Nasional

Akhirnya Pemilik KMP Tunu Pratama Jaya Buka Suara, Minta Maaf Siap Berikan Santunan dan Evaluasi Menyeluruh

Published

on

Akhirnya Pemilik KMP Tunu Pratama Jaya Buka Suara, Minta Maaf Siap Berikan Santunan dan Evaluasi Menyeluruh

Perwakilan PT Raputra Jaya, operator swasta pemilik KMP Tunu Pratama Jaya, Ulum Udin menyampaikan permohonan maaf dan duka cita atas tragedi tenggelamnya kapal penumpang itu

FAKTUAL INDONESIA: Akhirnya, pemilik KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali dengan membawa total 65 orang, buka suara.

Perwakilan PT Raputra Jaya, operator swasta pemilik KMP Tunu Pratama Jaya, Ulum Udin menyampaikan permohonan maaf dan duka cita atas tragedi tenggelamnya kapal penumpang itu.

Udin saat konferensi pers di Banyuwangi, Sabtu (5/7/2025), selain menyampaikan permintaan maaf dan duka cita juga berjanji akan memberikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal dunia.

Selain itu dia juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan pelayaran, sistem operasional, kesiapan awak serta kondisi teknis armada.

Baca Juga : Tim SAR Lanjutkan Pencarian 29 Orang yang Hilang dari Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya

“Pertama dan utama kami menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya atas kejadian ini. Kami sangat berduka atas musibah yang menimbulkan korban jiwa dan luka rasa berbelasungkawa kami sampaikan kepada seluruh keluarga korban,” kata Udin

Advertisement

Dia menambahkan, pihaknya mendoakan  agar para korban mendapatkan penanganan terbaik serta keluarga yang ditinggalkan beri kekuatan dan ketabahan.

Udin menyatakan sebagai operator, pihaknya tentu menyadari keselamatan para penumpang kapal merupakan tanggung jawab pengelola.

“Sebagai operator pelayaran, kami menyadari sepenuhnya bahwa keselamatan dan keamanan penumpang adalah tanggung jawab utama kami,” ujarnya.

Maka dari itu, sejak mendapat laporan pertama kali terkait insdien itu, pihaknya berkoordinasi dengan tim terkait untuk membantu proses evakuasi, pencarian dan penanganan korban.

Baca Juga : Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya: 30 Penumpang Belum Ditemukan, Kapal Besar Dikerahkan

“Kami juga terus berkoordinasi dengan ASDP sebagai operator pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk. Guna memfasilitasi penyediaan bantuan darurat bagi seluruh korban dan keluarga yang saat ini masih menunggu kabar terkait proses pencarian. Komitmen kami adalah hadir di tengah keluarga korban mendampingi dan membantu semaksimal mungkin dalam masa sulit ini,” jelasnya seperti dilansir jatim.jpnn.com.

Advertisement

Udin menyatakan sebagai bentuk tanggung jawab, pihaknya akan memberikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal dunia.

“Memastikan bahwa bantuan logistik serta pendampingan di lokasi terus berjalan,” kata dia. Dengan adanya kejadian ini, pihaknya berkomitmen melakukan evaluasi terkait keselamatan hingga kelayakan berlayar. Pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan pelayaran, sistem operasional, kesiapan awak serta kondisi teknis armada. “Langkah-langkah ini menjadi komitmen kami agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Kami akan terus memberikan pembaharuan informasi secara berkala sering perkembangan di lapangan yang dimonitor oleh Pak  Basarnas. Terima kasih,” pungkasnya. ***

Exit mobile version