Connect with us

Otomotif

Kenali 4 Ciri-Ciri atau Tanda Van Belt Motor Matic Perlu Diganti

Avatar

Diterbitkan

pada

tanda van belt motor harus diganti

Ilustrasi V-belt motor matik (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Van belt atau v-belt merupakan salah satu peranti pada motor matik yang berfungsi sebagai pengganti rantai. Sama seperti rantai, seiring pemakaian, v-belt akan terkikis dan putus. Untuk menghindari putus di jalan, penting untuk mengetahui ciri-ciri atau tanda van belt motor perlu diganti.

Saat ini motor transmisi otomatis atau matic lebih dipilih karena lebih praktis digunakan tanpa perlu memasukan gigi. Motor matic menggunakan Continuously Variable Transmission (CVT) yang berfungsi untuk meneruskan putaran yang dihasilkan mesin pada bagian roda ban sehingga motor dapat berjalan dan digunakan untuk berkendara.

Berbeda dengan motor bebek atau motor kopling, motor matik menggunakan van belt yang terbuat dari karet sebagai pengganti rantai. Karena berasal dari karet, v-belt memiliki masa kadaluarsa atau bisa putus jika sudah rusak dan perlu diganti.

Baca juga: 6 Cara Menghemat Bahan Bakar Motor Matic, Mudah Diterapkan

Apabila v-belt putus ditengah jalan, tentu motor matic Anda tidak bisa berjalan. Lantas, apa saja ciri-ciri atau tanda van belt motor perlu diganti?

Berikut beberapa ciri-ciri atau tanda van belt motor perlu diganti yang telah faktualid.com rangkum dari berbagai sumber.

Advertisement

1. Tarikan motor terasa kaku dan kasar

Ciri-ciri atau tanda van belt motor perlu diganti yang pertama yaitu tarikan terasa kaku dan kasar. Motor matik normal tentu memiliki tarikan yang lancar dan halus. Namun saat merasa tarikan jadi berat dan agak “ngempos”. Jika demikian, Anda perlu waspada.

Setelah merasakan tarikan sedikit aneh, sebaiknya periksa v-belt di bengkel terdekat. Fungsinya agar tidak mengalami van belt putus saat berkendara.

2. Periksa kondisi v-belt

tanda van belt motor harus diganti

Ilustrasi V-belt motor retak (Foto: kumparan)

Seiring waktu pemakaian, tentu bagian-bagian motor mengalami keausan, termasuk v-belt. Cobalah untuk pergi ke bengkel apabila Anda sudah cemas saat hendak berkendara. Dengan membuka CVT, tanda van belt motor perlu diganti sangat mudah diketahui dan paling akurat.

Setelah bagian CVT di bongkar dan v-belt dari pulley sudah dikeluarkan, coba balik permukaan v-belt yang bergerigi jadi bagian luar dan sedikit ditarik. Apabila saat dibalik terlihat retak atau pecahan, itu tandanya Anda perlu menganti van belt dengan segera. Retakan inilah yang membuat tarikan terasa berat dan terkadang “ngempos”.

3. Muncul getaran

Ciri-ciri atau tanda van belt motor perlu diganti berikutnya yaitu timbul getaran. Ketika melakukan akselerasi, akan muncul getaran yang mengindikasikan V-belt kehilangan daya cengkram. Hal tersebut akan terasa seperti rantai lepas pada sepeda.

Baca juga: Perhatikan, Kenali 6 Tanda Busi Motor Perlu Diganti

Namun, getaran pada motor yang disebabkan oleh v-belt tidak bisa dijadikan patokan utama karena getaran bisa hilang setelah beberapa saat.

Advertisement

4. Ganti v-belt setiap kelipatan 15.000 km

Setelah sekian lama mempunyai motor matik, cobalah perhatikan speedometer. Lihatlah apakah motor sudah menempuh jarak lebih dari 15.000 km. Jika sudah melebihi angka tersebut, hal ini merupakan tanda van belt perlu diganti.

Memang masa pakai v-belt cenderung tidak bisa disamakan. Meski begitu, idealnya kondisi karet tersebut akan mengalami keretakan dan tidak layak pakai setelah melewati jarak 15.000 km atau lebih.

Selain memeriksa rutin kondisi v-blet, pastikan juga speedometer atau odometer motor berfungsi agar bisa menjadi pengingat bahwa v-belt tersebut harus diganti jika sudah menempuh jarak 15 ribu kilometer.

Usia wajar pemakaian v-belt

tanda van belt motor harus diganti

Foto Ilustrasi (Istimewa)

Sama seperti barang lainnya, komponen karet ini mempunyai memiliki umur atau masa pakai. Sudah disinggung sebelumnya bahwa ciri-ciri atau tanda van belt motor perlu diganti adalah ketika motor sudah menempuh jarak lebih dari 15 ribu kilometer.

Akan tetapi, angka tersebut merupakan angka paling aman agar tidak mengalami v-belt putus di tengah jalan. Sebenarnya, umur maksimal pemakaian v-belt berada di jarak 25 ribu hingga 30 ribu kilometer. Jika sudah mencapai angka tersebut, tidak ada toleransi untuk menunda menggantinya.

Motor yang terus-menerus digunakan untuk perjalanan jauh akan memengaruhi performa dari v-belt. Untuk itulah Anda perlu melakukan pengecekan atau servis rutin setiap beberapa bulan sekali atau setiap jarak tempuh mengalami penambahan hingga 6.000 kilometer.***

Advertisement

Baca juga: Jangan Pandang Remeh Musim Hujan, Ini Tips dan Trik Berkendara Saat Ala Honda

Lanjutkan Membaca