Home LifestyleKesehatan Lonjakan Kasus Covid-19, 5 Obat Tadinya Tak Laku Kini Jadi Buruan Pembeli

Lonjakan Kasus Covid-19, 5 Obat Tadinya Tak Laku Kini Jadi Buruan Pembeli

oleh Bambang

Pembeli cukup ramai di Pasar Obat Pramuka. (Farhanzuhdi)

FAKTUALid – Lonjakan kasus terpapar Covid-19 akhir-akhir ini membuat masyarakat berbondong-bondong mencari obat untuk melindungi diri dari virus Corona yang kian mengganas di Indonesia. Di pasar Pramuka, Jakarta Timur terdapat 5 obat yang banyak dicari masyarakat, yaitu Azithromycin, oseltamivir, paracetamol, deksametason, ivermectin.

Ketua Harian Himpunan Pedagang Farmasi Pasar Pramuka, Yoyon mengatakan ada 5 obat yang dicari dalam kurun waktu 10 hari terakhir. “Dalam 10 hari terakhir banyak masyarakat yang memburu jenis obat yang konon bisa membantu menyembuhkan dari virus corona yang dulunya yang jarang dicari, seperti Azithromycin, oseltamivir, paracetamol, deksametason, dan yang booming ivermectin,” kata Yoyon saat ditemui di pasar Pramuka pada Senin (5/7/2021).

Yoyon menuturkan karena 5 jenis obat itu banyak diburu sedangkan stok barang hanya sedikit mengakibatkan kelangkaan pada jenis itu tersebut.

“Jenis obat tadi, dulunya barang ngga laku, akhirnya timbul kelangkaan karena permintaannya banyak sedangkan stoknya dikit,” ujar Yoyon.

Untuk obat ivermectin, dirinya menuturkan bahwa obat tersebut diketahuinya bukan untuk manusia. “Ivermectin setau saya itu obat untuk binatang, tapi gatau kok bisa jadi obat manusia. Memang untuk manusia juga tetapi untuk kutu dan virus yang lain,” ujar Yoyon.

Selain obat-obatan tersebut, lanjut Yoyon, obat yang juga banyak diburu ialah vitaman C,D,dan E. Vitamin dianggap bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh serta mengurangi perkembangbiakan virus.

Yoyon selaku Ketua Himpunan Pedagang Farmasi Pasar Pramuka menghimbau para pedagang selain mencari keuntungan juga beretika dalam menggunakan harga. “Pihak kami sudah bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk membarantas para spekulan yang ingin menimbun barang, jadi jangan coba-coba memainkan harga,” jelasnya.

Yoyon dan pihaknya juga menghimbau Pemerintah tidak hanya wacana mengeluarkan daftar harga dan juga mengawal pendistribusian obat kepada pihaknya agar tidak dimanfaatkan spekulan.

Terkait dengan situasi di Pasar Pramuka sekitar pukul 11.00 WIB, Pasar Pramuka terbilang normal hanya sedikit agak ramai. Terjadi kegiatan jual-beli tapi tidak sampai berjubel.

Bahkan sebagian besar toko sepi. Penjaga toko pun terlihat santai. Di gang-gang pertokoan juga tidak sesak oleh pembeli yang berdiri di depan toko. Hanya ada tiga-empat orang yang sedang menyelesaikan transaksi. (Farhanzuhdi)

You may also like

Tinggalkan Komentar