Home LifestyleWisata Pandemi Terkendali, Pemkot Jogja Berharap Wisatawan Mulai Kerasan

Pandemi Terkendali, Pemkot Jogja Berharap Wisatawan Mulai Kerasan

oleh Ki Pujo Pandunung

 

Tebing Brexi wisata andalan baru di Jogja. (Foto: Faktualid/Ki Pujo Pandunung)

 

FAKTUAL–INDONESIA: Seiring pandemi yang mulai terkendali, Pemerintah Kota Yogyakarta (Jogja) berharap laju wisatawan kembali berjalan normal, dan diharapkan wisatawan lebih kerasan sehingga lama tinggal di Jogja juga meningkat.

Apabila upaya meningkatkan lama tinggal wisatawan terwujud, maka hal itu bakal mampu mendongkrak perekonomian masyarakat Jogja. Salah satu langkah yang ditempuh Pemkot Jogja untukj mewujudkan hal itu, dengan mengkaji analisis lama tinggal wisatawan bersama para pelaku pariwisata di Kota Jogja.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja, Wahyu Hendratmoko, Jogja harus diakui merupakan destinasi wisata unggulan di Indonesia. Sektor pariwisatanya terbukti ampuh dalam menggerakan perekonomian warga, menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Karena itu, upaya menjaga dan meningkatkan kunjungan wisata tetap harus dilakukan, melihat perkembangan kepariwisataan daerah lain juga berkembang pesat,” kata Wahyu dalam diskusi Kajian Analisis Lama Tinggal Wisatawan di Jogja, Selasa (19/10/2021).

Jika bisa diketahui lama tinggal wisatawan, hal itu dapat dijadikan indikasi tingkat kepuasan wisatawan terhadap kualitas daya tarik wisata dan potensi untuk berkunjung kembali.

Pada 2019 lalu, lama tinggal wisatawan di Kota Jogja terealisasi 2,08 hari. Kemudian memasuki 2020 menjadi 1,63 hari, karena mulai digerus pandemi Covid-19. Selanjutnya per September 2021, lama tinggal wisatawan tinggal 1,33 hari.

Wahyu berharap, di akhir tahun 2021 mendatang, dengan kondisi pandemi yang semakin terkendali di Kota Jogja, maka lama tinggal wisatawan dapat ditingkatkan kembali.

“Lewat kegiatan seperti ini, akan dapat diformulasikan bersama-sama upaya memperkuat kualitas destinasi, industri dan kelembagaan kepariwisataan Kota Jogja. Khususnya dalam menyempurnakan kajian analisis lama tinggal wisatawan sehingga menjadi sebuah dokumen akurat untuk pengambilan keputusan terkait pengembangan pariwisata Kota Jogja,” katanya.

Di sisi lain, Wali Kota Jogja Haryadi Suyut, juga berharap lama tinggal wisatawan akan segaris lurus dengan peningkatan belanja wisatawan. “Length of stay wisatawan mesti diikuti dengan spending money agar ekonomi masyarakat dapat begerak. Arahkan wisatawan untuk berbelanja wisata,” jelasnya.

Haryadi menilai, dalam dunia pariwisata terdapat tiga hal utama yang patut diperhatikan. Yakni what to see, what to eat, dan what to buy. Dari tiga hal tadi, ia menyebut perlu dibuat buku panduan hotel di Kota Jogja.

“PPKM di DIY sudah turun level dua. Tapi kami Muspida tetap mengedepankan prokes. Pakai masker, hindari kerumunan dan kurangi mobilitas. Ukuran penurunan level PPKM adalah tingkat vaksinasi, dan Jogja sudah deklarasi tuntas vaksinasi, pelaksanaan protokol kesehatan dan mobilitas penduduk,” tegasnya.***

Tinggalkan Komentar