Home LifestyleKuliner Soto Mie HM. Efendi Terpaksa Rumahkan Pegawai di Masa PPKM Darurat

Soto Mie HM. Efendi Terpaksa Rumahkan Pegawai di Masa PPKM Darurat

oleh Bambang

Rumah Makan Soto HM Efendi. (Farhanzuhdi)

FAKTUALid – Rumah Makan Soto Kaki dan Daging Sapi H. M. Efendi di Manggarai terpaksa merumahkan salah satu pegawainya pasca diterapkannya pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat untuk meminimalisir biaya pengeluaran bulanan.

Edeng (48) selaku pemilik rumah makan terpaksa merumahkan salah satu pegawai dikarenakan omsetnya menurun pada masa PPKM. “PPKM memang ada pengaruh, omset menurun sekitar 40-50 persen, karena itu lah saya terpaksa merumahkan satu pegawai,” katanya saat ditemui di rumah makan pada Senin (5/7/2021).

Dirinya mengatakan penurunan omset diakibatkan adanya kebijakan PPKM darurat yang hanya membolehkan restoran melayani take-away saja dan membatasi jam operasional hingga pukul 20.00 WIB.

“Ada PPKM kita ikutin aturan aja, hanya melayani take-away dan jam operasional kita batasi sampai jam 8 malam. Karena itu omset jadi turun,” ujar Edeng.

Terkait hal tersebut, sudah sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di wilayah Jawa dan Bali.

Pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum (warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan) baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mal hanya menerima delivery atau take away dan tidak menerima makan di tempat (dine in).

Pada masa PPKM darurat seperti sekarang, kata Edeng, dirinya terbantu dengan hadirnya aplikasi online seperti Go-Food dan Grab Food untuk memesan secara online. “Di masa PPKM seperti sekarang aplikasi online ngebantu banget karena orang mau disini ngga bisa jadi beberapa pesen lewat online kadang ada juga yang datang langsung,” kata Edeng.

Dirinya mengatakan untuk menyiasati pada masa PPKM darurat ini, ia menambah aplikasi lain yang diharapkan bisa menambah omset. “Sebelumnya kan hanya ada dua, Go-Food dan GrabFood aja. Sekarang tambah ShopeeFood dan mudah-mudahan omset bisa naik lagi hingga dapat pekerjakan kembali yang di rumahkan,” ujar Edeng. (Farhanzuhdi)

You may also like

Tinggalkan Komentar