Nasional
Banjir Bandang dan Longsor Sulsel: 4 Orang Hanyut, 8 Meninggal dan Jalan 3 Kabupaten Terputus
Banjir dan tanah longsor menerjang beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan, Jumat, sehingga mengakibatkan korban jiwa dan jalan terputus
FAKTUAL INDONESIA: Banjir dan tanah longsor menerjang beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan (Sulsel) akibat curah hujan cukup tinggi sejak Jumat (3/5/2024) pagi.
Terjangan banjir dan tanah longsor di beberapa kabupaten di Sulsel itu mengakibatkan 4 (empat) orang hanyut, 8 (delapan) meninggal dunia dan jalan di 3 kabupaten terputus.
Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin mengemukakan akibat bencana yang menimpa beberapa wilayah kabupaten di Sulsel telah ditetapkan tanggap darurat. Selanjutnya dilakukan penanganan sesuai Standar Operasi Prosedur (SOP).
“Kami sendiri sudah menetapkan tanggap darurat. Saya sudah perintahkan bupati dan wali kota yang terkena banjir dan longsor untuk berada di tempat dan tidak meninggalkan lokasi,” tegasnya.
Sementara itu Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Pol Andi Rian Djajadi menyatakan, dari informasi sementara yang diterima, masih ada empat korban yang masih belum ditemukan karena hanyut terbawa arus air saat banjir terjadi.
“Mudah-mudahan dengan semua kekuatan yang kita kerahkan, berjibaku, bahu-membahu, para korban segera ditemukan,” harap Andi.
Seperti dipantau dari laporan media online yang dilansir dari antaranews.com, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel Amson Pandolo saat dikonfirmasi wartawan di Makassar, Jumat, mengemukakan, ebanyak tujuh warga meninggal akibat bencana tanah longsor di Desa Buntu Sarek, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, dan satu orang di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel).
“Iya, ada tujuh orang korban meninggal dunia akibat tanah longsor di Kabupaten Luwu,” ujar Amson Pandolo.
Dari data yang masuk, identitas korban tanah longsor yang meninggal dunia di Desa Buntu Sarek berjenis kelamin perempuan atas nama Rumpak (97), Jatima (55), Mawi (57), dan Sukma (9). Selanjutnya korban laki-laki atas nama Rima (84), Muh Misdar (29) dan Kapila (84). Sedangkan satu korban di Sidrap.
Sejauh ini tim BPBD dan SAR gabungan sedang melakukan evakuasi dan asesmen terhadap para korban terdampak tanah longsor di lokasi kejadian.
Informasi sementara yang dihimpun, bencana tanah longsor bukan hanya di Luwu, namun bencana tanah longsor dan banjir terjadi di beberapa kabupaten lain dipicu curah hujan cukup tinggi seperti di Kabupaten Sidrap, Kabupaten Enrekang, dan Kabupaten Wajo.
“Bencana longsor terjadi di Sidrap, Enrekang, Wajo, dan Luwu. Saat ini di Luwu, Kecamatan Latimojong, ada tujuh meninggal, termasuk di Suli dan Suli Barat. Untuk banjir hampir merata di Luwu,” paparnya.
Saat ditanyakan berapa jumlah korban dan rumah yang terdampak banjir dan tanah longsor yang tersebar di empat kabupaten tersebut, ia mengatakan sampai saat ini tim sedang merampungkan data serta membantu evakuasi korban bencana alam.
“Belum terdata, karena tim masih fokus melaksanakan evakuasi dan pertolongan, serta belum mendata berapa rumah yang rusak,” kata Amson Pandolo.
Sedangkan dampak bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Enrekang, kata Amson, dari data sementara tercatat 22 titik lokasi sejak Kamis 2 Mei 2024.
“Ada 22 titik bencana baik banjir maupun tanah longsor terjadi di Kabupaten Enrekang, tersebar di delapan kecamatan,” katanya.
Untuk ketinggian banjir di 22 titik tersebut bervariasi antara 40 hingga 150 sentimeter. Selebihnya tanah longsor yang menutupi akses jalan Trans Sulawesi dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
“Data sampai saat ini masih dihimpun di posko siaga bencana, begitu pula kerugian materiil dari bencana tanah longsor dan banjir masih dalam pendataan,” kata Amson Pandolo.
Dampak dari longsor di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, menyebabkan akses transportasi pada tiga kabupaten tetangga menjadi terputus yakni Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Pinrang dan Kabupaten Sidrap.
“Hujan deras terus mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Enrekang sejak Kamis (2/5) menyebabkan tanah longsor di wilayah daerah wisata Dante Pine, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang hari ini,” kata Amson Padolo.
Dia mengatakan bencana longsor dipicu oleh curah hujan yang cukup tinggi dan menyebabkan banjir pada 22 titik bencana di daerah tetangga yakni Kabupaten Tana Toraja, Pinrang, Sidrap dan Wajo.
Akibatnya akses transportasi di antara kabupaten Tana Toraja, Enrekang, Pinrang, dan Sidrap, menjadi terputus, karena longsor menimbun badan jalan sehingga jalan provinsi itu tidak dapat menghubungkan kabupaten yang melintasi kabupaten Enrekang.
Karena itu, tim Terpadu di lapangan segera melakukan penanganan di lapangan dengan mengerahkan alat berat untuk mencoba membuka akses longsor yang menutupi jalan sekitar empat meter.
Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Bahtiar Baharuddin menyampaikan duka cita mendalam atas bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang lima kabupaten yaitu Luwu, Enrekang, Sidrap, Wajo, dan Sinjay, pada Jumat dini hari.
“Sebelum saya memberikan sambutan, mohon berkenan kepada kita semua untuk mendoakan saudara-saudara kita di Luwu, Enrekang, Sidrap, Wajo, dan Sinjai, yang mendapatkan cobaan bencana banjir dan tanah longsor,” ucapnya saat menghadiri peringatan Hari Jadi Luwu Timur, Jumat.
Bahtiar bersama Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Pol Andi Rian Djajadi bergerak cepat melakukan penanganan terhadap musibah banjir dan longsor yang melanda beberapa kabupaten di provinsi itu.
“Langkah-langkah penanganan sudah kami kerahkan. Kami juga sudah koordinasikan. Beberapa korban sudah ditemukan di Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu,” ujar Kapolda melalui keterangannya yang diterima saat sedang berada di wilayah Luwu Raya, Jumat malam
Andi Rian mengatakan curah hujan cukup tinggi sejak Jumat pagi di beberapa daerah kabupaten. Dari informasi yang dihimpun, wilayah yang terdampak bencana mulai dari Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Wajo, Enrekang, dan Luwu.
Ia mengemukakan kondisi paling parah terjadi di Kabupaten Sidrap, Luwu, dan Wajo. Terdapat korban jiwa di Luwu dan Sidrap. ***
