Home LifestyleKesehatan Masa Kritis Pandemi Covid-19 di Indonesia Diprediksi hingga September 2021

Masa Kritis Pandemi Covid-19 di Indonesia Diprediksi hingga September 2021

oleh Darto Darto

Foto: Istimewa

FAKTUALid – Masa kritis pandemi Covid-19  di Indonesia akan berlangsung hingga September 2021. Oleh karenanya, ia meminta semua pihak untuk mengantisipasi lonjakan kasus yang benar-benar signifikan.

Hal itu dikatakan Epidemiolog asal Griffith University Australia Dicky Budiman yang memprediksi masa kritis pandemi Covid-19.

“Yang kita hadapi adalah puncak kasus yang sangat serius di akhir Juli ini. Sehingga, masa kritisnya itu bisa sampai September. Ini yang harus kita mitigasi, yang harus kita cegah dan antisipasi supaya ledakannya itu tidak besar,” kata Dicky seperti dikutip dari MNC Portal Indonesia, Minggu (4/7/2021).

Ledakan kasus harian Covid-19, ujarnya, sulit dihindari dalam beberapa waktu depan. Namun, ledakan itu bisa diminimalisir dengan kepatuhan dan pemaksimalan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dalam dua minggu ke depan.

“Nah, itulah sebabnya maka perlu peran semua pihak, termasuk strategi PPKM ini menjadi alat, menjadi sarana untuk penguatan respon di setiap aspek, di setiap sektor, di setiap tingkatan pemerintahan, termasuk strategi pengendalian pandemi mulai dari 3Tnya, vaksinasinya, dan ada pembatasan-pembatasan,” tuturnya.

Dicky menilai kebijakan PPKM Darurat bukan langkah yang ideal dalam mengendalikan virus varian baru Covid-19. Namun, saat ini kebijakan tersebut bisa dijadikan alternatif untuk meminimalisir penyebaran virus Covid-19.

“Nah ini yang harus dilakukan dalam adanya PPKM Darurat sehingga kita bisa mendapat manfaat optimal dari strategi yang memang belum ideal. Saya harus sampaikan ini memang bukan strategi ideal, tapi yang versi terbaik saat ini yang bisa dilakukan pemerintah, nah itu yang harus kita upayakan agar memperoleh manfaat maskimalnya,” ucapnya.

Dalam beberapa waktu belakangan ini, angka konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia terus melonjak drastis, khususnya Jakarta. Bahkan, varian baru dari virus Corona yang mematikan dan lebih mudah menular sudah menyebar di sini.

Indonesia juga mengalami masalah serius lainnya yakni, keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) yang sudah melebihi batas standar organisasi kesehatan dunia (WHO). Bahkan, beberapa pejabat pemerintah sudah menyerukan bahwa Jakarta sedang darurat Corona atau tidak baik-baik saja.***

Tinggalkan Komentar