Connect with us

Kuliner

Sup Borshch Ditetapkan UNESCO Jadi Warisan Budaya Ukraina Bukan Rusia

Avatar

Diterbitkan

pada

Sup Borshch juga dimasak oleh orang Rusia. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA : Di tengah perang Ukraina dan Rusia, Organisasi Pendidikan Keilmuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menetapkan sup bit tradisional borshch ke daftar warisan budaya Ukraina yang dilindungi.

UNESCO menetapkan hal tersebut untuk menjaga makanan tradisional itu dari warisan budaya Ukraina akibat perang Rusia-Ukraina.

Borshch adalah sup merah yang berisi banyak sayuran. Namun sup ini bisa berbeda saat dimasak setiap ibu rumah tangga. Tapi tetap Borshch adalah milik Ukraina.

Yevhenii Marshal, seorang koki di restoran pusat Kyiv, menjelaskan bahwa ada beberapa jenis utama borshch: bit merah tradisional, borshch hijau yang terbuat dari sorrel, dan bahkan sup yang terbuat dari ikan. Dia bersikeras bahwa semuanya berasal dari Ukraina.

“Tentu saja borshch adalah warisan Ukraina. Untuk menyiapkan borshch yang lezat, hal utama yang dibutuhkan adalah orang Ukraina asli (untuk menyiapkannya), dan juga rasanya,” kata Marshal seperti dikutip Reuters.

Advertisement

Sementara itu, Menteri kebudayaan Ukraina, Oleksandr Tkachenko, menulis di Twitter: “Kemenangan atas perang untuk borshch telah kita dapatkan!”

Moskow mengecam status baru hidangan Ukraina yang dilindungi, yang juga populer di Rusia, sebagai contoh “nasionalisme kontemporer Kyiv”.

Seorang juru bicara UNESCO di Paris mengatakan status baru ini membuat Ukraina dapat mengajukan permohonan dana khusus untuk membiayai proyek-proyek yang mempromosikan dan melindungi hidangan tersebut.

Diana Kharanovych-Yavorska, seorang ilmuwan berusia 35 tahun yang menikmati semangkuk borshch pada sore yang cerah di Kyiv, mengatakan keputusan itu mewakili kemenangan atas Moskow, sangat signifikan dalam perang yang sudah berlangsung lima bulan.

“Bagi Ukraina, ini adalah kemenangan, mengingat Rusia selalu ingin mencuri sejarah kami, budaya kami, dan hidangan nasional kami,” katanya kepada Reuters, Minggu (3/7/2022).***

Advertisement

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement