Nasional
Aksi Nyata Paguyuban MASTRIP Jawa Timur Gelar Bakti Sosial di Kawasan TMPN Kalibata

Paguyuban MASTRIP Jawa Timur menggelar acara Bakti Sosial untuk keluarga karyawan TMPN Kalibata dan masyarakat sekitarnya di Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026). (Gungdewan)
FAKTUAL INDONESIA: Ratusan warga masyarakat yang terdiri dari para karyawan penjaga makam dan sekuriti Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Kalibata, pengemudi ojek online (ojol) dan taksi antusias mengikuti acara baksos atau bakti sosial yang digelar Paguyuban MASTRIP Jawa Timur di kompleks TMPN) Kalibata, Jakarta dan sekitarnya, Kamis (12/3/2026).
Kegiatan Baksos MASTRIP Peduli 2026 berupa pembagian sembako dan pemberian uang lebaran kepada masyarakat yang bekerja informal sebagai bagian rasa empati dan simpati serta peduli yang menjadi bagian dari anak bangsa Indonesia.
Pada siang hari yang terik matahari saat puasa Ramadan 1447 H tersebut, ternyata tak membuat kendor para Pengurus MASTRIP dan ratusan warga masyarakat berkumpul bersama untuk saling menebar kebaikan jelang Idul Fitri atau lebaran tahun 2026 tersebut.
Ketua Bidang Kemitraan dan Kemasyarakatan Sosial Paguyuban Mas TRIP Anna R Legawati mengatakan pembagian sembako dan uang lebaran kepada pengemudi ojol, sopir taksi, dan sekuriti menjadi program rutin Paguyuban MASTRIP di setiap bulan Ramadan setiap tahunnya.
Ini sebagai penegasan bahwa ormas putra-putri para pelajar pejuang masa revolusi dalam mengusir penjajah Belanda dan Jepang sejak awal telah dilahirkan dan berdiri berada di tengah-tengah rakyat.
Paguyuban MASTRIP Jatim ini memberikan perhatian, empati, dan simpati kepada masyarakat yang rentan terhadap inflasi.
Menurut Anna, Paguyuban MASTRIP yang merupakan keluarga anak-anak Tentara Pelajar dibawah kepemimpinan Ketua Umum Destry Damayanti yang saat ini dipercaya sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) periode 2024-2029, berusaha merawat legacy para orang tua mereka yang telah menjadi patriot bangsa dengan membangun solidaritas dan kegotong-royongan kepada anak bangsa lainnya.
Anna berharap ratusan paket sembako yang diberikan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan warga yang akan berlebaran pekan depan.
“Acara bakti sosial sering kami lakukan. Untuk saat sekarang salah satunya pemberian 500 lebih paket sembako, berupa beras, minyak goreng, tepung terigu dan gula pasir,” ungkap aktivis perempuan dan anak ini.
Eks Anggota DPRD DKI Jakarta ini mengemukakan, Paguyuban MASTRIP merupakan organisasi masyarakat keluarga Tentara Republik Indonesia Pelajar.
“Itu orang tua kami yang dulunya waktu masih muda, sudah berjuang begitu berani dan siap mati demi Indonesia merdeka di daerah Jawa Timur. Dan pada saat sekarang banyak dari orang tua kami yang sudah beristirahat di TMPN Kalibata. Nah untuk itu pada kesempatan ini sebagai ucapan terima kasih kami kepada bapak-bapak yang sudah merawat makam orang tua kami semua. Maka kami ingin memberikan sedikit sembako, jangan dilihat harganya tapi dilihat dari keikhlasan kami putra-putrinya untuk bapak-bapak sekalian,” urainya.
Anna menegaskan, bakti sosial ini sebagai sumbangsih dari MASTRIP untuk warga masyarakat.
“Sekali lagi saya titip ya pak, titip kepada bapak-bapak untuk merawat makam dari orang tua kita semua, pahlawan kita semua, pahlawan Indonesia. Dan mudah-mudahan apa yang bapak kerjakan merawat makan para pahlawan bangsa ini dengan ikhlas, akan mendapatkan balasan pahala dari Allah SWT,” ucap Anna.
Perhatian Pemerintah Pusat
Dalam kesempatan itu Anna menjelaskan, program bakti sosial MASTRIP Peduli ini dilaksanakan setiap tahun diantaranya dengan pembagian sembako.
Setelah kegiatan di Kalibata, MASTRIP
Peduli akan bergeser ke Citos, Cilandak, Jakarta, Sabtu (14/3/2026).
Anna mengungkapkan, bukan hanya kegiatan pembagian takzil dan sembako selama bulan suci Ramadan saja Paguyuban MASTRIP bergerak di akar rumput.
Kepedulian Paguyuban MASTRIP Jatim diwujudkan dengan menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan.
Selain itu Anna menjelaskan, setiap tanggal 21 Juli, diadakan peringatan atas peristiwa di tahun 1946 yakni perlawanan 37 anak pelajar melawan pasukan Komando Belanda.
Peringatan ini diadakan di Kota Malang yang diputuskan menjadi Markas Besar MASTRIP Jawa Timur.
“Kejadiannya di Jalan Salak. Peristiwa itu selalu kita peringati sebagai refleksi dan pengingat generasi sekarang untuk tidak boleh melupakan sejarah (Jasmerah),” tegas Anna
Sekjen PP FKPPI ini menyebutkan dirinya merupakan generasi kedua dari MASTRIP. Saat ini telah berkembang generasi ketiga, bahkan sudah ada generasi keempat.
“Di setiap 10 November kita ke Jawa Timur. Ada acara Peringatan Hari Pahlawan. Kami juga melakukan ziarah ke makam pahlawan. Termasuk di Jakarta,” terangnya.
Pada kesempatan ini, Anna mengajak generasi ketiga dan keempat untuk meneruskan legacy nilai-nilai perjuangan para pejuang kemerdekaan dengan membuat film dokumenter maupun kegiatan napak tilas.
Kegiatan MASTRIP Peduli ini juga dilaksanakan oleh pengurus daerah di berbagai wilayah Indonesia seperti Jawa Timur, Jawa Tengah dan daerah lainnya.
Untuk pertemuan di Malang selain ziarah ke taman makam pahlawan juga ada bazar yang melibatkan UMKM serta ada pengobatan gratis.
Menyinggung tentang perhatian pemerintah terhadap organisasi Paguyuban MASTRIP, Anna menyatakan Pemerintah Jawa Timur telah memberikan perhatian terhadap kegiatan-kegiatan organisasi ini.
“Harapan kami pemerintah pusat juga memberikan perhatian serupa, peduli kepada keluarga para pelajar pejuang. Yang penting Pemerintah Pusat mengakui dulu bahwa pernah ada MASTRIP yang berjuang dengan gagah berani karena keterpanggilan memperjuangkan Kemerdekaan Republik Indonesia,” pungkas Anna. ***