Connect with us

Nasional

Banjir Aceh: Ribuan Warga Mengungsi di Pidie dan Bireuen, BNPB Imbau Waspada Hujan Lebat

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Bencana banjir di Kabupaten Pidie dan Petugas BPBD mengevakuasi warga yang terdampak banjir di Kabupaten Bireun, Provinsi Aceh, Sabtu (21/1/2023).

Bencana banjir di Kabupaten Pidie dan Petugas BPBD mengevakuasi warga yang terdampak banjir di Kabupaten Bireun, Provinsi Aceh, Sabtu (21/1/2023).

FAKTUAL-INDONESIA: Bencana banjir yang melanda Provinsi Aceh telah memaksa ribuan warga di Pidie dan Bireuen, mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Sebanyak 3.336 jiwa dari 21 kecamatan menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie menjadi korban banjir sehingga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kemudian bencana banjir telah memaksa 1.443 keluarga yang terdiri atas 4.665 orang mengungsi di Kabupaten Bireuen.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau pemerintah daerah dan warga di beberapa wilayah Aceh untuk tetap waspada dan siap siaga dalam menghadapi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi menyebabkan bencana banjir.

“Rumah mereka terendam banjir sehingga 1.205 kepala keluarga dari 21 kecamatan mengungsi akibat hujan deras sejak Jumat (20/1),” kata Kabid Darurat dan Logistik Bencana BPBD Pidie Nasruddin di Sigli, Ahad.

Advertisement

Seperti dipatau dari media online, antaranews.com melaporkan, Nasruddin menjelaskan data sementara yang diinput di lapangan hanya ada dua Kecamatan dari 23 kecamatan se-Kabupaten Pidie yang aman dari banjir kali ini, yakni daerah tinggi di Mane dan Geumpang.

Adapun titik lokasi banjir terbanyak di wilayah Kembang Tanjong dengan imbas hingga 27 gampong (kampung) yang terdampak bencana banjir dari total 176 Gampong yang terendam banjir di Kabupaten tersebut.

Adapun titik lokasi pengungsian didirikan di Kecamatan Peukan Baro, Kecamatan Pidie, Indra Jaya, Mutiara Timur, Mutiara Barat, Kembang Tanjong dan Padang Tiji.

Sebelumnya, Pj Bupati Pidie, Wahyudi Adisiswanto meninjau langsung korban banjir di tempat pengungsian Padang Tiji menyusul air merendam rumah warga di Kabupaten Pidie sejak Sabtu (21/1).

“Di lokasi belum adanya bantuan masa panik, hari ini konsentrasi pada dapur umum terlebih dulu untuk korban banjir di pengungsian,” kata Wahyudi di Sigli.

Advertisement

Peninjauan langsung masyarakat terdampak banjir tersebut dilakukan setibanya dari dinas di luar daerah dan langsung menuju ke titik lokasi banjir yang didampingi oleh Forkopimda.

Sementara itu  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa bencana banjir telah memaksa 1.443 keluarga yang terdiri atas 4.665 orang mengungsi di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.

Pusat Pengendalian Operasi BNPB mencatat hingga Sabtu (21/1) pukul 23.30 WIB banjir secara keseluruhan berdampak pada 4.364 keluarga yang terdiri atas 9.386 orang di delapan kecamatan di Bireuen, yakni Peudada, Jeunib, Sp Mamplam, Peulimbang, Peusangan Selatan, Kota Juang, Samalanga, dan Pandrah.

Sebagaimana dikutip dalam siaran pers BNPB di Jakarta, Minggu, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bahwa banjir menyebabkan 4.364 rumah dan delapan hektare sawah tergenang setinggi 25 hingga 100 cm di kecamatan-kecamatan tersebut.

​​​​​”Banjir terjadi pasca-hujan mengguyur wilayah tersebut pada pukul 04.30 waktu setempat,” katanya.

Advertisement

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen sudah mengerahkan petugas ke daerah-daerah terdampak banjir untuk mendata dampak bencana, membantu mengevakuasi warga, dan menyalurkan bantuan bagi warga.

Waspada

​​​​​​Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menyampaikan peringatan dini berkenaan dengan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang dapat disertai angin kencang di bagian wilayah Provinsi Aceh pada Minggu (22/1) hingga Senin (23/1).

Selain itu, menurut BMKG kondisi cuaca ekstrem berpeluang terjadi di bagian wilayah Indonesia pada masa puncak musim penghujan.

Oleh karena itu, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga di beberapa wilayah Aceh untuk tetap waspada dan siap siaga dalam menghadapi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi menyebabkan bencana banjir.

Advertisement

“Potensi cuaca dengan intensitas tersebut berpeluang terjadi di wilayah yang saat ini terdampak banjir dan wilayah-wilayah lain di Provinsi Aceh,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Ia menyampaikan, sejumlah wilayah di Provinsi Aceh sebelah utara dilanda banjir pada akhir minggu pertama Januari 2023. Genangan tak dapat dihindari setelah hujan lebat mengguyur beberapa kabupaten, seperti Aceh Timur, Pidie, Pidie Jaya dan Bireuen.

“Banjir masih merendam di beberapa wilayah Aceh hingga Minggu (22/1),” katanya.

Ia mengemukakan, hujan deras yang terjadi sejak Jumat (20/1) menyebabkan debit air Sungai Simpang Jernih meluap. Dua desa atau gampong, yaitu Desa Pante Kera dan Rantau Pajang, di Kecamatan Simpang Jernih terendam banjir.

Sebanyak 104 KK terdampak dan lima KK mengungsi saat banjir dengan tinggi muka air 40-80 cm menggenangi rumah warga. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca