Connect with us

Lifestyle

Hati-Hati! Penipuan Modus Baru Melalui Link Undangan Pernikahan

Avatar

Diterbitkan

pada

Ilustrasi undangan pernikahan yang digunakan untuk penipuan. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA : Penipu zaman sekarang makin canggih dan beragam, masyarakat diminta untuk waspada dan lebih berhati-hati.

Mulai dari modus penawaran KTA, kartu kredit, perubahan data bank dan masih banyak lainnya, semua patut dicurigai.

Terkini muncul penipuan menggunakan link undangan pernikahan digital APK yang dikirim ke Whatsapp korban.

Modus ini mirip dengan pelaku penipuan yang mengaku kurir dari salah satu jasa ekspedisi yang mengirim foto paket dengan nama file “Lihat Foto Paket”.

Namun, foto tersebut dalam bentuk ekstensi APK bukan JPG/PNG yang merupakan ekstensi untuk foto atau gambar.

Advertisement

Dalam penipuan undangan digital di WA ini juga sama. Penipu hanya mengganti nama filenya menjadi “Surat Undangan Pernikahan Digital” atau “Undangan Pernikahan”.

“Setelah bukti resi, sekarang penipuan pakai kedok undangan nikah,” tulis akun Twitter @txtfrombrand seperti dilihat Minggu 29 Januari 2023.

Dalam gambar tangkap layar yang diunggah akun @txtfrombrand terlihat penipu mengirim sebuah file APK ke korban. Dalam pesan tersebut bahkan memaksa untuk melihat file undangan tersebut.

File ini merupakan aplikasi pihak ketiga yang bisa mencuri data pribadi di ponsel, yang bisa digunakan oleh pelaku untuk mengambil alih dan menguras saldo rekening. Adapun modus ini merupakan bentuk sniffing.

Direktur Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Adi Vivid Agustiadi Bachtiar akan menyelidiki terkait penipuan dengan modus mengirimkan undangan pernikahan melalui WhatsApp tersebut.

Advertisement

“Terkait modus baru dengan menggunakan undangan pernikahan tim kami masih melakukan penyelidikan,” kata Adi, ketika dihubungi, Sabtu, 28 Januari 2023.

Ia mengatakan sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan dari korban penipuan dengan modus undangan pernikahan. Ia meminta masyarakat yang menjadi korban segera melapor untuk ditindaklanjuti.

“Di Bareskrim belum ada pelaporan. Saya mengimbau apabila ada yang menjadi korban segera melaporkan agar bisa ditangani secara cepat,” ujarnya.***

 

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement