Kesehatan
Korban Kecubung di Kalimantan Selatan Bertambah Jadi 53 Orang

Ilustrasi kecubung yang bikin keracunan massal di Kalimantan Selatan. (ist)
FAKTUAL-INDONESIA : Korban kecubung di Kalimantan Selatan hingga Minggu (14/7/2024) bertambah menjadi 53 orang dari sebelumnya 47 orang. Dari jumlah itu dua orang dinyatakan meninggal dunia.
Sebagian besar korban kecubung masih belum sadarkan diri dan sebagian masih belum bisa berkomunikasi secara normal. Seluruh korban dirawat si RS Jiwa Sambang Lihum Banjarmasin dan RS Umum Sultan Suriansyah Banjarmasin.
Humas Rumah Sakit Jiwa Sambangj Lihum Budi Hermanto mengatakan sejauh ini kondisi para pasien korban kecubung bervariasi.
“Untuk kondisi per hari ini, bervariasi. Mereka umumnya masih belum bisa diajak berkomunikasi normal. Ada juga yang masih linglung dan tak sadarkan diri, serta ada pula yang masih kerap meacau tak jelas sehingga masih dibutuhkan perawatan medis lanjut,” ujar Budi di RSJ Sambang Lihum Banjarmasin, Minggu (14/7/2024) seperti dikutip Beritasatu.
Menurut Budi dari hasil pemeriksaan medis, dibutuhkan waktu sekira 3 hari untuk penyembuhan fisiknya. Sedangkan untuk penyembuhan mental dan psikisnya, dibutuhkan waktu paling singkat sekitar dua pekan ke depan.
Rumah sakit memastikan penyebab dari gejala yang dialami pasien itu, tak seluruhnya berasal dari mengonsumsi kecubung, melainkan ada yang berasal dari obat-obatan dan minuman keras oplosan.
Pihak rumah sakit telah menyerahkan pendalaman penyebab dari peristiwa ini ke Polda Kalimantan Selatan guna melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Sementara itu, Polda Kalsel telah mengeluarkan imbauan akan bahaya mengkonsumsi kecubung.
“Efek samping kecubung, dapat menyebabkan halusinasi yang intens, termasuk visual dan auditorik, serta kondisi mental yang bingung dan tidak teratur. Efek samping tersebut tak lepas dari kandungan senyawa kimia beracun yang ada di dalam kecubung,” demikian dikutip dari akun media sosial resmi Polda Kalsel, Sabtu (13/7/2024).
Dalam video yang beredar, sejumlah warga di Banjarmasin teler dengan narasi usai mengkonsumsi kecubung.
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi berharap perilaku macam itu tidak ditiru masyarakat. Dia menyatakan Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalsel telah menindaklanjuti kasus ini dengan serius.***