Home LifestyleKesehatan Kenali 7 Gejala Turun Berok (Hernia) dan Ketahui Penyebabnya

Kenali 7 Gejala Turun Berok (Hernia) dan Ketahui Penyebabnya

oleh Farhan Zuhdi
gejala turun berok

Ilustrasi penyakit hernia atau biasa disebut turun berok. (Foto: Istimewa)

FAKTUALid– Turun berok atau hernia merupakan salah penyakit yang ditandai dengan benjolan. Ketika seseorang mengalami penyakit ini, ada baiknya untuk mengenali gejala turun berok agar bisa segera diatasi dan diobati supaya tidak makin parah.

Turun berok atau hernia ialah kondisi suatu organ didalam tubuh yang menonjol keluar celah pada otot jaringan penyangga atau ikat pada tubuh melemah sehingga tidak dapat menahan organ didalamnya.

Kondisi ini tertentu sangat mengganggu karena dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan bahkan rasa nyeri. Turun berok umumnya terjadi dibeberapa bagian tubuh seperti, perut, pusar, paha bagian atas, dan sekitar selangkangan

Penyakit ini memang tergolong tidak terlalu mengancam bagi nyawa manusia, akan tetapi perlu diperhatikan bahwa turun berok tidak dapat sembuh dengan sendirinya dan membutuhkan tindakan operasi. Sehingga pada nantinya tidak akan membahayakan nyawa penderitanya.

Baca juga: 6 Gejala Kanker Kelenjar Getah Bening Yang Umum Terjadi

Gejala turun berok atau hernia yang umum terjadi adalah rasa sakit atau ketidaknyamanan di daerah yang terkena, kelemahan, atau perasaan berat di perut, sensasi terbakar atau sakit di daerah tersebut. Gejala lainnya adalah nyeri dada, kesulitan menelan, dan refluks asam.

Berikut 7 jenis gejala turun berok dan penyebabnya yang telah dirangkum faktualid.com dari berbagai sumber

1. Hernia Inguinal

Gejala turun berok yang pertama adalah hernia. Jenis hernia yang paling sering terjadi dengan membentuk sekitar 70 persen dari semua hernia, menurut Pusat Hernia Inggris. Hernia inguinal terjadi ketika usus mendorong melalui titik lemah atau merobek dinding bawah perut.

Inguinal biasanya terjadi pada selangkangan kamu, karena ini merupakan tempat tali spermatika berjalan menuju perut ke skrotum yang menahan testis.

2. Hernia femoralis

Gejala turun berok satu ini langsung terlihat adanya tonjolan di sekitar selangkangan apabila seseorang mengalami hernia femoralis. Gejala lain yang dapat muncul seperti rasa mual disertai muntah yang dialami oleh pengidap.

Selain itu, tonjolan yang muncul menimbulkan rasa nyeri. Jantung yang berdebar menjadi gejala yang ditimbulkan dari hernia jenis ini. Gejala lain yang ditimbulkan adanya kondisi sembelit yang cukup parah.

3. Hernia umbilikalis

Hernia umbilikaliis terjadi ketika usus menonjol lewat pembukaan umbilikalis melalui otot perut. Biasanya, gelaja turun berok menimbulkan pembengkakan pada bagian umbilikalis atau sekitar pusar.

Kondisi ini terjadi pada siapa saja termasuk pada bayi. Jika kamu mengalami hernia jenis ini, maka akan menyebabkan ketegangan di otot yang lemah atau jaringan ikat serta kelemahan pada otot yang disebabkan oleh gangguan dalam siklus alami tubuh dari kerusakan dan perbaikan jaringan.

Baca juga: Catat, ini 9 Gejala Kolesterol Yang Perlu Kamu Waspadai

4. Hernia hiatal

Jenis hernia satu ini terjadi ketiak esophagus berpindah dari dada ke perut melalui lubang yang disebut hiatus. . Namun, hernia jenis ini lebih sering dialami oleh wanita. Gejala turun berok ini akan menimbulkan seperti rasa panas dalam perut, sakit nyeri pada dada, sering sendawa, dan terkadang pengidap mengalami masalah susah menelan.

5. Hernia insisional

Gejala turun berok berikutnya ialah hernia insisional. Jenis hernia ini terjadi apabila setelah kamu melakukan operasi perut, usus mungkin mendorong melalui bekas luka sayatan atau jaringan yang melemah, yang mengarah ke hernia insisional. Ini dapat terjadi bila luka operasi di perut tidak menutup dengan sempurna.

6. Hernia strangulata

Pada jenis hernia ini terjadi akibat adanya benjolan yang disebabkan usus halus yang terdorong melalui area yang lemah pada otot perut.

Umunmnya, gejala turun berok ini ketika seseorang mengalami kondisi seperti feses yang bercampur dengan darah, tidak dapat mengeluarkan gas dari dalam perut, rasa nyeri sekitar hernia, susah buang air besar dan lemas serta lesu.

7. Hernia reponibel

Gejala turun berok terakhir adalah reponibel. hernia jenis ini memiliki gejala benjolan pada lokasi hernia. Biasanya, benjolan bisa dimasukan kembali secara manual dengan mendorongnya ke dalam.

Baca juga: 9 Cara Mengatasi Maag Secara Alami, Ampuh dan Aman

Penyebab turun berok atau hernia

Secara umum, kombinasi antara kondisi otot yang tertarik dan melemah dapat menyebabkan hernia. Ada beberapa hal yang menyebabkan otot tubuh melemah, yaitu:

  • Usia.
  • Batuk kronis.
  • Bawaan lahir, terutama di pusar dan diafragma.
  • Cedera atau komplikasi dari operasi di bagian perut.

Selain itu, ada juga hal-hal yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami hernia, terutama ketika otot tubuh mulai melemah, seperti:

  • Terlalu sering mengangkat beban berat.
  • Konstipasi yang menyebabkan penderitanya harus mengejan saat buang air besar.
  • Kehamilan yang menyebabkan meningkatnya tekanan dalam dinding perut.
  • Penumpukan cairan di dalam rongga perut.
  • Berat badan meningkat secara tiba-tiba.
  • Bersin yang berlangsung lama

Itulah beberapa gejala turun berok atau hernia dan penyebabnya. Ada jenis hernia yang tidak membutuhkan tindakan operasi, yaitu hernia umbilikus yang biasanya dapat sembuh sendiri dan hernia hiatus yang terkadang dapat ditangani dengan obat-obatan.***

Baca juga: Vaksinasi untuk Cegah Infeksi yang Belum Ada Obatnya

You may also like

Tinggalkan Komentar