Home LifestyleKesehatan Bungkuk yang Dialami Seseorang Akibat Peradangan pada Tulang Belakang

Bungkuk yang Dialami Seseorang Akibat Peradangan pada Tulang Belakang

oleh Darto Darto

Foto: Istimewa

FAKTUAL-INDONESIA:  Bungkuk yang dialami seseorang disebabkan oleh spondilitis ankilosa atau ankylosing spondylitis. Artinya, terjadi peradangan kronis yang dapat menyebabkan menutupnya celah antar ruas tulang belakang. Gangguan ini dapat membuat penderita ankylosing spondylitis menjadi bungkuk.

Tulang belakang terdiri dari beberapa ruas tulang yang dihubungkan oleh bantalan tulang yang lunak. Pada penderita ankylosing spondylitis, celah bantalan melebur menjadi tulang, sehingga tulang belakang hilang kelenturannya. Kondisi ini akan mengubah postur tubuh penderitanya.

Gejala ankylosing spondylitis, seperti dikutip dari alodokter.com, berkembang secara bertahap dalam hitungan bulan hingga tahun, serta lebih sering menyerang pria daripada wanita.

Gejala Ankylosing Spondylitis
Ankylosing spondylitis pada awalnya ditandai dengan rasa nyeri atau kaku di leher, punggung bawah, dada, serta panggul. Nyeri tersebut lebih terasa saat bangun tidur atau setelah penderita diam dalam waktu yang lama.

Gejala nyeri ini dapat hilang dan muncul dalam periode-periode tertentu selama berberapa bulan hingga beberapa tahun. Bila tidak tertangani, penyakit ankylosing spondylitis dapat mengubah postur tubuh penderitanya menjadi lebih bungkuk (kifosis).

Selain nyeri dan perubahan postur tubuh, penderita ankylosing spondylitis juga dapat merasakan gejala berikut:

Demam.
Merasa mudah lelah.
Nyeri lutut.
Peradangan pada jari-jari.
Diare dan sakit perut.
Kulit kemerahan dan bersisik, serta terasa gatal.
Gangguan penglihatan.
Kesulitan bernapas.

Kapan harus ke dokter
Penderita dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter jika merasakan gejala awal dari ankylosing spondylitis berupa nyeri pada area di sekitar tulang belakang yang berkepanjangan dan hilang timbul.

Penderita ankylosing spondylitis perlu menjalani pemeriksaan secara rutin ke dokter untuk mengetahui perkembangan dari penyakit yang diderita. Umumnya, dokter akan melakukan pemeriksaan dengan prosedur pemindaian dan tes darah.

Penyebab Ankylosing Spondylitis

Penyebab ankylosing spondylitis belum diketahui dengan pasti. Akan tetapi, ankylosing spondylitis diduga berhubungan dengan kelainan gen, yaitu gen HLA-B27. Meski demikian, bukan berarti seseorang yang memiliki kelainan gen HLA-B27 pasti akan terkena ankylosing spondylitis.

Walaupun penyebabnya belum diketahui secara pasti, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita ankylosing spondylitis, di antaranya:

Berjenis kelamin pria.
Berusia remaja atau 30 tahun ke atas.
Memiliki orangtua yang menderita ankylosing spondylitis.

Pengobatan Ankylosing Spondylitis

Tidak ada penanganan khusus untuk mengobati ankylosing spondylitis. Langkah penanganan lebih bertujuan untuk mengurangi rasa sakit, memperbaiki kelainan pada postur tubuh, mencegah terjadinya komplikasi, dan membantu pasien untuk kembali beraktivitas secara normal.

Pengobatan yang dapat dilakukan untuk menangani ankylosing spondylitis adalah fisioterapi

Terapi fisik dilakukan untuk meredakan rasa sakit serta meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas otot penderita. Fisioterapi perlu disertai dengan rutin berolahraga untuk membantu melemaskan otot-otot yang kaku dan memperkuat otot di sekitar sendi.***