Connect with us

Kesehatan

Mantan Menkes Dokter Terawan Dipecat dari Keanggotaan IDI

Avatar

Diterbitkan

pada

FAKTUAL-INDONESIA: Perseteruan antara Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pusat dengan  Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) rupanya belum berakhir juga.

Menurut epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI) dokter Pandu Riono, Terawan dipecat karena melakukan pelanggaran etika berat.

“Pelanggaran etika berat,” ucap Pandu saat dikonfirmasi Bisnis.com, Sabtu (26/3/2022).

Terawan diberhentikan secara permanen dari keanggotaan IDI, salah satu keputusan Muktamar XXXI di Kota Banda Aceh. @PBIDI pic.twitter.com/qaAkFnonXI

Advertisement

Sebelumnya Pandu mengungkapkan pemecatan Terawan lewat cuitannya di Twitter.

“Terawan diberhentikan secara permanen dari keanggotaan IDI, salah satu keputusan Muktamar XXXI di Kota Banda Aceh. @PBIDI,” tulis Pandu sembari mengunggah video singkat yang membacakan pemecatan Terawan, Jumat (25/3/2022).

Dikatakan Pandu, keputusan itu diambil Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Ikatan Dokter Indonesia (MKEK IDI) sebelum dibawa ke sidang Muktamar IDI.

“Itu rekomendasi dari MKEK Pusat pada Ketua Umum PBIDI dan akan diputuskan pada sidang khusus Muktamar IDI XXXI,” katanya.

Menurut Pandu muktamar dilaksanakan pada 22-25 Maret 2022 .

Advertisement

Cuci Otak

Dokter Terawan dikenal sebagai dokter tentara yang pada ujung kariernya dipercaya menjadi Menteri Kesehatan.

Letnan Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K)  seperti disebutkan Wikipedia, merupakan lulusan dari Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dan kemudian masuk TNI AD, di mana ia ditugaskan ke beberapa daerah termasuk Lombok, Bali, dan Jakarta untuk mengemban tugas sebagai pelaksana medis/kesehatan militer. Ia juga pernah menjabat sebagai Tim Dokter Kepresidenan pada tahun 2009 dan pernah menjabat sebagai Kepala RSPAD Gatot Subroto tahun 2015 dan Ketua Tim Dokter Kepresidenan.

Terawan Agus Putranto yang lahir 5 Agustus 1964 menjadi  Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada Kabinet Indonesia Maju Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin yang menjabat sejak 23 Oktober 2019 hingga 23 Desember 2020.

Ia menjadi dokter militer pertama yang menjabat Menkes sejak Mayor Jenderal TNI (Purn.) dr. Suwardjono Surjaningrat (1978–1988) dan orang dengan pangkat militer tertinggi yang pernah memangku jabatan ini.

Advertisement

Nama dr Terawan tak lagi asing di kalangan publik lantaran inovasinya tentang metode “cuci otak” yang telah terbukti menyembuhkan banyak pasien stroke, ditambah lagi ramai diberitakan media-media nasional karena pernah diisukan dipecat oleh PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Dokter kelahiran Yogyakarta 5 Agustus 1954 tersebut merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) yang kemudian mengabdi menjadi dokter TNI AD dan menjabat Kepala RS Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto sejak 2015-2019.

Sekitar awal April 2018, mencuat kabar dr Terawan, yang dikatakan telah menyembuhkan ribuan pasien stroke bisa sembuh kembali, diberhentikan sementara oleh Mahkamah Kode Etik Kedokteran (MKEK) IDI

Pemberhentian tersebut lantaran dr Terawan dianggap melanggar kode etik kedokteran yaitu mengiklankan metode “cuci otak” yang bisa menyembuhkan pasien stroke.

Anggapan tersebut dibantah oleh dr Terawan bahwa dirinya tidak pernah sekalipun mengiklankan metodenya.

Advertisement

Metode “cuci otak” yang mulai diperkenalkan sejak 2004 dan banyak dilakukan sejak 2011 tersebut sebenarnya merupakan salah satu metode bernama digital subtraction angiography (SDA) yang tujuannya ialah untuk mendiagnostik dan untuk mengevaluasi pembuluh darah otak sehingga bisa diketahui penyakit dari pasien dan menentukan pengobatan yang tepat.

Namun Terawan menggunakannya sebagai metode pengobatan stroke dengan memasukan obat heparin dalam proses SDA yang dipercaya dapat menyembuhkan penyakit stroke.

Meskipun metode cuci otak melalui DSA telah diuji dalam disertasi dr Terawan di Universitas Hasanuddin Makassar pada 2016, beberapa pakar menilai metode itu masih butuh kajian secara ilmiah lebih mendalam.

Kendati demikian, banyak dukungan yang mengalir kepada dr Terawan seperti dari Komisi IX DPR, Kementerian Ristekdikti, masyarakat yang menjadi pasiennya, dan bahkan para pejabat dan tokoh negeri yang merasakan manfaat luar biasa dari metode tersebut.

Beberapa tokoh yang pernah menjalani terapi DSA dr Terawan ialah Wakil Presiden 2014-2019 Jusuf Kalla, Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, mantan Ketua MK Mahfud MD, dan lainnya.

Advertisement

Para tokoh tersebut memberikan testimoni atas pengalamannya ditangani dr Terawan dan mendukung metode “cuci otak” terus dilanjutkan.

Ketua Umum PB IDI saat itu Prof Ilham Oetama Marsis menyatakan tidak melaksanakan putusan MKEK dan menyebut dr Terawan tetap sebagai anggota IDI dan bisa terus berpraktik.

Melalui metode DSA tersebut dr Terawan juga mendatangkan 1000 warga negara Vietnam ke Indonesia untuk melakukan terapi “cuci otak”. Dia sudah mengantongi nota kesepahaman dengan Pemerintah Vietnam yang kemudian menjadikan terapi cuci otak sebagai wisata medis.

Vaksin Nusantara

Nama mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mencuat saat pandemi Covid-19 dengan pengembangan vaksin Nusantara. Ia menyebutkan bahwa 90 persen bahan Vaksin Nusantara sudah tersedia di dalam negeri.

Advertisement

“Hampir 90 persen bahan industri sudah ada di Indonesia, bahkan dibuat di Indonesia,” ujar Terawan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR di Jakarta, Rabu, 16 Juni 2021.

Namun, ia mengaku terdapat beberapa bahan Vaksin Nusantara yang masih harus diimpor dari Amerika Serikat, seperti larutan antigen protein dan media diferensiasi.

“Beberapa dibuat di AS seperti larutan antigen dan media diferensial, kita memang belum sampai Research and Development (R&D) untuk membuat itu,” ucapnya.

Kendati demikian, ia optimistis Indonesia dapat membuat sendiri dua bahan itu suatu saat nanti.

“Bisa kita lakukan di sini, namun karena paten sudah dimiliki AS kita harus kerja sama, termasuk media diferensiasinya,” katanya.

Advertisement

Namun pengembangan Vaksin Nusantara kini seperti terhenti di tengah jalan, karena satu dan lain hal.

Pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan pihaknya tidak pilih kasih terkait uji klinis vaksin apapun termasuk vaksin Nusantara.

“BPOM tidak akan pernah pilih kasih. BPOM akan mendukung apapun bentuk riset apabila sudah siap masuk uji klinik itu akan didampingi tetap tapi tentu dengan penegakan berbagai standar-standar yang sudah ada,” kata Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito dalam Lokakarya Pengawalan Vaksin Merah Putih, Jakarta, 13 April 2021.

BPOM mengatakan vaksin Nusantara belum bisa lanjut ke tahap uji klinis selanjutnya karena beberapa syarat belum terpenuhi diantaranya Cara Uji Klinik yang Baik (Good Clinical Practical), Proof of Concept, Good Laboratory Practice dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (Good Manufacturing Practice).

Penny menuturkan pihaknya mendukung berbagai pengembangan vaksin asalkan memenuhi kaidah ilmiah untuk menjamin vaksin aman, berkhasiat, dan bermutu.

Advertisement

BPOM mengatakan sudah melakukan pendampingan yang sangat intensif dimulai dari sebelum uji klinik, mengeluarkan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK), dan ada komitmen-komitmen yang harus dipenuhi. BPOM juga sudah melakukan inspeksi terkait vaksin Nusantara.

Menurut Penny, jika ada pelaksanaan uji klinik yang tidak memenuhi standar-standar atau tahapan-tahapan ilmiah yang dipersyaratkan, maka akan mengalami masalah dan tidak bisa lanjut ke proses berikutnya.

Unhan

Namun nama Terawan tidak tenggelan.  Universitas Pertahanan RI (Unhan RI) memberikan gelar Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) Ilmu Pertahanan Bidang Kesehatan Militer kepada Letnan Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K) RI di Gedung Aula Merah Putih Kampus Bela Negara Unhan RI Komplek IPSC Sentul-Jawa Barat, Rabu (12/01/2022).

Pengukuhan gelar Profesor Kehormatan itu digelar  dalam sidang senat terbuka  dipimpin Rektor Unhan RI Laksamana Madya TNI Prof. Dr. Amarulla Octavian.,S.T., M.Sc., DESD selaku Ketua Senat Unhan RI, dilaksanakan melalui daring dan luring.

Advertisement

Rektor Unhan RI dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada Prof. Dr. (H.C) Dr. Terawan Agus Putranto, SP.Rad (K) RI atas pencapaian prestasi akademik yang  membanggakan. Unhan RI mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar   Prof. Dr. (H.C) Dr. Terawan Agus Putranto, SP.Rad (K) RI atas doa restu, dukungan dan peran penting yang diberikan. Serta terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada senat akademik dan dewan guru besar Unhan RI atas promosi yang diberikan kepada Prof. Dr. (H.C) Dr. Terawan Agus Putranto, SP.Rad (K) RI menjadi profesor kehormatan ilmu pertahanan bidang kesehatan militer  pada Fakultas Manajemen Pertahanan.

Prof. Dr. (H.C) Dr. Terawan Agus Putranto, SP.Rad (K) RI mampu menciptakan dan merumuskan pertahanan kesehatan nasional melalui sebuah teori yang terkait dengan metode ‘cuci otak’ pada penderita stroke. Brain washing ini sendiri bukan cuci otak yang selama ini difahami masyarakat melainkan endovaskular treatment atau neurovaskular intervention yang mana teknik dasarnya adalah dsa (digital substraction angiography) yang berguna untuk diagnostik.

Teori yang dikembangkan tersebut rupanya sudah diaplikasikan di Jerman dengan nama “Terawan Theory”. Teori yang dikembangkan sejak tahun 1990an dapat mengurangi paparan radiasi dalam otak dan terbukti sampai saat banyak pasien yang tertolong dari serangan stoke. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement