Lifestyle
7 Hak Anak di Rumah yang Harus Dipenuhi Orang Tua, Mama Papa Wajib Tahu

Foto Ilustrasi (Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Memiliki anak merupakan dambaan setiap pasangan setelah melangsungkan pernikahan. Sebagai seorang manusia, tentu anak memiliki hak layaknya orang dewasa. Hal ini juga telah diatur oleh Konvensi PBB untuk Hak-Hak Anak. Namun, banyak dari orang tua yang belum mengetahui hak anak di rumah yang sebenarnya harus dipenuhi.
Hak adalah sesuatu yang wajib didapatkan setiap individu, sementara kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan. Anak-anak juga memiliki hak untuk hidup yang layak, apalagi jika berada di rumah bersama keluarga.
Saat di rumah, orang tua harus memenuhi hak anak supaya pertumbuhannya berkembang secara optimal. Secara keseluruhan, konvensi tersebut mengatur apa saja yang dapat mendukung anak dalam berbagai aspek, seperti kesehatan, pendidikan, dan lain sebagainya.
Baca juga: 6 Cara Mendidik Anak Tanpa Sosok Ayah, Single Mom Wajib Tahu!
Tak hanya PBB, pemerintah Indonesia juga mengaturnya melalui melalui Keputusan Presiden No. 36 tahun 1990 mengakui hak-hak anak. Lantas, apa saja hak anak di rumah yang harus dipenuhi orang tua?
Berikut beberapa hak anak di rumah yang wajib dipenuhi oleh orang tua, yang telah faktualid.com rangkum dari berbagai sumber.
Daftar isi
1. Mendapatkan perlindungan dan keamanan
Hak anak di rumah yang wajib dipenuhi orang tua, yang pertama yaitu memberikan perlindungan dan keamanan kepada si kecil. Pada umumnya, rasa cinta orang tua akan memberikan perlindungan dan keamanan kepada sang anak, termasuk anak penyandang disabilitas untuk mendapatkan kehidupan yang layak.
Ketika anak mendapat hak tersebut, maka ia akan tumbuh lebih mandiri ketika dewasa kelak. Merujuk Unicef Indonesia, setiap anak berhak mendapatkan pengasuhan yang layak serta dilindungi dari kekerasan, penganiayaan, dan pengabaian.
Tak hanya ayah dan ibu kandung, orang tua asuh dari keluarga juga berhak memberikan perlindungan dan keamanan. Pastikan pengasuh adalah orang-orang yang menghormati agama, budaya, bahasa, dan aspek-aspek lain yang berhubungan dengan sang anak.
2. Hak anak di rumah untuk bermain

Foto Ilustrasi (Istimewa)
Bermain merupakan hal yang tidak dipisahkan dari anak-anak. Bagi anak, bermain merupakan salah satu cara untuk belajar. Melalui bermain, anak dapat mempelajari hal-hal yang ada di sekitarnya. Biarkan anak bermain dengan teman sebayanya atau mengikuti kegiatan rekreasi.
Selain itu, bermain juga memiliki banyak manfaat positif untuk anak, terutama jika dilakukan bersama orang tua. Anak juga berhak mengikuti berbagai kegiatan budaya dan kesenian. Jadi, pastikan untuk memperlakukan anak sesuai usia mereka.
3. Memperoleh kasih sayang
Hak anak di rumah berikutnya yaitu memperoleh kasih sayang. Menunjukkan kehangatan kepada anak dapat membentuk berbagai aspek perkembangan pada sang buah hati, seperti kebahagiaan, penerimaan diri, hubungan sosial, dan membantunya lebih berkontribusi, mengutip Elemental Medium.
Alhasil, anak nantinya akan merasa disayangi dan dicintai. Cobalah menunjukkan kasih sayang kepada anak sesering mungkin dengan beragam cara yang disukainya.
4. Hak mendapatkan kesejahteraan

Foto Ilustrasi (Istimewa)
Selain memperoleh kasih sayang, hak anak di rumah yang harus dipenuhi lainnya adalah kesejahteraan. Adapun kesejahteraan yang dimaksud berupa anak merasa nyaman dan tidak kesulitan, pakaian, uang jajan, tempat tidur yang nyaman, serta rekreasi.
Baca juga: 5 Mitos Tentang ADHD, Gangguan Mental Anak yang Perlu Diketahui Orang Tua!
Penting juga untuk melindungi anak dari obat-obat terlarang, eksploitasi dan penganiayaan seksual, serta eksploitasi lainnya dalam bentuk apa pun sekiranya merugikan. Jika anak hidup di lingkungan dengan kekerasan, hal ini dapat memengaruhinya saat dewasa kelak.
5. Memiliki kesempatan untuk beropini dan memberikan aspirasi
Layaknya orang dewasa, hak anak di rumah juga memiliki kesempatan untuk beropini dan memberikan aspirasi. Dengan memberikan keleluasaan dalam beropini, secara tidak langsung otak anak akan berkembang guna menghadapi berbagai situasi yang ada.
Mulai saat ini, beri kesempatan anak beropini, lalu dengarkan aspirasinya, dan pertimbangkan pendapatnya. Dengan catatan, orang tua harus mengarahkan anak untuk beropini secara bijak tanpa merugikan orang lain. Yang paling penting adalah ajari cara beropini yang baik tanpa perlu melanggar hak-hak orang lain.
6. Mendapatkan kebutuhan pendidikan dan kesehatan

Foto Ilustrasi (Istimewa)
Mendapatkan kebutuhan merupakan hak anak di rumah yang dasar dan tidak boleh luput dari perhatian orang tua. Hak tersebut diantaranya makanan, pendidikan, tempat tinggal, dan fasilitas kesehatan.
Dalam kebutuhan pendidikan, pemerintah juga wajib memberikan pelayanan khusus bagi anak dari keluarga tidak mampu, anak terlantar dan anak yang bertempat tinggal di daerah terpencil. Pemerintah sudah mengatur melalui Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak bertanggung jawab memberikan biaya bantuan.
7. Mendapatkan informasi
Salah satu hak anak di rumah yang harus dipenuhi adalah mendapatkan informasi. Seiring berkembangnya teknologi, sangat mudah rasanya untuk mendapatkan informasi melalui perangkat elektronik.
Anak memang berhak memperoleh informasi dari berbagai sumber. Kendati demikian, pastikan informasi yang diberikan bermanfaat dan mudah dipahami olehnya. Maka dari itu, tetap dampingi anak ketika sedang menonton TV atau bermain gawai.
Ketika orang tua memberikan gadget kepada anak untuk menenangkannya, hal tersebut merupakan awal yang buruk. Selain kecanduan, anak tersebut bisa saja mengakses atau melihat hal-hal yang seharusnya tidak dikonsumsi si kecil.
Itulah beberapa hak anak di rumah yang perlu dipenuhi orang tua. Sebagai orang tua, Anda harus memahami pentingnya mendahulukan hak anak. Pastikan orang tua memberi tahu kewajiban anak di rumah agar ia bisa tumbuh peduli dan mandiri.***













