Nasional
Bali Utara Mendunia! Buleleng Kembali Jadi Panggung Festival Budaya Internasional 2026

Kabupaten Buleleng, Bali, kembali dipercaya menjadi tuan rumah Buleleng International Rhythm Festival (BIRF) untuk ketiga kalinya secara berturut-turut pada 11–14 Maret mendatang. (Foto : Istimewa)
FAKTUAL INDONESIA: Pesona Bali Utara kembali menyihir mata dunia. Untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, Kabupaten Buleleng resmi didapuk sebagai tuan rumah gelaran bergengsi Buleleng International Rhythm Festival (BIRF) 2026. Kepercayaan ini semakin mengukuhkan posisi Buleleng bukan sekadar destinasi wisata, melainkan pusat diplomasi budaya global.
Festival yang menjadi wadah pertemuan ritme dan seni tradisional ini dijadwalkan berlangsung pada 10–15 Maret 2026, dengan puncak acara yang diprediksi akan menyedot perhatian ribuan pasang mata pada 11–14 Maret mendatang.
Baca Juga : Melestarikan Budaya, Pemkab Buleleng Gelar Enam Lomba Semarakan Bulan Bahasa Bali ke-8 Tahun 2026
Kepercayaan UNESCO
Bukan tanpa alasan Buleleng terpilih kembali. Direktur International Organization of Folk Art (IOV) UNESCO Indonesia Wilayah Bali, I Gusti Ngurah Eka Prasetya (Gus Eka), menegaskan bahwa konsistensi masyarakat Bali Utara dalam merawat tradisi adalah kunci utama.
“Ini bukan sekadar festival. Ini adalah bentuk kepercayaan dunia internasional kepada Buleleng yang konsisten menjaga, merawat, sekaligus mempromosikan seni tradisi,” ujar Gus Eka dalam konferensi pers di Puri Kanginan, Sabtu (14/2/2026), seperti dilansir infopublik.id.
Baca Juga : Jadi Sasaran Isu Tidak Benar Terkait Penangkapan Narkoba di Buleleng, Kalapas Kerobolan: Nama Cuke Bukan Warga Kami
Kolaborasi Lintas Negara
Tahun ini, BIRF akan menghadirkan delegasi seniman, budayawan, hingga akademisi dari enam negara. Mereka tidak hanya datang untuk tampil, tetapi juga untuk saling bertukar pengetahuan melalui ritme tradisional masing-masing.
Menariknya, festival ini merupakan hasil “keroyokan” positif antara:
- UNESCO & IOV Indonesia sebagai payung internasional.
- Yayasan Sanggar Seni Santi Budaya selaku penggerak utama di lapangan.
- Pemerintah Kabupaten Buleleng & Puri Kanginan sebagai pendukung penuh.
- Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) yang membawa sentuhan riset dan edukasi agar anak muda lokal turut terlibat aktif.
Baca Juga : Kunjungi Pantai Lovina Buleleng, Wamenpar Ni Luh: Kita Harus Switch Citra Pariwisata Bali
Lebih dari Sekadar Panggung Seni
Dampak BIRF 2026 ternyata sudah mulai terasa jauh sebelum gong pembukaan dipukul. Sejumlah delegasi internasional dilaporkan telah tiba lebih awal untuk mencicipi keindahan Bali.
Denyut Ekonomi Lokal: UMKM kebanggaan Buleleng, mulai dari olahan pangan sorgum hingga kerajinan anyaman bambu, mendapatkan panggung khusus untuk unjuk gigi di hadapan tamu mancanegara.
Baca Juga : CCFG dari China Akan Bangun Bandara Internasional di Buleleng, Bali Utara
Wisata Desa: Desa Wisata Panji dan Desa Wisata Kalibukbuk turut kecipratan berkah dengan menjadi destinasi kunjungan para delegasi.
Transfer Ilmu: Tidak hanya di panggung besar, workshop budaya juga merambah ke sekolah-sekolah dan kampus di Buleleng, memberikan kesempatan bagi pelajar lokal untuk berinteraksi langsung dengan maestro dunia.
Melalui BIRF 2026, Buleleng ingin mengirimkan pesan kuat kepada dunia: Bali tidak hanya punya pantai yang indah, tapi juga memiliki akar budaya yang sangat dalam dan tangguh.
Festival ini menjadi bukti bahwa tradisi lokal bisa menjadi bahasa universal yang menyatukan perbedaan di bawah dentuman ritme yang harmonis. ***