Home LifestyleKesehatan Penanganan Kesehatan Anak Belum Optimal

Penanganan Kesehatan Anak Belum Optimal

oleh Darto Darto

Foto: Istimewa

FAKTUAL-INDONESIA: Penanganan kesehatan anak di Tanah Air belum maksimal. Di beberapa daerah letak fasilitas kesehatan yang jauh dari pemukiman membuat anak-anak tak tertangani dengan baik kala sakit keras.

Hal itu menjadi perhatian sejumlah lembaga dan organisasi profesi untuk kesehatan anak. Para aktitivisnya bersama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berkomitmen untuk mendukung Program Nasional terkait dengan kesejahteraan dan kesehatan anak Indonesia.

Lembaga dan organisasi yang dimaksud adalah Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), International Pediatric Association (IPA) atau Asosiasi Dokter Anak Internasional dan Asia Pacific Pediatric Association (APPA).

“Saat ini kita sedang menuju Sustainable Development Goal (SDG) dan juga menuju Indonesia Emas 2045 khususnya pada poin ketiga yaitu Good Health and Wellbeing (Kesehatan yang baik dan Kesejahteraan). Hal ini selaras dengan tujuan IDAI untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan anak dalam pembangunan Manusia Indonesia seutuhnya, seraya mengembangkan Ilmu Kesehatan Anak serta menyejahterakan anggotanya,” ujar Ketua Umum PP IDAI dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) dalam keterangannya, Sabtu (20/11/2021).

Piprin, yang baru saja dilantik sebagai Ketua Umum PP IDAI, lebih lanjut berujar, “Tujuan kesehatan anak ini merupakan tujuan besar dan membutuhkan waktu yang panjang untuk dicapai. Kita sedang bertempur melawan morbiditas dan mortalitas bayi dan anak Indonesia untuk mewujudkan kesejahteraan dan kesehatan anak.”

Piprim juga mengatakan dengan rasa persatuan dan kesatuan, serta komunikasi yang rutin di IDAI Pusat dan Cabang, dia berharap pihaknya dapat memantau lebih detail perkembangan kesehatan anak di Indonesia guna menyiapkan langkah proaktif untuk membantu mencapai tujuan Program Nasional Kesehatan ini demi kesejahteraan anak-anak Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin juga menyatakan dukungan dan harapannya untuk Organisasi Profesi IDAI pada Program Nasional Kementerian Kesehatan sesuai dengan visi misi Presiden RI di bidang kesehatan.

“Di antaranya penurunan Angka Kematian Bayi dan Balita (AKB), pencegahan stunting, peningkatan pengendalian penyakit baik menular maupun tidak menular serta penguatan Health Security untuk penanganan pandemi, penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), serta peningkatan sistem kesehatan nasional,” ujar Budi.

Terkait dengan kesehatan dan kesejahteraan anak, Direktur Eksekutif IPA Prof. Dr. dr. Aman Pulungan, Sp.A(K), FAAP, FRCPI (Hon.) menggarisbawahi kondisi anak yang mengalami dampak berat selama pandemi, terutama anak-anak yang memiliki komorbid atau penyakit bawaan.

“Kita perlu berubah bersama, berbenah, dan mempersiapkan diri dengan lebih baik lagi,” ujar Aman yang juga menjabat sebagai Presiden APPA.

Aman juga menyebutkan bahwa masalah kesenjangan akses pelayanan kesehatan di tiap wilayah di indonesia yang akhirnya memengaruhi angka kematian balita.

“IPA dan APPA juga memiliki target SDG, dan Kesehatan untuk Semua. Kita harus mencegah terjadinya pandemi yang lain atau Kejadian Luar Biasa yang lain,” ujar Aman.

Menurut aman, target tersebut akan bisa dicapai dengan kerja sama yang baik antar semua pihak, karena masalah kesehatan di Indonesia terutama yang terkait dengan anak merupakan masalah multifaktorial yang perlu melibatkan aspek medis, sosial, ekonomi, politik, dan emosional untuk mengatasinya.

Ketua Umum IDAI dilantik oleh Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Indonesia, dr Daeng M. Faqih, SH di kantor Pengurus Pusat IDAI.

Selain menjabat sebagai Ketua Umum IDAI, Dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) juga merupakan konsultan jantung anak dan banyak terlibat sebagai relawan dokter anak dalam sejumlah bencana internasional.***