Kesehatan
Dilantik PB IDI Nahkodai PP PERDOKI Masa Bhakti 2025-2028 Bersama Dewan Pertimbangan dan Dewan Profesional, dr Agustina Komit Tingkatkan Kesehatan Pekerja agar Produktif

Ketua Umum PERDOKI masa Bhakti 2025-2028 dr. Agustina Puspitasari, Sp.Ok, SubSp BioKO (K) saat acara pelantikan. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI) secara resmi melantik Pengurus Pusat PERDOKI Masa Bakti 2025–2028 dalam sebuah acara yang berlangsung pada Jumat, 31 Januari 2026, bertempat di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta.
Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam kesinambungan kepemimpinan organisasi serta penguatan peran strategis kedokteran okupasi di Indonesia. Pelantikan ini menandai dimulainya kepengurusan baru yang diharapkan mampu menjawab tantangan dunia kerja yang semakin kompleks, seiring dengan perubahan pola kerja, kemajuan teknologi, serta meningkatnya kebutuhan perlindungan kesehatan dan keselamatan pekerja.
Baca Juga : Otsuka Group Luncurkan Program Kesehatan Pekerja Bersama Kemenkes
Dalam kepengurusan periode 2025–2028, dr. Agustina Puspitasari, Sp.Ok, SubSp BioKO (K) resmi dilantik sebagai Ketua Umum PERDOKI. Adapun Ketua Dewan Pertimbangan PERDOKI dijabat oleh Prof. Dr. Muchtaruddin Mansyur, MS, Sp.Ok, SubSp ToksiKO (K), Ph.D, serta Ketua Dewan Profesi Kedokteran Okupasi oleh DR. Dr. Suryo Wibowo, MKK, Sp.Ok, SubSp PsiKO (K). Kepengurusan ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola organisasi, pengembangan keilmuan, serta integritas profesi kedokteran okupasi di Indonesia.

Acara pelantikkan turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan pemangku kepentingan di bidang ketenagakerjaan dan kesehatan. Hadir sebagai undangan kehormatan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, ST., M.T., Ph.D, Wakil Menteri Kesehatan II Republik Indonesia, Dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P (K), serta Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), Dr. Bambang Wibowo, Sp.O.G, SubSp. K. Fm, MARS, FisQua.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan kuatnya sinergi lintas sektor dalam mendukung kesehatan dan keselamatan kerja di Indonesia.
Pelantikan juga diperkaya dengan perspektif global melalui international speech yang disampaikan oleh Vice President of the International Commission on Occupational Health (ICOH), Dr. Shyam Pingle. Dalam paparannya, disampaikan pentingnya peran kedokteran okupasi dalam menjawab tantangan kesehatan kerja secara global, termasuk isu penyakit akibat kerja, kesehatan mental pekerja, serta perlindungan tenaga kerja di era modern.
Baca Juga : 1.700 Pekerja Perempuan Rumahan Didorong Dapat BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan
Dalam sesi keynote, disampaikan pesan mengenai pentingnya kedokteran okupasi dalam lingkungan kerja, termasuk penetapan aspek-aspek strategis dalam praktik kedokteran okupasi untuk mendukung peningkatan derajat kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan pekerja.
Kedokteran okupasi dipandang memiliki peran sentral dalam memastikan pekerja Indonesia dapat bekerja secara aman, sehat, dan produktif, sekaligus mendukung daya saing nasional.
Peran Strategis Lindungi Pekerja
Sementara itu Ketua Umum PP PERDOKI, dr. Agustina Puspitasari menegaskan peran strategis kedokteran okupasi dalam perlindungan kesehatan pekerja, yang perlu diperkuat melalui kebijakan dan kolaborasi lintas sektor agar manfaatnya lebih luas dan berkelanjutan.
Baca Juga : 8 Tips Sederhana Menjaga Kesehatan Mata
“Tantangan ke depan semakin kompleks dengan digitalisasi hampir di semua lini lapangan kerja. Dengan demikian peran strategis kedokteran okupasi punya tantangan lebih luas untuk meningkatkan kesehatan para pekerja agar dapat lebih produktif,” kata dr Agustina kepada awak media, Rabu (4/2/2026).
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memberikan Keynote Speech secara virtual dan menyampaikan kolaborasi lintas profesi K3 menjadi pondasi penting agar jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya bersifat kompensatif, tetapi juga melindungi dan menjaga keberlanjutan kerja pekerja.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, disampaikan pula paparan ilmiah bertema “Pentingnya Vaksinasi Demam Berdarah pada Pekerja” oleh Dr. Nusye E. Zamsiar, MS, Sp.Ok, SubSp BioKO (K). Paparan ini menekankan pentingnya upaya promotif dan preventif dalam kesehatan kerja, khususnya melalui vaksinasi sebagai strategi perlindungan pekerja dari penyakit infeksi yang berpotensi mengganggu produktivitas dan keselamatan kerja.

Melalui pelantikan ini, PERDOKI menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu, peningkatan kompetensi dokter spesialis kedokteran okupasi, serta penguatan praktik berbasis bukti. PERDOKI juga berkomitmen memperluas kolaborasi dengan pemerintah, fasilitas kesehatan, dunia usaha, dan organisasi internasional dalam rangka menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan berkelanjutan.
Baca Juga : Masuk Rumah Sakit, Prilly Latuconsina Berpesan agar Semua Menjaga Kesehatan
PP PERDOKI berkomitmen mendukung peningkatan kualitas kesehatan pekerja dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Dengan dilantiknya PP PERDOKI Masa Bakti 2025–2028, diharapkan organisasi ini semakin mampu menjalankan peran strategisnya dalam menjawab tantangan kesehatan kerja masa kini dan masa depan, serta berkontribusi nyata bagi terwujudnya pekerja Indonesia yang sehat, aman, dan produktif. ****













