Home LifestyleKesehatan Obat Terapi Covid-19, Remdesivir merek Covifor telah Dapat Persetujuan BPOM

Obat Terapi Covid-19, Remdesivir merek Covifor telah Dapat Persetujuan BPOM

oleh Darto Darto

Foto: Istimewa

FAKTUALid – Remdesivir merek Covifor telah mendapat persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai terapi pengobatan Covid-19 di Indonesia.

Remdesivir, obat hasil kerja sama Kalbe Farma dan Amarox Global Pharma, merupakan jenis obat antivirus yang sebelumnya pernah digunakan untuk menangani SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan MERS (Middle East Respiratory Syndrome), dua virus yang secara struktural mirip dengan Covid-19.

Remdesivir seakan menjadi angin segar bagi upaya penanganan Covid-19 di Indonesia yang tak kunjung berakhir.

Lantas, kenapa obat ini dipilih untuk menyembuhkan Covid-19 di Indonesia?

Hingga saat ini, belum ada obat pasti untuk Covid-19. Meski begitu, kehadiran remdesivir sebagai kombinasi terapi pengobatan setidaknya bisa jadi alternatif.

“Penggunaan remdesivir berdasarkan penelitian dapat memberikan efek yang positif pada orang yang terinfeksi. Jadi, bisa digunakan untuk membantu mempercepat pemulihan,” kata dr Devia Irine Putri seperti dikutip dari klikdokter.com, Senin (26/7/2021).

Remdesivir berbentuk vial (cairan) dan diberikan kepada pasien dengan cara injeksi. Obat tersebut dipercaya mampu menghambat kemampuan virus memperbanyak diri (replikasi) sehingga dapat memperlambat penyebarannya dalam tubuh. Oleh karena itu, kerusakan yang lebih luas dapat dihindari.

Meski  demikian, remdesivir juga memiliki efek samping yang perlu diwaspadai. Pasien bisa mengalami beberapa gangguan, seperti muncul reaksi alergi berupa ruam merah, sesak napas, dan gatal-gatal; keringat dingin; mual dan muntah; serta rasa berdebar-debar.

“Semua orang punya risiko yang sama. Tapi, tidak semua efek samping pasti akan muncul. Misalnya, di pasien A tidak muncul, di pasien B muncul mual saja, namun di C muncul berdebar-debar, mual, dan muntah,” ucap Devia.

Menambah penjelasan tadi, dr Dyah Novita Anggrainimengatakan, remdesivir juga tidak bisa dikonsumsi orang dengan kondisi tertentu, misalnya pasien dengan alergi dan mereka yang menderita gangguan liver (hati).

Oleh karena itu, penggunaan remdesivir sebagai obat Covid-19 memang harus sangat berhati-hati. Di Indonesia sendiri, obat tersebut tidak akan dijual secara bebas, melainkan didistribusikan secara khusus ke rumah sakit.***

Tinggalkan Komentar