Connect with us

Kesehatan

IDI Pecat Terawan Diduga Dapat Tekanan Dunia Farmasi Terkait Kegigihan Buat Vaksin Nusantara

Avatar

Diterbitkan

pada

Terawan Agus Putranto

FAKTUAL-INDONESIA: Pemecatan dokter Terawan Agus Putranto, dalam Muktamar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Aceh, baru-baru ini, masih ramai menjadi pembicaraan di media sosial.

Hingga kini, demikian pembicaraan yang mengemuka, masih dipertanyakan alasan pemecatan Terawan yang di mata publik mempunyai citra baik sebagai dokter.

Salah satu yang diketahui mayarakat, Terawan berupaya agar Indonesia memproduksi vaksin untuk mengatasi Covid-19.

Dipertanyakan, adakah hubungan keputusan IDI ini dengan Vaksin Imunoterapi Nusantara?
Adakah tekanan dari Industri Farmasi, agar Vaksin Imunoterapi Nusantara gagal lahir?

Terlepas ketentuan dalam IDI, publik menilai Terawan justru telah menjalan tugas dan fungsinya sebagai dokter, yakni memberi harapan kesembuhan bagi warga yang menderita lantaran penyakitnya.

Advertisement

Sementara itu Komisi IX DPR RI yang membidangi kesehatan, ramai-ramai membela Terawan. Anggota dewan pun mengusulkan agar IDI dipanggil ke Senayan.

“Saya sudah usulkan agar Komisi IX memanggil IDI untuk dimintai pertanggungjawaban pemecatan tersebut,” kata Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi NasDem Irma Suryani Chaniago saat dihubungi, Minggu (27/3/2022).

Irma menilai keputusan IDI arogan. Dia menyoroti soal uji kompetensi bagi para dokter muda yang masih relatif sulit saat ini.

“NasDem justru melihat IDI selain arogan juga sangat eksklusif dan elitis,” ujarnya.

“Indonesia masih butuh sangat banyak dokter tapi coba lihat bagaimana sulitnya dokter-dokter muda yang ingin bekerja akibat sulitnya uji kompetensi. Kalau tidak salah ada 2.500 orang,” ucapnya.

Advertisement

Irma berpandangan IDI tak bisa menangani nasib para dokter muda tersebut dan justru berkeputusan memecat dr Terawan yang dia anggap sudah senior dan berpengalaman.

“Sudah nggak berguna bagi para dokter muda malah mau pecat dokter yang sudah berpengalaman dan mumpuni seperti dr Terawan,” ujarnya.

“Harusnya IDI mampu memperjuangkan hal-hal sepele seperti ini. Jangan dibiarkan dokter-dokter muda yang ingin mengabdi pada negara malah dibiarkan menganggur,” katanya.

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Demokrat Lucy Kurniasari menilai pemecatan terhadap Terawan berlebihan. Dia menilai IDI seharusnya memberi peringatan dulu terhadap Terawan.

“Pemecatan Terawan oleh IDI tampaknya berlebihan dan tidak proporsional. IDI tak seharusnya memecat Terawan hanya karena dinilai melanggar etik profesi. Terawan seharusnya cukup diberi peringatan dan pembinaan agar dapat memperbaiki kesalahan etik,” kata Lucy.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement