Wisata

Wisata Lebaran, Waspadai Gelombang Tinggi di Labuan Bajo dan Pantai Selatan Jabar-DIY

Published

on

BMKG mengimbau para wisatawan, nakhoda kapal dan nelayan untuk mewaspadai gelombang tinggi di beberapa titik pantai

BMKG mengimbau para wisatawan, nakhoda kapal dan nelayan untuk mewaspadai gelombang tinggi di beberapa titik pantai

FAKTUAL-INDONESIA: Wisata pantai menjadi salah satu favorit wisatawan dalam menikmati hari libur Idul Fitri 1443 Hijrah atau Lebaran tahun 2022.

Namun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau para wisatawan dan nakhoda kapal wisata agar mewaspadai gelombang tinggi dan angin kencang ketika hendak berwisata ke beberapa titik wisata pantai.

Peringatan itu antara lain ditujukan bagi yang akan berlibur di  Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan pantai selatan Jawa Barat (Jabar) – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

BMKG Stasiun Meteorologi Komodo mengimbau wisatawan dan nakhoda kapal wisata untuk mewaspadai gelombang tinggi dan angin kencang ketika hendak berwisata ke beberapa titik wisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT pada esok hari.

“Waspadai gelombang tinggi di perairan selat Sape bagian selatan termasuk perairan selatan Manggarai Barat pada 4 Mei 2022,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Sti Nenotek di Labuan Bajo, Selasa.

Advertisement

Peringatan waspada gelombang tinggi tersebut didasarkan pada prakiraan BMKG yang mencatat kecepatan angin berkisar 12-40 km/jam.

Selain itu, BMKG juga memprakirakan ketinggian gelombang berkisar 0,75 hingga 2,0 meter pada esok hari dengan angin bertiup dari timur.

Imbauan untuk waspada gelombang tinggi di perairan bagian selatan Manggarai Barat ini dia khususkan bagi wisatawan yang akan berkunjung ke sekitar selatan Komodo, bagian selatan Rinca, selatan Padar, dan Selat Padar.

Selanjutnya Sti mengatakan informasi cuaca di semua tempat wisata dalam wilayah Manggarai Barat terpantau cerah berawan pada pagi hari dan berawan di siang hari.

Namun, ada potensi hujan ringan terjadi pada siang hari di lokasi wisata Air Terjun Cunca Rami, Air Terjun Cunca Wulang, dan Danau Sano Nggoang.

Advertisement

Sti pun meminta para pengunjung untuk berhati-hati dalam beraktivitas selama liburan.

Dia mengajak wisatawan untuk terus memantau informasi cuaca resmi yang dikeluarkan oleh BMKG.

Masih dalam pantauan dari media antaranews.com,  Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau-Kupang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Syaeful Hadi mengatakan potensi gelombang laut setinggi 2,5 meter berpeluang melanda lima titik perairan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dua hari ke depan, yakni 3-4 Mei 2022.

“Titik-titik perairan tersebut yaitu Selat Sumba bagian barat, Laut Sawi, perairan Kupang-Rote, dan Samudera Hindia selatan Sumba-Sabu, dan Samudera Hindia selatan Kupang-Rote,” katanya berkaitan dengan peringatan dini gelombang tinggi di wilayah perairan NTT selama dua hari ke depan (3-4/5  2022) dalam keterangan yang diterima di Kupang, Selasa.

Ia mengatakan potensi gelombang tinggi ini perlu diwaspadai karena beresiko tinggi terhadap kapal tongkang dan perahu nelayan.

Advertisement

Selain itu potensi gelombang tinggi 2,5 meter-3 meter berpeluang terjadi di Samudera Hindia selatan Sumba Sabu yang berisiko tinggi terhadap pelayaran kapal feri.

“Para nelayan atau operator kapal yang hendak melintas agar mewaspadai ancaman gelombang tinggi tersebut,” katanya.

Sementara itu kondisi pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari barat laut-timur laut dengan kecepatan berkisar 4-15 knot.

Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan angin bergerak dari tenggara-selatan dengan kecepatan berkisar 8-15 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Arafuru mencapai 25 knot.

Para nelayan dan operator kapal diimbau agar terus mengikuti perkembangan cuaca di wilayah perairan NTT untuk menentukan rencana pelayaran secara baik sehingga terhindar dari ancaman cuaca buruk, demikian Syaeful Hadi.

Advertisement

Pantai Selatan

Sementara itu BMKG mengimbau masyarakat yang memanfaatkan libur Lebaran 2022 dengan berwisata di pantai selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, maupun Daerah Istimewa Yogyakarta waspada terhadap potensi gelombang tinggi di perairan selatan Jabar-DIY.

“Saat ini, wilayah perairan selatan Jabar-DIY maupun Samudra Hindia selatan Jabar-DIY memasuki musim angin timuran,” kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Jateng, Selasa.

Oleh karena itu, kata dia, pola angin di wilayah perairan selatan Jabar-DIY dominan bergerak dari arah selatan hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 8-25 knot.

Pergerakan angin yang cenderung searah dengan kecepatan tinggi tersebut berdampak terhadap peningkatan tinggi gelombang di perairan selatan Jabar-DIY maupun Samudra Hindia selatan Jabar-DIY.

Advertisement

Terkait dengan kondisi tersebut, Teguh mengatakan BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap pada hari Selasa (3/5) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan selatan Jabar-DIY maupun Samudra Hindia selatan Jabar-DIY yang berlaku hingga hari Rabu (4/5) dan akan diperbarui jika ada perkembangan lebih lanjut.

Dalam peringatan dini tersebut, tinggi gelombang 2,5-4 meter yang masuk kategori gelombang tinggi berpeluang terjadi di perairan selatan Sukabumi, perairan selatan Cianjur, perairan selatan Garut, perairan selatan Tasikmalaya, perairan selatan Pangandaran, perairan selatan Cilacap, perairan selatan Kebumen, perairan selatan Purworejo, dan perairan selatan Yogyakarta.

Selain itu, Samudra Hindia selatan Sukabumi, Samudra Hindia selatan Cianjur, Samudra Hindia selatan Garut, Samudra Hindia selatan Tasikmalaya, Samudra Hindia selatan Pangandaran, Samudra Hindia selatan Cilacap, Samudra Hindia selatan Kebumen, Samudra Hindia selatan Purworejo, dan Samudra Hindia selatan Yogyakarta.

“Bagi masyarakat yang berwisata di pantai selatan Jabar, pantai selatan Jateng, maupun pantai selatan DIY diimbau untuk tidak mandi atau berenang di pantai terutama wilayah pantai yang terhubung langsung dengan laut lepas agar terhindar dari gelombang tinggi yang sewaktu-waktu dapat terjadi,” demikian Teguh Wardoyo. ***

Advertisement
Exit mobile version