Connect with us

Kesehatan

Refluks Asam Lambung dan Perut Kembung Bisa Ganggu Puasa, Ini Cara Mencegahnya

Avatar

Diterbitkan

pada

cara mengatasi diare

Ilustrasi

FAKTUAL-INDONESIA: Refluks asam lambung dan perut kembung harus diupayakan tak menyerang saat berpuasa.

Pemicu refluks asam lambung tidur kembali setelah santap sahur. Cirinya, ada sensasi terbakar di daerah dada bagian bawah, ketika asam lambung naik ke pipa makanan. Selain itu,

Faktor lainnya makan dalam jumlah besar, kegemukan, konsumsi minuman berkarbonasi, kopi atau teh, merokok, menyantap makanan seperti buah jeruk, tomat, bawang putih, makanan pedas, dan minum obat-obatan tertentu seperti aspirin, pereda otot atau obat penurun tekanan darah.

Selain mulas, gejala umum lain refluks asam adalah kembung, bersendawa, mual atau disfagia (sensasi makanan yang tersangkut di tenggorokan).

Ahli gizi asal India, Rujuta Diwekar menekankan seseorang harus menghindari mengambil celah panjang di antara waktu makan.

Advertisement

“Makanlah tepat waktu, hormati sinyal lapar Anda dan sinyal kenyang Anda,” katanya seperti dikutip dari antaranews.com, Minggu (10/4/2022)

Dia merekomendasikan kismis hitam yang direndam semalaman, setelah minum segelas air untuk membantu mengurangi gejala refluks asam lambang, lalu sindrom pramenstruasi (PMS), kembung dan gangguan pencernaan.

Gangguan perut lain yang kerap dirasakan saat berpuasa ialah perut kembung. Agar ini tak terjadi, dokter spesialis gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Marya W. Haryono menyarankan agar menyeimbangkan komposisi makan saat sahur.

Dia menekankan makanan bervariasi dan bergizi seimbang, antara lain mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, serta mikronutrien semisal mineral 40-50 persen terpenuhi saat sahur.

Kemudian, saat berbuka sebaiknya penuhilah 10-20 persen kebutuhan energi dengan makanan bernutrisi. Marya menganjurkan makanan manis namun tak berlebihan seperti madu, kurma dan yogurt.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement