Connect with us

Otomotif

Jepang Bakal Hentikan Produksi 20 Model Motor, Mengapa?

Avatar

Diterbitkan

pada

Motor Yamaha Fjr 1300. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA : Akibat aturan standar emisi yang ketat di Jepang, empat produsen motor top di Jepang bakal menghentikan produksi 20 model akhir tahun motor mereka yang sedang dipasarkan. Keempat produsen itu adalah Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki.

Sejak akhir 2020 Jepang memang menetapkan standar emisi yang ketat. Standar ini akan berlaku di semua model motor pada November mendatang. Aturan tersebut mengikuti standar Euro5 yang diadopsi Uni Eropa yang diperkenalkan pada Januari 2020. Dalam aturan itu, emisi nitrogen oksida harus dipangkas hingga 33%.

Karena itu, untuk memenuhi standar tersebut, pabrikan Jepang harus memasang katalik konverter atau mendesain mesin yang baru. Perlu banyak dana untuk mengembangkan mesin baru, sementara harga katalik konverter juga makin melonjak karena kelangkaan material.

Mengutip Nikkei Asia, keempat pabrikan itu bakal memangkas 20 model pada akhir tahun 2022 ini atau sekitar 10% dari total 190 model yang dijual oleh keempatnya.

Honda sendiri akan menjual motor bertenaga listrik pada 2040. Dari 80 model motor Honda yang saat ini dijual, 10 di antaranya akan disetop produksinya. Adapun model yang terdampak antara lain CB400 Super Four, beberapa motor kelas menengah, hingga Gold Wing.

Advertisement

Sementara Yamaha menargetkan 90% motor baru ramah lingkungan pada 2050. Yamaha diketahui bakal menyetop penjualan motor seri FJR1300. Suzuki juga akan menghentikan produksi lima dari total 20 model pada Oktober, termasuk GSX250R.

Kemudian Kawasaki Motor yang merupakan anak perusahaan dari Kawasaki Heavy Industries, disebut tidak lagi mengirimkan moge sejak akhir tahun lalu.

Bila mendesain ulang motor yang sekarang dijual, seorang sumber menyebut bakal menaikkan harga hingga empat kali lipat. Prospeknya terlihat kurang baik, maka dari itu pilihannya mungkin memangkas model yang sudah ada.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca