Home LifestyleKesehatan Kepala BPOM Akan Awasi Wadah Makanan Berbahan Plastik yang Beragam Jenisnya

Kepala BPOM Akan Awasi Wadah Makanan Berbahan Plastik yang Beragam Jenisnya

oleh Darto Darto

Foto: Istimewa

FAKTUAL-INDONESIA: Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)  Penny K Lukito menyampaikan akan melakukan pengawasan pada wadah-wadah plastik.

Caranya, kata Penny dalam rapat dengan anggota Komisi IX DPR RI, Senin (8/11/2021), dengan melabeli wadah plastik yang mengandung BPA.

BPA free adalah label pada produk tertentu yang mengindikasikan bahan mereka tidak mengandung zat kimia Bisphenol-A yang membahayakan kesehatan.

Dalam kenyataannya ada banyak jenis-jenis kode plastik yang digunakan untuk tempat makanan hingga peralatan rumah tangga. Semuanya memiliki kode tertentu yang menandakan nama dan ciri khasnya. Selain itu, bahaya plastik juga perlu diketahui agar tidak membahayakan kesehatan.

Dengan mengetahui jenis-jenis kode plastik berikut ini, bisa dibedakan dengan cermat faktor keamanannya bagi tubuh.

1. Polyethylene Terephthalate (PET atau PETE)

Bahan plastik ini berwarna bening dan tembus pandang, biasanya digunakan sebagai kemasan minuma, minyak goreng, sambal, dan sebagainya.

Plastik jenis Polyethylene Terephthalate (PET atau PETE) direkomendasikan hanya untuk sekali pakai saja dan jangan dipakai sebagai wadah air panas.

Bahaya Plastik Polyethylene Terephthalate (PET atau PETE)

Jika kamu menggunakan bahan plastik ini secara berulang, apalagi untuk menyimpan air panas, lapisan polimer pada botol akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogen yang dapat menyebabkan kanker.

2. High Density Polyethylene (HDPE)

HDPE biasanya digunakan sebagai bahan pembuatan botol susu atau jus yang berwarna putih, galon air minum, plastik belanja, dan sebagainya.

Bahan ini memiliki sifat bahan yang keras dan menjadi cukup aman digunakan karena memiliki kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara makanan atau minuman dengan wadah plastiknya.

Bahaya Plastik High Density Polyethylene (HDPE)

Bahan plastik HDPE direkomendasikan untuk satu kali pemakaian, karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu, Toppers.

Senyawa ini dapat mengakibatkan iritasi kulit, menimbulkan gangguan pernapasan, gangguan siklus menstruasi dan menyebabkan keguguran.

3. Polyvinyl Chloride (PVC atau V)

Bahan plastik Polyvinyl Chloride (PVC) biasanya digunakan dalam pembuatan botol deterjen, botol sabun, botol shampo, pipa saluran, dan sebagainya. Sebagai keunggulan, bahan plastik ini sangat tahan terhadap zat organik berbahaya, basa kuat, dan asam kuat.

Bahaya Plastik Polyvinyl Chloride (PVC atau V)

Dengan keunggulannya tersebut, bahan ini tidak boleh digunakan untuk menyimpan makanan dan minuman, karena mengandung zat Diethylhydroxylamine (DEHA) yang dapat merusak ginjal dan hati.

4. Low Density Polyethylene (LDPE)

Bahan plastik LDPE sering digunakan sebagai kantong belanja, plastik kemasan, pembungkus makan segar, dan botol-botol lembek. Bahan ini memiliki daya resistensi atau perlindungan yang baik terhadap reaksi kimia.

Oleh karena itu, LPDE menjadi salah satu jenis plastik yang dapat digunakan sebagai pembungkus makanan dan minuman.

Bahan LDPE juga pun mudah didaur ulang dan sangat cocok untuk wadah kemasan yang kuat namun tetap fleksibel. Plastik ini mempunyai tingkat bahaya yang rendah.

5. Polypropylene (PP)

Polypropylene biasanya digunakan dalam pembuatan botol minuman, kotak makanan, dan wadah penyimpanan makanan lainnya yang dapat dipakai berulang-ulang.

Bahan ini merupakan jenis plastik terbaik yang bisa digunakan sebagai kemasan makanan dan minuman, karena mampu mencegah terjadinya reaksi kimia dan tahan terhadap panas.

6. Polystyrene (PS)

Jenis plastik ini banyak digunakan sebagai bahan pembuatan styrofoam, wadah makanan beku dan siap saji, piring, garpu, dan sendok plastik.

Penggunaan jenis plastik ini sangat tidak dianjurkan untuk pembungkus makanan karena bahan Polystyrene dapat mengeluarkan zat styrene jika bersentuhan dengan makanan dan minuman, apalagi makanan dan minuman panas.

Bahaya Plastik Polystyrene (PS)

Zat styrene dalam bahan plastik ini dapat menimbulkan kerusakan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, mengganggu pertumbuhan, dan sistem saraf.

Selain itu, bahan ini juga mengandung benzena yang menjadi salah satu penyebab timbulnya kanker. Polystyrene juga sulit untuk didaur ulang, walaupun bisa didaur ulang, akan membutuh proses yang sangat panjang dan waktu yang lama.

7. Other (O)

Terdapat 4 jenis plastik yang tergolong jenis Other, antara lain: Styrene Acrylonitrile (SAN), Acrylonitrile Butadiene Styrene (ABS), Polycarbonate (PC), dan Nylon.

Plastik jenis  SAN dan ABS merupakan jenis plastik yang baik digunakan sebagai kemasan makanan dan minuman, karena memiliki perlindungan yang baik terhadap reaksi kimia. SAN dan ABS sering digunakan dalam pembuatan kotak makanan, botol minuman, peralatan dapur, sikat gigi, dan sebagainya.

Bahaya Plastik Other (O)

Bahaya bahan plastik ini terdapat pada bahan Polycarbonate (PC) yang sangat tidak direkomendasikan untuk digunakan sebagai wadah makanan dan minuman, karena mengandung Bisphenol-A yang dapat merusak sistem hormon, merusak kromosom pada ovarium, menurunkan kualitas sperma, dan mengganggu sistem imun.

PC biasanya digunakan pada pembuatan botol susu bayi, kaleng kemasan makanan dan minuman, dan kaleng susu formula.***