Home LifestyleKuliner Pong Blosok, Kuliner Khas Pulau Karimunjawa Bikin Ketagihan

Pong Blosok, Kuliner Khas Pulau Karimunjawa Bikin Ketagihan

oleh Ki Pujo Pandunung

 


Ganjar Pranowo bersama isteri menikmati Pong Blosok. (Istimewa)

 

FAKTUALid – Berwisatalah sekali-kali ke Pulau Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Disini ada satu gugusan pulau, namanya Pulau Parang, yang wajib disinggahi. Karena di Pulau Parang, kita akan menemukan menu kuliner yang sangat langka dan terkesan aneh.

Banyak kaum wisatawan dibuat penasaran. Termasuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Salah satu makanan khas asal Pulau Parang, Kecamatan Karimunjawa, ini konon bikin ketagihan dan membuat kaum wisatawan selalu ingin kembali dan kembali lagi.

Saat melakukan pengecekan vaksinasi di sana, Ganjar Pranowo tak luput dari suguhan makanan berwarna kuning dengan taburan kelapa muda di atasnya tersebut.

Nama kuliner itu adalah Pong Blosok, makanan khas setempat. Ganjar langsung terkejut, saat mengetahui bahwa Pong Blosok, ternyata dibuat dari singkong yang dibusukkan (bosok) terlebih dulu.

“Gaes, ini ada makanan khas Pulau Parang. Namanya Pong Blosok. Kok bisa enak begini, ini dari bahan apa dan cara membuatnya gimana?” tanya Ganjar kepada ibu-ibu di sana.

Seorang Perangkat Desa menjelaskan, bahwa Pong Blosok dibuat dari bahan baku singkong. Cara membuatnya adalah, singkong direndam sampai membusuk, kemudian diambil saripatinya untuk diolah.

“Kenapa disebut Pong Blosok? Ya karena dibuatnya dari singkong bosok, yakni singkong yang dibusukkan. Kemudian saripatinya diambil, dibersihkan dengan air terus menerus sampai jernih kemudian diolah,” terangnya.

Ganjar pun kemudian membuat vlog dengan menu khas yang baru dijumpainya itu. Ia mengatakan, bahwa ada menu pangan lokal yang bagus dan menjadi makanan khas Pulau Parang yang dikenal dengan sebutan Pong Blosok.

“Ternyata ini bahannya singkong yang dibusukkan, kemudian diambil saripatinya diperas dan dicuci sampai bersih. Aku ora ngerti, apakah di dalamnya masih ada gizinya atau tidak,” candanya.

Ganjar juga bertanya kenapa disebut Pong Blosok, padahal seharusnya Pong Bosok. Warga mengatakan, memang itu namanya sejak dulu kala.

“Atau mungkin dulu yang ngomong anak kecil, jadi bukannya Bosok tapi Blosok. Mari kita coba,” ucapnya.

Ganjar kemudian mengambil Pong Blosok itu di piring kecil dan mencicipinya. Raut wajahnya tersenyum usai memakan penganan itu. Istri Ganjar, Siti Atikoh, yang juga mendampingi ikut mencoba dan langsung mengacungkan jempolnya.

“Ini enak ya, rasanya gurih. Ada kelapanya. Bikin ketagihan. Tapi ini bisa buat gemuk nggak kira-kira,” tutur Atikoh.

Petinggi Pulau Parang, Muh Zaenal Arifin, mengatakan makanan itu tidak membuat gemuk. Meski begitu, Pong Blosok bisa mengenyangkan karena menjadi makanan pengganti nasi.

“Ini lebih enak lagi sama gresek (ikan asin) Pak. Ditambah sambal yang pedas,” ucap Zaenal.

Ganjar pun langsung tertarik dan menanyakan kenapa hidangan yang ada di depannya tidak dilengkapi dengan gresek dan sambal.

“Lha ini mana greseknya, ndak ada lho. Sambelnya juga. Coba tuku, cari di depan itu ada ndak. Wah enak tenan iki. Ini bisa dikembangkan dan menjadi daya tarik wisatawan,” ucapnya disambut tepuk tangan warga.

Salah satu Perangkat Desa Parang, Wakhidatun, menambahkan Pong Blosok merupakan makanan khas Desa Parang. Makanan itu menjadi makanan pengganti nasi yang biasa dimakan warga.

“Makanan ini juga pernah ikut lomba di tingkat provinsi dan nasional. Di tingkat provinsi juara satu, di tingkat nasional menjadi juara harapan,” jelasnya.

Wakhidatun sangat senang dengan respon Gubernur Jateng, saat memakan Pong Blosok. Menurutnya, Ganjar menyukai makanan itu.

“Katanya wuenak pol, kepingin nambah lagi. Cuma ya itu, tadi kurang greseknya, soalnya kelupaan,” pungkasnya.***

Tinggalkan Komentar