Home LifestyleKesehatan Orangtua agar Pantau Perkembangan Anak walau Pandemi Covid-19

Orangtua agar Pantau Perkembangan Anak walau Pandemi Covid-19

oleh Darto Darto

Foto: Istimewa

FAKTUALid – Orangtua agar tetap memantau pertumbuhan dan perkembangan anak mereka walau pandemi Covid-19 masih melanda. Mereka bisa memanfaatkan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang bisa didapatkan versi cetak maupun digitalnya.

Plt Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Drg. Kartini Rustandi mengatakan hal itu dalam webinar bertajuk “Pentingnya Buku KIA untuk Orangtua Pantau Kesehatan dan Tumbuh Kembang Anak di masa Pandemi”, Kamis (29/7/2021).

“Kita perlu memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak dengan baik, untuk itu kita punya buku KIA,” ujarnya.

Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan bisa mencakup pertumbuhan panjang badan, pertumbuhan otak hingga perkembangan anggota gerak anak.

Di sini, orangtua harus memastikan anak-anak bisa tumbuh dan berkembang optimal sesuai usianya.

Lebih lanjut, dari semua jenjang usia yang dipantau, usia balita termasuk masa yang tak boleh lewat dari pantauan orang tua. Di sisi lain, pada masa ini anak-anak harus dipastikan kebutuhannya tercukupi seperti nutrisi, stimulasi perkembangan, pelayanan kesehatan memadai seperti imunisasi hingga terjaminnya keamanan agar dia tak terkena penyakit suatu hari nanti.

“Masa depan suatu bangsa sangat tergantung dari dari keberhasilan kita membangun anak-anak dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangannya secara optimal. Usia balita merupakan masa periode emas. Ketika kita tidak bisa memanfaatkan periode ini maka kita kehilangan masa depan bangsa kita,” kata Kartini.

Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) setiap 23 Juli, tuturnya, termasuk momentum penting untuk terus menyadarkan orangtua mengenai pentingnya pemenuhan hak anak untuk bertumbuh, berkembang, berpartisipasi secara wajar, kemudian terjaminnya pelayanan kesehatan serta anak mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Lebih lanjut, kepada semua orang, ucap Kartini, untuk menjadikan kesehatan sebagai faktor penting dalam kehidupan mereka. Kesehatan, tuturnya, memang bukan segalanya tetapi tanpa kesehatan segalanya menjadi bukan apa-apa.***

Tinggalkan Komentar