Home LifestyleKesehatan Serangan Stroke Jangan Dibiarkan Berlarut-larut

Serangan Stroke Jangan Dibiarkan Berlarut-larut

oleh Darto Darto

Foto: Istemewa

FAKTUAL-INDONESIA: Serangan stroke untuk yang pertama kali harus ditangani secepatnya. Si penderita hanya mempunyai waktu terbatas agar stroke bisa segera diatasi.

Sebab, bila terlalu lama memutuskan dikhawatirkan si penderita akan mengalami kelumpuhan atau bahkan mengancam jiwa penderitanya hingga mengalami kematian.

Saat ini, kendati masih di tengah masa pandemi Covid-19, tidak perlu ragu membawa penderita stroke ke rumah sakit.

Seperti yang dituturkan dr Erwan Wijaya Putra Sianipar di Rumah Sakit Siloam Hospitals Sentosa. Dia di dini menjadi pembicara dalam seminar bertema “Stroke Update: Understand and Manage After Stroke- Symptoms”.

Di masa pandemi, membuat banyak orang enggan untuk ke rumah sakit dan hanya memilih di rumah saja. Padahal, saat ini rumah sakit telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat, sehingga tidak perlu takut untuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.

Lebih lanjut dia betujar, “Banyak yang menganggap stroke itu kelemahan anggota gerak, tapi secara spesifik stroke adalah penyakit neurologis akut yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah otak yang terjadi mendadak.”

Dokter Spesialis Neurologi/Saraf RS Siloam Sentosa Bekasi ini mengatakan, penyakit stroke dapat menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian.

Menurut data World Stroke Organization menunjukkan bahwa setiap tahunnya ada 13,7 juta kasus baru stroke dan sekitar 5,5 juta kematian terjadi akibat penyakit struk.

Dijelaskan pria yang akrab disapa Dr. Erwan ini, upaya yang harus dilakukan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit dengan cara, cek kesehatan secara berkala, tidak merokok, rajin beraktivitas fisik seperti olahraga, diet sehat dengan kalori seimbang, istirahat yang cukup dan bisa mengelola stres.

Upaya preventif lainnya dengan mendorong masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan diri melalui pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan kolesterol secara rutin atau minimal 1 kali dalam setahun, penguatan pelayanan kesehatan.

Menurut dr Erwan, dengan menunjukan gejala sesuai dengan lokasi otak yang terkena, stroke menduduki tempat pertama di dunia setelah penyakit jantung dan kanker, baik di negara maju dan berkembang.

“Orang awam hanya mengenal stroke ringan dan berat. Padahal, stroke itu dibagi dua, antara lain, stroke penyumbatan dan pendarahan,” ucapnya.

Gejala klinis yang sering terjadi pada saat terjadinya stroke, tutur Erwan, adalah pusing kliyengan dan pandangan dobel tidak sadar, bicara menjadi pelo dan tidak jelas, kesulitan menelan, kesemutan, kelemahan.

“Untuk itu, diperlukan penanganan cepat untuk menyelamatkan nyawa seseorang yang terkena strok,” tegasnya seperti dikutip dari rri.co.id.

Salah satu cara mendeteksi dini gejala stroke adalah dengan metode FAST, yaitu F = face drooping (wajah tampak terkulai) ketika menemukan sebelah sisi wajah yang tampak tidak normal, tidak simetris, atau dikeluhkan sesisi wajah tidak terasa (baal), maka kecurigaan stroke meningkat.

“Untuk A, merupakan arm weakness atau kelemahan lengan. Hal ini terjadi bila sebelah tangan tampak tertinggal atau tidak mampu mencapai level yang sama dengan tangan satunya, kemungkinan telah terjadi stroke,” papar dr Erwan.

Selanjutnya, S atau speech difficulty (kesulitan berbicara). Gangguan bicara yang terjadi mendadak adalah salah satu gejala paling khas dari strok. Bila suspek penderita tiba-tiba tidak mampu berbicara dengan lancar dan terbata-bata, atau bahkan berbicara tidak jelas. Sementara, T merupakan time atau saatnya memanggil bantuan.

Ia menambahkan, bahwa kasus stroke yang paling fatal adalah kematian tapi yang paling berat gejala sisanya, gejala disabilitas atau kelumpuhan.

“Segera menghubungi fasilitas kesehatan puskesmas atau rumah sakit. Jangan di rumah saja. Hal itu untuk segera ditemukan masalah yang terjadinya stroke, dengan melakukan CT Scan, MRI, pemeriksaan laboratorium. Demi menghindari adanya kelumpuhan atau bahkan kematian akibat stroke,” kata dr Erwan.

Sekedar informasi, idealnya gejala stroke harus diatasi sedini mungkin, idealnya antisipasi yang dilakukan pada saat mengalami gejala sebaiknya pada waktu 3,5 jam setelah kejadian pasien langsung dibawa ke rumah sakit agar bisa segera diatasi dan dokter dapat mengambil tindakan di Rumah Sakit dan langkah apa yang harus dilakukan.***