Otomotif
Punya Mobil Listrik? Ini 7 Cara Merawatnya agar Tetap Prima

Ilustrasi Mini Electric (Foto: Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Belakangan, berbagai produsen mobil meluncurkan mobil listrik, yang bahkan sudah mengaspal di Indonesia. Popularitasnya perlahan mulai naik meski belum menjadi pilihan mobil utama masyrakat tanah air. Tapi, sudah banyak yang membeli kendaraan elektrik tersebut. Namun, masih banyak yang belum paham tentang cara merawat mobil listrik yang dimilikinya.
Mobil listrik saat ini makin banyak dilirik banyak orang sehingga perlahan peminatnya kian ramai. Tercatat, pasar otomotif di tanah air belum lama ini kebanjiran mobil elektrik. Harga mobil listrik memang lebih mahal daripada mobil biasa.
Dibalik hal tersebut, mobil listrik dinilai memiliki banyak keuntungan, salah satunya membutuhkan perawatan yang lebih sedikit dibandingkan dengan mobil konvensional. Kendati demikian, kendaraan satu ini juga membutuhkan perawatan rutin supaya mobil tetap dalam keadaan prima.
Baca juga: Mobil Listrik Hyundai Bebas Ganjil-Genap, Ada Pengecasan Bergerak
Untuk diketahui, mobill listrik juga memiliki berbagai fluida atau pelumas yang perlu diganti secara teratur. Tapi intervalnya bisa dibilang jauh lebih awet. Lantas, bagaimana cara merawat mobil listrik yang baik dan benar?
Berikut beberapa cara merawat mobil listrik yang telah faktualid.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (27/6/2022).
Daftar isi
1. Gunakan pengisian daya yang dianjurkan
Foto Ilustrasi (Istimewa)
Cara merawat mobil listrik yang pertama yaitu menggunakan pengisi daya yang direkomendasikan. Produk tersebut tentu bisa membuat seluruh komponen, termasuk baterai, menjadi awet dan tahan lama.
Berlabel “listirk”, pengisian daya tentu sangat mirip dengan ponsel. Anda perlu mencolok kabel pengisi daya EV pada stopkontak hingga baterai terisi penuh.
Para pemilik dihimbau untuk tidak menggunakan pengisi daya cepat. Gunakan sesekali saja ketika dalam perjalanan dan harus memanfaatkan fasilitas pengisian baterai di tempat umum. Sebab, penggunaan fast charging dalam waktu cukup panjang akan cepat merusak baterai.
2. Pemeriksaan baterai
Jika di mobil konvensional menggunakan bensin, mobil listrik tentu akan berjalan ketika baterai terisi penuh. Bisa dibilang, baterai merupakan jantungnya mobil elektrik. Tanpa baterai, mobil tidak ada bisa bergerak. Untuk itu, periksalah baterai secara rutin sebagai cara merawat mobil listrik.
Anda dapat mengecek baterai dengan memeriksa cairannya, lubang pengisi, dan kontak sekaligus menentukan jumlah siklus baterai. Perawatan baterai paling mudah bisa dilakukan ketika Anda melakukan servis rutin. Supaya umur baterai bisa berumur lebih panjang, coba lakukan hal berikut ini:
- Mengisi daya hingga 80 persen saja.
- Tidak menggunakan baterai saat kondisi ekstrem.
- Hindari mengisi baterai di bawah sinar matahari langsung (tidak mengapa jika terpaksa mengisi daya di tempat umum).
- Mengendarainya di medan yang terjal membuat sistem kelistrikan mobil jadi terganggu, terutama baterai.
3. Periksa cairan
Cara merawat mobil listrik berikutnya yaitu memeriksa cairan secara rutin. Dibanding mobil biasa, kendaraan EV dibilang hanya menggunakan lebih sedikit cairan. Pastikan Anda memeriksa cairan pada mobil listrik Anda di dealer resmi supaya tetap aman.
4. Rutin cek radiator
Foto Ilustrasi (Istimewa)
Selain memeriksa cairan, rutin mengecek radiator juga menjadi cara merawat mobil listrik. Fungsinya radiator merupakan komponen pendingin yang disematkan pada semua mobil, termasuk mobil listrik.
Baca juga: Nissan Gencar Kembangkan Mobil Listrik, 23 Model Bakal Meluncur
Radiator nantinya akan menjaga suhu kerja baterai dari motor listriknya. Layaknya mobil biasanya, periksa coolant atau air radiator setiap hendak berkendara. Disamping itu, disarankan untuk mengganti cairan tersebut setiap 60.000 km.
Jarak tersebut sangat jauh kalau mobil cuma dipakai di dalam kota sehari-harinya. Apalagi dengan asumsi mayoritas mobil rata-rata hanya menempuh jarak 10.000-20.000 per tahun.
5. Cek software secara berkala
Sejumlah mobil listrik berteknologi tinggi, biasanya dilengkapi dengan software dalam sistem pengoperasiannya. Setelah membeli mobil listrikm pahami spesifikasi dan berbagai fitur yang ada pada software. Tak hanya itu, cobalah cek secara berkala mengenai perangkat lunak yang digunakan.
Misalnya, kapan waktu untuk melakukan pembaruan atau update perangkat lunak agar bisa menikmati fitur terkini. Pengecekan software penting juga untuk mendukung sistem operasional mobil listrik berjalan dengan baik.
6. Periksa rem
Foto Ilustrasi (Istimewa)
Pada semua kendaraan, rem menjadi komponen yang sangat penting. Perlu diketahui, sistem pengereman di mobil listrik menggunakan mekanisme regeneratif. Bisa dibilang, mekanisme ini membutuhkan penggunaan energi dari komponen yang terkandung di dalam mobil.
Artinya, keausan rem pada bantalan dan rotor mobil sangat minim. Pastikan kondisi rem tetap aman saat digunakan agar memberikan kenyamanan saat berkendara dengan mobil listrik.
Pada setiap kunjungan servis ke bengkel resmi hal ini akan menjadi salah satu pengukuran yang dilakukan. Komponen yang mesti diperiksa atau diganti ketika dibutuhkan meliputi kampas rem depan dan belakang. Selain itu, cara merawat mobil listrik juga perlu dilakukan pemeriksaan terhadap kualitas minyak rem yang digunakan.
7. Tahu kapan harus mengganti baterai
Ilustrasi baterai mobil listrik (Foto: Istimewa)
EV dilengkapi dengan baterai khusus, yang memiliki masa pakai lebih lama. Sebagian besar produsen kendaraan listrik memberikan garansi baterai 8 tahun atau 100.000 mil. Namun ada beberapa negara dengan memberikan garansi baterai hingga 10 tahun.
Jadi, cara merawat mobil listrik yang terbaik agar tetap prima adalah merawat baterai. Nantinya, berkendara tetap aman dan nyaman.***
Baca juga: Satu Lagi Mobil Listrik Hadir di Indonesia, Cuma Rp75Juta!