dan 634 jiwa dalam 658 KK di antaranya harus mengungsi. Ketinggian air banjir di Aceh Timur mulai 50 centimeter hingga satu meter.

Advertisement

Sedangkan di Aceh Tamiang, banjir merendam 12 kecamatan dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari 20 centimeter hingga 3 meter. Korban terdampak di Aceh Tamiang mencapai 10.100 jiwa dalam 3.107 KK, dan 3.132 jiwa dalam 922 KK di antaranya harus mengungsi.

“Tercatat 507 hektare sawah dan 495 hektare sawit terendam banjir mengalami kerusakan, yang tersebar di tiga kecamatan di Aceh Tamiang. Dan jua 652 unit rumah rusak ringan di dua kecamatan,” katanya.

Sementara di Kabupaten Aceh Utara, banjir merendam tujuh kecamatan dengan ketinggian air 30 centimeter hingga 3,5 meter. Korban terdampak sebanyak 18.154 jiwa dalam 5.147 KK, dan 6.229 jiwa dalam 1.699 KK terpaksa harus mengungsi.

“Beberapa wilayah debit air sudah mulai surut, dan ada juga pengungsi yang sudah kembali ke rumah masing-masing. Dampaknya 630 hektare lahan sawah mengalami kerusakan,” katanya.*

Jalan Ambles

Advertisement

Jalan lintas Banda Aceh-Medan tepatnya di kilometer (KM) 81 Gampong Simpang Beutong, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie ambles akibat curah hujan tinggi yang melanda kawasan tersebut.

“Kejadian tersebut terjadi sejak, Sabtu (21/1), disebabkan karena tingginya curah hujan melanda daerah itu,” kata Kasat Lantas Polres Pidie Iptu Mahruzar Hariadi dalam laporannya yang diterima di Banda Aceh, Senin.

Kata Mahruzar, sejauh ini pihaknya sudah memasang rambu-rambu peringatan dan mengimbau kepada pengguna jalan agar waspada saat melintasi kawasan tersebut guna mencegah terjadinya kecelakaan.

“Tetapi untuk pengaturan lalu lintas masih aman dan lancar, serta tidak terjadinya kemacetan,” ujarnya.

Mahruzar menyampaikan pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Aceh untuk segera memperbaiki jalan tersebut, sehingga lalu lintas kembali normal.

Advertisement

Dirinya mengimbau kepada masyarakat pengguna jalan untuk selalu berhati-hati saat berkendara selama musim penghujan ini, terutama waktu melintasi kawasan yang amblas itu.

“Kita imbau pengguna jalan agar berhati-hati di kawasan tersebut, sehingga tidak terjadinya kecelakaan,” ujar Mahruzar.

Demikian pantaun media antaranews.com yang melaporkan BPBA catat 20.797 warga Aceh mengungsi akibat banjir dan jalan lintas Banda Aceh-Medan di Gampong Simpang Beutong, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie ambles akibat curah hujan tinggi yang melanda kawasan tersebut. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca