Home LifestyleKesehatan Sakit Gigi Bisa Muncul Tiba-tiba

Sakit Gigi Bisa Muncul Tiba-tiba

oleh Darto Darto

Foto: Istimewa

FAKTUAL-INDONESIA: Sakit gigi merupakan gangguan kesehatan ysng paling menjengkelkan. Rasa nyernya bisa datang tiba-tiba dan mengganggu aktivitas. Hampir semua orang pasti pernah mengalaminya.

Penyebab sakit gigi atau nyeri yang dirasakan bisa berasal dari beberapa penyakit gigi itu sendiri. Walaupun biasanya tidak menimbulkan masalah serius, sakit gigi tetap mesti segera diobati.

Dikutip dari hellosehat.com, saraf pulpa yang teriritasi atau terinfeksi oleh bakteri dapat menjadi penyebab sakit gigi yang memberikan rasa sakit. Sebab saraf pulpa merupakan saraf paling sensitif di area tubuh manusia.

Sakit pada gigi juga bisa disebabkan oleh masalah yang berasal dari area tubuh lain. Sakit pada gigi biasanya tidak mengancam keselamatan jiwa, tetapi bisa menjadi masalah apabila tidak ditangani dengan tepat.

Gejala-gejala umum ketika sakit gigi

Rasa sakit pada gigi dapat bertahan lebih dari 15 detik ketika adanya stimulus. Bila gejala peradangan terus terjadi, maka sakit gigi bisa tambah parah. Rasa sakit bisa menyebar ke area pipi, telinga, atau bahkan rahang.

Berikut beberapa gejala sakit gigi yang perlu diwaspadai, seperti:

Rasa sakit yang tajam dan konstan
Sakit ketika mengunyah makanan
Gigi menjadi lebih sensitif  dengan rasa dingin atau panas
Adanya pendarahan di sekitar gigi serta gusi
Adanya pembengkakan di area gusi sampai luarBau mulut ketika terjadi infeksi (halitosis)
Demam disertai sakit kepala

Penyebab sakit gigi beserta gejala yang menyertainya

Tanda atau gejala sakit dan nyeri pada gigi bisa dikaitkan dengan penyebab sakit gigi tersebut, misalnya kerusakan gigi, penyakit gusi, gigi yang patah, sampai kemerahan di area sekitar gusi.

Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan setiap gejala pada penyebab sakit gigi di bawah ini.

1. Kerusakan gigi

Kerusakan gigi terjadi karena adanya erosi dan pembentukan rongga di permukaan luar (enamel gigi). Saat plak menumpuk, maka akan menghasilkan asam yang menyebabkan terjadinya lobang pada gigi sehingga enamel gigi pun rusak.

Apabila tidak dirawat maka akan terasa sakit, terjadi infeksi, sampai kehilangan gigi. Tanda sakit gigi yang bisa dirasakan adalah:

Gigi lebih sensitif terhadap suhu panas atau dingin
Gigi terasa sakit saat disentuh
Pembusukan menyebar ke bagian dalam serta tengah gigi

2. Sensitivitas gigi

Tidak semua orang mempunyai kondisi gigi sensitif. Kondisi ini terjadi ketika terasa nyeri juga ngilu akibat lapisan dentin terekspos oleh suhu dingin atau panas. Dentin merupakan saluran yang dipenuhi oleh serabut saraf.

Beberapa penyebab rasa sakit karena gigi sensitif adalah:

Makanan serta minuman manis
Makanan atau minuman yang terasa panas juga dingin.
Makanan atau minuman yang kadar asamnya tinggi.
Menggosok gigi dengan keras serta teknik yang salah.
Kebiasaan menggemeretakkan gigi sehingga gigi berisiko retak.
Menggunakan obat kumur dengan kandungan alkohol.

3. Masalah pada gusi

Area yang berdekatan dengan gigi seperti gusi juga bisa bermasalah dan menimbulkan rasa sakit pada gigi. Beberapa masalah pada gusi biasa disebut sebagai radang gusi (gingivitis) serta infeksi gusi (periodontitis).

Beberapa gejala sakit gigi yang disebabkan radang gusi (gingivitis):

Gusi berwarna kemerahan, bengkak, dan lunak
Gusi menjadi turun juga menyusut
Gusi mudah berdarah saat menggosok gigi
Warna gusi berubah menjadi merah kehitaman
Bau mulut yang tidak juga menghilang

Beberapa gejala sakit gigi yang disebabkan infeksi gusi (periodontitis):

Gusi lebih mudah berdarah ketika menyikat gigi atau mengunyah makanan bertekstur
Gusi yang bengkak berwarna merah terang sampai keunguan
Terasa nyeri saat terkena lidah atau jari
Gigi mudah goyang saat dipegang dengan jari tangan atau lidah
Gigi bergeser (migrasi) atau berputar (rotasi)
Ada celah yang terlihat di antara gigiDi antara gigi dan gusi mengeluarkan nanah.

4. Abses gigi

Abses pada gigi terjadi ketika ada kantong berisi nanah di area gigi serta gusi. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi karena masuknya bakteri melalui lubang yang tidak ditangani.

Gejala utama yang bisa dirasakan adalah rasa nyeri yang berdenyut dan terasa menyakitkan. Selain itu, rasa sakit bisa muncul tiba-tiba dan menjadi lebih intens selama beberapa jam.

Ada kemungkinan rasa sakit bertambah parah di malam hari. Gejala lain yang disebabkan abses gigi:

Gigi menjadi sensitif karena makanan panas atau dingin
Gusi bengkak, kemerahan, dan terasa lebih lunak
Mulut mengeluarkan bau yang tidak sedap
Area wajah, pipi, atau leher menjadi bengkak

Apabila infeksi sudah menjalar ke area tubuh lain, bisa dirasakan gejala seperti tidak enak badan, demam, sampai susah menelan.

5. Impaksi gigi bungsu

Gigi bungsu yang baru tumbuh bukanlah masalah. Namun, apabila tumbuh dengan posisi miring atau impaksi maka akan menjadi masalah. Gigi geraham yang tumbuh miring bisa merusak gigi sebelahnya, merusak saraf, serta kerusakan tulang rahang.

Tanda dan gejala sakit gigi akibat impaksi gigi bungsu:

Sakit di bagian gusi juga rahang bagian belakang
Gusi di bagian belakang merah, bengkak, atau bisa bernanah
Pembengkakan sehingga wajah tidak simetrisSulit untuk membuka mulut
Rasa sakit atau nyeri dari depan telinga dan menjalar sampai kepala

6. Gigi retak

Beberapa gangguan pada gigi bisa juga terjadi karena adanya cedera atau trauma seperti masalah gigi retak..

Tidak hanya karena terjatuh, menggigit sesuatu yang keras pun bisa menyebabkan gigi menjadi retak atau patah, terutama jika mempunyai kebiasaan menggertakkan gigi di malam hari.

Kondisi-kondisi di atas berpotensi menyebabkan struktur gigi terluar menipis sehingga bagian dentin gigi dapat terekspos.

Tanda sakit gigi karena kondisi gigi retak:

Sakit ketika mengunyah juga menggigit sesuatu
Gigi menjadi sensitif terhadap manis, panas, juga dingin
Rasa sakit yang datang dan pergi namun berlanjut
Gusi bengkak dan memengaruhi area mulut

7. Temporomandibular disorder (TMD)

Menurut laman Johns Hopkins Medicine, temporomandibular disorder atau TMD adalah kelainan pada otot rahang, sendi temporomandibular, serta saraf yang terkait dengan nyeri wajah kronis.

Beberapa faktor yang memicu munculnya kondisi ini adalah kebiasaan menggertakkan gigi, cedera rahang atau kepala, serta radang sendi (arthritis).

TMD dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di area rahang dan kepala, termasuk gigi. Selain menjadi penyebab sakit gigi, TMD juga meningkatkan sensitivitas gigi meski tidak sedang menderita masalah gigi apa pun.

8. Prosedur memutihkan gigi

Baru melakukan perawatan bleaching pada gigi? Bisa jadi prosedur ini adalah penyebab gigi sakit tiba-tiba. Biasanya gigi akan menjadi lebih sensitif sekitar 2-3 hari setelah prosedur perawatan. Terkadang gusi juga mengalami iritasi.

Produk seperti strip pemutih gigi dan bleaching gel juga bisa membuat lapisan gigi jadi sensitif.

9. Prosedur perawatan dental

Sakit gigi juga dapat muncul setelah dilakukan pengeboran dan penambalan gigi yang membuat saraf menjadi lebih sensitif. Begitu juga dengan perawatan pembersihan gigi, perawatan saluran akar, pemasangan crown gigi, dan dental restoration.

Gigi sensitif biasanya akan berlangsung dalam dua minggu dan menghilang setelah 4-6 minggu usai perawatan.

10. Infeksi sinusitis

Sakit yang dirasakan pada gigi atas bagian belakang ternyata bisa menjadi penanda infeksi sinusitis. Hal ini bisa terjadi karena letak gigi dan saluran hidung yang berdekatan. Ketika sinus mengalami peradangan, kepadatan pada saluran hidung akan menekan ujung saraf gigi sehingga dapat menyebabkan rasa sakit yang terjadi tiba-tiba di gigi.

Cara meredakan sakit gigi

Rasa sakit pada gigi dapat juga diredakan secara sementara dengan cara seperti di bawah ini.

1. Kumur dengan air garam

Campurkan garam dengan segelas air hangat untuk meredakan peradangan.

2. Bilas dengan hidrogen peroksida (larutan 3%)

Hidrogen peroksida dapat membantu peradangan dan rasa nyeri yang terjadi.

Encerkan hidrogen peroksida dan campur dengan air, kemudian bilas area mulut Anda. Ingat, jangan sampai tertelan.

3. Gunakan kompres dingin

Redakan pembengkakan dan rasa nyeri menggunakan es dingin dibalut handuk lalu tempel ke area nyeri selama 20 menit.

3. Obat nyeri

Obat jenis NSAID seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen dapat digunakan untuk meredakan nyeri. Namun, pastikan memperhatikan prosedur penggunaannya dengan cermat.***