Otomotif

Setelah 40 Tahun, Nissan March Tak akan Dijual Lagi di Jepang

Published

on

Nissan March bakal distop di Jepang produksinya.(ist)

FAKTUAL-INDONESIA : Pabrik Nissan yang memproduksi March di Thailand bakal setop produksi untuk pasar Jepang. Namun mereka akan tetap memproduksi di negara lain, khususnya pasar Eropa dengan nama Micra.

Mobil ini sudah berusia empat dekade atau 40 tahun. Dulu pernah dijual di Indonesia. Mengutip Kyodo, menurut Asosiasi Dealer Mobil Jepang, penjualan domestik Nissan March ini mencapai sekitar 8.891 pada tahun lalu. Jumlahnya kurang dari 10 persenan dari volume penjualan Nissan Note pada tahun yang sama, yaitu sekitar 90.000.

Di pasar Jepang, penjualan Nissan March bahkan tertinggal dari mobil Toyota Yaris dan Aqua, serta Honda Fit.

 

Penjualan Nissan March akan tetap berlangsung di Jepang hingga stok habis. Sementara di beberapa pasar luar negeri, March akan terus dijual sebagai Micra.

Advertisement

Di Eropa, Nissan juga berencana untuk bersama-sama mengembangkan mobil tersebut dengan Renault SA dari Prancis yang akan menjadi penerus Micra.

Nissan March merupakan salah satu mobil populer di Jepang. March lahir pada bulan Oktober 1982, mobil ini dikenal mobil murah dengan efisiensi bahan bakar. Nissan telah menjual sekitar 2,6 juta unit secara total di Jepang.

Ketika model generasi keempat diluncurkan pada 2010, Nissan mengalihkan produksi kendaraan untuk pasar domestik dari pabrik Oppama di Yokosuka, Prefektur Kanagawa, ke Thailand karena biaya yang lebih rendah.

March yang didatangkan dari Thailand bersaing dengan LCGC yang diproduksi secara lokal. Jika melihat data penjualan wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan March cenderung menurun.

Pada tahun 2017, 2.416 unit March terjual sedangkan pada 2018 hanya 1.159 unit. Lalu pada tahun 2019 Nissan cuma mengirim 202 unit March. Terakhir Nissan March disuplai pada Oktober 2019, itu pun hanya 4 unit.***

Advertisement

Exit mobile version