Connect with us

Wisata

6 Cara Mengatasi Hipotermia di Gunung, Para Pendaki Wajib Tahu!

Avatar

Diterbitkan

pada

cara mengatasi hipotermia

Ilustrasi pendaki sedang menaiki gunung (Foto: Pixabay)

FAKTUAL-INDONESIA: Hipotermia merupakan kondisi dimana tubuh secara tiba-tiba mengalami penurunan suhu. Kondisi ini seringkali dialami oleh para pendaki. Seseorang yang mengalami hipotermia tidak boleh dianggap remeh karena bisa mengancam nyawa. Maka dari itu, mengetahui cara mengatasi hipotermia sangat penting dimiliki sebelum mendaki.

Beberapa tahun belakangan, terdapat banyak kasus para pendaki meninggal dunia akibat hipotermia. Seseorang dikatakan mengalami hipotermia saat suhu tubuhnya berada di bawah 35 derajat celcius. Ketika tidak segera diatasi, ini dapat merusak organ tubuh dan bisa menyebabkan kematian.

Adapun gejala orang yang mengalami hipotermia, diantaranya mengantuk dan merasa lelah, napas pendek dan lemah, bicara tidak jelas, denyut nadi lemah, kehilangan koordinasi, dan kebingungan dan pikun. Jika seseorang mengalami gejala tersebut, segeralah untuk menerapkan cara mengatasi hipotermia dengan baik dan benar.

Baca juga: Alami Hipotermia, Seorang Pendaki Tewas di Gunung Lawu

Berikut beberapa cara mengatasi hipotermia di gunung yang telah faktualid.com rangkum dari sehatq dan kompas.

1. Hindari menggosok tangan

Cara mengatasi hipotermia yang pertama yaitu hindari menggosok tangan. Penderita hipotermia akan mengalami kulit yang kering akibat pembulu darah menutup keringat tidak bisa keluar. Apabila menggosokkan tangan, itu hanya akan membuat kulit mudah lecet dan terluka sehingga bakteri dan kuman mudah masuk.

Advertisement

2. Tutupi tubuh penderitanya

cara mengatasi hipotermia

Foto Ilustrasi (Istimewa)

Pertolongan awal sebagai cara mengatasi hipotermia di gunung adalah membungkus tubuh pasien hipotermia. Penghangatan paling efektif yakni membungkus orang tersebut dengan selimut, blanked, atau sleeping bag.

Usahakan tutup semua bagian tubuh dari udara yang dingin, terutama pada bagian perut, leher, dan kepala. Sebelum menggunakan sleeping bag dan semacamnya, sebaiknya pakaikan jaket ekstra agar tubuh penderita tetap merasa hangat dan terlindungi dari udara luar. Pastikan penderita tetap berada di dalam tenda.

3. Berikan makan dan minum

Cara mengatasi hipotermia berikutnya yaitu memberikan makan dan minum. Setelah menutupi, selanjutnya berikan makanan dan minuman agar suhu dingin di tubuhnya menghilang. Makanan dan minuman bisa menjadi sumber energi atau tenaga dan memiliki kalori untuk dibakar tubuh.

Terdapat beberapa pilihanan makanan berkalori tinggi, yakni cokelat, biskuit, telur, sosis, dan minuman hangat. Jangan berikan minuman beralkohol kepada penderita hipotermia karena hanya akan memperburuk kondisi orang tersebut.

4. Pastikan pakaiannya kering

Selain memberi makan dan minum, cara mengatasi hipotermia juga perlu memastikan penderitanya menggunakan pakaian kering. Apabila baju atau celananya basah dan robek, gantilah dengan pakaian yang kering dan tebal.

Baca juga: Gunung Semeru, Dari Kematian Aktivis Soe Hok Gie Hingga Inspirasi Lagu Dewa 19

Sebab, baju basah bisa membuatnya mengalami penurunan suhu tubuh lebih cepat daripada hanya terkena udara dingin dari luar. Untuk mencegah hal tersebut, pastikan bahwa pakaian dalam keadaan kering.

Advertisement

5. Ajak bicara

Ketika seseorang mengalami hipotermia, ajaklah dirinya untuk berkomunikasi. Penderita hipotermia umumnya akan mengalami halusinasi dan berbicara melantur atau tidak jelas. Guna mengatasinya, ajaklah berbicara dan usahakan dirinya agar tidak berhalusinasi.

Dilansir dari verywellhealth.com, Anda juga bisa memberikan kompres hangat dan kering pada orang yang mengalami hipotermia. Selain itu, hindari juga kompres secara intens, termasuk memanaskan badan terus menerus ataupun memandikan air panas.

Jangan sekali-kali menghangatkan lengan atau kaki karena hal ini sama saja memaksa hawa dingin kembali ke jantung, paru-paru, dan otak. Hal tersebut bisa memicu penderita mengalami kegagalan organ. Sebaiknya, fokus untuk mengahangatkan dada, selangkangan, dan leher yang merupakan tempat ateri utama berada.

6. Cara mengatasi hipotermia lainnya

  • Kontak kulit ke kulit (skin to skin) dimungkinkan. Untuk mengaplikasikannya, buka baju Anda kemudian bungkus diri Anda bersama pasien hipotermia menggunakan selimut. Hal ini dilakukan guna mentransfer panas tubuh Anda ke penderita hipotermia.
  • Jika penderita tidak sadarkan diri, lakukan prosedur CPR (cardiopulmonary resuscitation) hingga nadi kembali teraba atau hingga tenaga medis datang. Jika sudah sadar, berilah minuman hangat dengan segera.

Itulah beberapa cara mengatasi hipotermia ketika berada di gunung. Apabila pasien hipotermia sudah berhenti gemetar dan mulai tersenyum, itulah artinya perlahan sudah pulih. Sebelum memutuskan untuk mendaki, sebaiknya siapkan peralatan sebagai langkah antisipasi saat salah seorang mengalami hipptermia.***

Baca juga: Terbukti Petik Edelweis, Sepasang Kekasih Dilarang Mendaki Rinjani 2 Tahun

Advertisement
Lanjutkan Membaca